Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Yang Ngurusi Bukan Ngrusuhi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2013 08:59 8:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2013 08:59
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

KETIKA seorang genius menemukan permainan yang menjadi cikal bakal catur di dunia, sang raja dimana penemu tersebut tinggal sangat gembira dengan permainan yang mengasah otak ini. Kemudian sang raja bertitah pada Sang Penemu: “Sekarang kamu ingin hadiah apa dari aku? Apa saja yang kamu mau, pasti aku berikan!” Sang Penemu bimbang sejenak, kemudian berucap dengan merendah: “Mohon maaf Paduka, hamba hanya ingin bisa makan nasi yang cukup, bagi hamba dan anak-anak keturunan hamba.”

Rajapun menganggap enteng permintaan ini.

Kemudian dia perintahkan bendahara kerajaan untuk menyiapkannya, tetapi kemudian kemudian sang raja-pun buru-buru berucap, “Nanti dulu, berapa banyaknya beras yang engkau butuhkan untuk anak-anak dan keturunanmu?” Maka dengan merendah pula Sang Penemu berucap: “Mohon maaf Paduka, untuk adilnya silahkan para ilmuwan raja saja yang menghitungnya.”

Lalu semua ilmuwan di kerajaan dikerahkan untuk menghitung kebutuhan beras bagi si penemu beserta anak keturunannya. Maka tidak ada satupun yang bisa menghitung kebutuhannya, mendekati dengan ilmu yang logis-pun tidak ada yang bisa.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Maka raja menyerah pada Sang Penemu – yang memang orang paling cerdas pada jamannya. Lalu sang raja berucap pada si Penemu: “Kami menyerah, sedangkan kamu adalah orang yang paling cerdas di negeri ini – tolong dihitung kebutuhan beras untukmu dan anak keturunanmu – agar kami dapat penuhi.”

Karena diminta sang raja, maka si Penemu-pun menguraikan teorinya: “Begini Paduka, papan (catur) yang saya buat itu sesungguhnya cukup untuk menghitung kebutuhan beras bagiku dan anak-anak keturunanku…”.

Kemudian dia melanjutkan: “Mulai dengan menaruh satu butir beras di kotak pertama, kemudian lipatkan dua pada setiap kotak berikutnya – maka itu akan cukup untukku dan anak-anak keturunanku.”

Setelah itu para ilmuwan kerajaan diminta untuk menakar beras sesuai dengan cara mengitung yang disampaikan si penemu. Tetapi kemudian mereka-pun rame-rame menghadap sang raja kembali dengan panik.

Mereka menyampaikan: “Mohon maaf Paduka, kerajaan tidak akan mampu memberikan hadiah seperti yang Paduka janjikan pada Sang Penemu ini.” Kemudian mereka menunjukkan hitungannya kurang lebih seperti pada ilustrasi pada gambar.

Papan perhitungan kebutuhan pangan

Satu butir yang dilipat duakan pada kotak berikutnya menjadi dua butir. Ketika sampai di penghujung baris pertama sudah menjadi 128 butir. Di akhir baris yang tengah sudah mendekati 4.3 milyar butir. Pada ujung baris paling atas sudah menjadi sekitar 1.84^19 butir beras. Ini kurang lebih jumlah beras yang cukup untuk memberi makan bagi seluruh penduduk bumi yang ada sekarang untuk seribu tahun mendatang.

Raja terbelalak dengan angka ini, dia telah salah sangka menganggap enteng urusan pangan yang dijanjikan untuk rakyatnya ini. Namun karena dia raja, dia tidak mau dilecehkan kecerdasannya oleh rakyatnya yang paling cerdas sekalipun. Maka bukannya hadiah yang akhirnya diberikan pada Sang Penemu, tetapi hukuman pancung karena telah memusingkan raja.

Cerita ini tentu fiksi belaka, tetapi nilai pelajarannya adalah tentang beratnya urusan pangan ini.

Jangan sampai pemimpin negeri-negeri menganggap enteng urusan yang satu ini. Urusan pangan (dan juga urusan-urusan lain tentu saja ) harus diserahkan pada yang bener-bener ahlinya. Bila tidak maka yang terjadi bukannya mereka ngurusi urusan pangan rakyat, tetapi malah ngrusuhi (Jawa=merecoki, red) urusan pangan mereka.

Waktu saya SMP sekitar 4 dasawarsa lalu, saya mendengar (Rh)Oma Irama menyanyikan lagu 135 juta penduduk Indonesia. Sekarang divisi kependudukan PBB memperkirakan bahwa penduduk Indonesia mencapai 272 juta di tahun 25, atau lipat dua kali selama rentang waktu kurang lebih 50 tahun.

Ketika sampai ke cucu kita, 50 tahun berikutnya – penduduk negeri inipun lipat dua kalinya menjadi sekitar 544 juta jiwa.

Pertanyaannya adalah makan apa mereka nanti? Di mana mereka akan tinggal? Minum air yang seperti apa mereka? Apakah masih tersisa udara bersih untuk mereka? dlsb. dlsb.

Masa itu memang masa yang seolah lama, tetapi ingat apa yang kita lakukan saat ini sangat menentukan kondisi bumi seperti apa yang akan kita wariskan ke anak cucu kita kelak.

Allah memang menyediakan bumi seisinya ini cukup untuk seluruh makhluknya, tetapi Allah juga memerintahkan kita untuk menjadi pemakmurnya (QS 11:61). Kecukupan pangan bagi seluruh penduduk bumi hanya terjamin bila kita tidak berbuat kerusakan di muka bumi dan kita kembali ke jalanNya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Ruum [30]:41).

Artinya apa ini semua? Semua masalah kita termasuk urusan pangan ini, harus benar-benar diurusi dengan mengikuti jalanNya. Bila tidak, maka yang seharusnya ngurusi-pun bisa berakhir dengan ngrusuhi urusan-urusan rakyat ini. Wa Allahu A’lam.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak Pimpinan Kelompok Putra Sinai Tewas Ditembus Peluru
Tulisan selanjutnya Pemukim Zionis Nodai Pelataran al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?