Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wahid Institute Sebut FPI dan MUI Pelaku Kekerasan Beragama

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 Januari 2013 05:53
Bagikan
Seminar Kekerasan Atas Nama Agama dan Masa Depan Toleransi. (foto: voa-islam)
Bagikan

Hidayatullah.com—The Wahid Institute, lembaga yang bertujuan mewujudkan prinsip-prinsip dan cita-cita pemikiran Abdurrahman Wahid mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai biang pelaku kekerasan dan pelanggar keyakinan bergama.

Pernyataan ini disampaikan Direktur the Wahid Institute, Yenni Zanuba Wahid dalam seminar bertajuk “Kekerasan Atas Nama Agama dan Masa Depan Toleransi di Indonesia,” di Jakarta.
Dengan memaparkan beberapa laporan yang diakuinya sebagai kasus kekerasan beragama dan berkeyakinan,  yang terjadi pada tahun 2012. Ia  juga menuduh,  Front Pembela Islam (FPI) sebagai pelaku pelanggar terbanyak.

“Pelaku pelanggaran non negara paling banyak dilakukan oleh FPI sebanyak 52 tindakan sendiri, kelompok masyarakat 51 tindakan, kelompok masyarakat ini bisa macam-macam, bisa forum ini forum itu, tapi pelakunya itu-itu saja, individu 25 tindakan, MUI daerah kita tenggarai melakukan kekerasan beragama dan berkeyakinan sebanyak 24 tindakan melalui fatwa-fatwa yang kemudian membuat dasar hukum agama bagi para pelaku kekerasan untuk menjustifikasi tindakan mereka, tokoh agama juga 12 tindakan,” paparnya saat menjadi pembicara di Aula Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (08/01/2012).

Menurut Yenni,  wilayah pelanggaran kekerasan beragama dan berkeyakinan paling banyak terjadi di Indonesia adalah Jawa Barat, selain Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nanggroe Aceh Darussalam.

“Wilayah korban dan pelaku pelanggaran kekerasan beragama dan berkeyakinan non negara yang paling banyak terjadi Jawa Barat 57 tindakan, Jawa Timur 32 tindakan, Jawa Tengah 30 tindakan dan Aceh 30 tindakan,” paparnya

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Yenni juga menjelaskan, definisi kekerasan beragama dan berkeyakinan yang dimaksud adalah mereka yang selalu memakai simbol-simbol agama saat akan melakukan kekerasan.

Perda Syariah tak Masalah

Selain itu, Yenni Wahid juga menganggap Perda Syariah telah menimbulkan ekses negatif dan diskriminasi, namun pandangan lain diungkapkan oleh Hakim Mahkamah Konstitusi, Dr. Hamdan Zoelva.

Menurut Hamdan, Perda yang sering disebut sebagai Perda Syariah itu tidak masalah dibuat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan perundang-undangan di atasnya.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku silahkan saja, mungkin daerah itu ada kebijaksanaan sendiri, itu wise, itulah inti dari kebhinekaan kita, yang paling penting adalah tidak berbenturan di atasnya, alat ukurnya itu saja selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya silahkan saja kita wise menilai”, ujar pria kelahiran Bima ini kepada hidayatullah.com, seusai mengisi acara seminar “Kekerasan Atas Nama Agama dan Masa Depan Toleransi di Indonesia”, di Aula lantai dasar Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Selasa (08/01/2012).

Beberapa narasumber selain Yenny Wahid juga ikut memberikan pemaparan, seperti Hakim Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, Kepala Biro Pengawasan dan Penyelidikan Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ronnie F. Sompie yang menggantikan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman. Ketua KOMNAS HAM, Otto Nur Abdullah yang juga menjadi narasumber seminar tidak datang.

Sedangkan para peserta seminar terdiri dari perwakilan organisasi-organisasi keagamaan, beberapa LSM, Pusat Kajian Konstitusi Perguruan Tinggi seluruh Indonesia dan masyarakat umum.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FPIMUIold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU: Syahwat Impor Cederai Swasembada Pangan
Tulisan selanjutnya Ketua Asosiasi MK Se-Asia Kunjungi Mahkamah Konstitusi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?