Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PBNU: Syahwat Impor Cederai Swasembada Pangan

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 10 Januari 2013 05:09
Bagikan
Bongkar pangan impor di pelabuhan/Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Nahdlatul Ulama (NU) menilai, semangat mewujudkan swasembada pangan telah dicederai oleh kegemaran mengimpor enam komoditas strategis dari luar negeri.

“Komitmen yang ada sekadar komitmen yang ditegaskan ke mana-mana, fakta di lapangan justru menunjukkan beragam kebijakan kabinet justru berimplikasi pada penggembosan jalan menuju swasembada,” kata Ketua Lembaga Perekonomian NU Mustolihin Majid di Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Ia mengemukakan hal itu saat bersama jajaran Pengurus Besar NU menyampaikan refleksi 2012 dan outlook 2013.

Dikatakannya, berdasarkan kajian dan dinamika yang terjadi bisa disimpulkan bahwa semangat swasembada telah digerogoti dan dicederai sendiri.

“Secara sengaja kegagalan produksi dipelihara untuk melanggengkan importasi yang penuh rejeki,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Mustolihin, syahwat untuk mengimpor bahan pangan tersebut didorong oleh kalangan importir strategis yang secara sistemik mengupayakan gerakan impor.

“Fenomena akal-akalan kelangkaan pangan dibuat dan dipertontonkan secara terbuka dalam krisis kedelai, daging sapi, garam, dan beras,” katanya.

Menurut dia, per 16 Oktober 2012 impor beras mencapai 1,95 juta ton, jagung 2 juta ton, kedelai 1,9 juta ton, daging sapi setara dengan 900 ribu ekor sapi, gula 3,06 juta ton, dan teh senilai 11 juta dolar AS.

“Di tengah negara lain berjuang pada sektor agribisnis, termasuk Amerika Serikat, justru kekayaan kita yang berbasis pada agribisnis kita gerogoti sendiri,” katanya.

Ketua PBNU Prof Mochammad Maksum Machfoedz menambahkan, potensi produktivitas menuju swasembada komoditas strategis sebenarnya sangat optimistis bagi Indonesia.

“Sayangnya demoralisasi terjadi sangat transparan dan sistematis dengan kejangkitan degaramisasi sampai dekedelaisasi,” kata Maksum.

Menurut guru besar Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada Yogyakarta itu, serangkaian inkonsistensi sikap kabinet telah terjadi pada semua kasus komoditas strategis.

“Krisis konsistensi kebijakan terjadi sebagai produk tarik-menarik antara Kabinet Indonesia Bersatu II dengan para komprador, yaitu sedikit pelaku ekonomi yang selama ini menikmati rente ekonomi importasi,” katanya, dalam berita Antara.

Dikatakannya, ketergantungan pangan nasional akan semakin akut jika penggembosan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan swasembada tidak segera ditanggulangi.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Berhasil Perangi Buta Huruf
Tulisan selanjutnya Wahid Institute Sebut FPI dan MUI Pelaku Kekerasan Beragama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?