Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Masyarakat TV Sehat Desak KPI Hentikan Sinetron Rendahkan Simbol Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2013 16:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Banjirnya tayangan yang dinilai menanamkan cerita buruk Islam membuat Pembina Masyarakat TV Sehat Indonesia Fahira Idris mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan tayangan sinetron yang dinilai merendahkan simbol Islam tersebut.

“Film-film berbau SARA dan bernuansa menyudutkan Islam saat ini makin banyak dan tak terbendung lho, masyarakat butuh TV sehat saat ini, “ demikian ujar Fadira Idris kepada hidayatullah.com, Rabu (17/04/2013).

“Gimana kita diminta meningkatkan kerukunan beragama, jika semua tayangan dirasakan kaum Muslim amat menyudutkan?” tambahnya.

Seperti diketahui, hari Senin, (15/04/2013),  Pembina Masyarakat TV Sehat Indonesia Fahira Idris telah mengunjungi KPI guna mengadukan berbagai tayangan TV yang dinilai cukup meresahkan kaum Muslim Indonesia.

Fahira membawa data beberapa sinetron yang inten telah ditelitik pihak tim nya. Di antaranya; tayangan sinetron Haji Medit (SCTV), Islam KTP (RCTI), Tukang Bubur Naik Haji (RCTI), dan Ustadz Foto Kopi (SCTV).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, tayangan-tayangan sinetron tersebut telah merendahkan  simbol umat Islam dengan menempatkan Islam sebagai ‘tersangka’ kejelekan (Sine SARA).

Fahira mengatakan tayangan-tayangan sinetron tersebut menggunakan judul dengan terminologi Islam, tapi isi dan jalan ceritanya jauh dari perilaku islami. Bahkan, tidak jarang dalam tayangan tersebut, karakter ustaz dan haji, yang merupakan tokoh panutan di tengah-tengah masyarakat melakukan tindakan di luar kepatutan, digambarkan suka mencela, iri, dengki, dan sama sekali tidak ada pesan Islam di dalamnya.

“Tayangan sinetron-sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam. Jelas hal ini sangat meresahkan masyarakat,” kata Fahira.

Untuk itu, masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat TV Sehat Indonesia, mendesak agar KPI menghentikan tayangan-tayangan sinetron di atas. Selain itu, Masyarakat TV Sehat Indonesia juga mengajak aktor dan artis untuk lebih selektif dalam memilih peran sehingga tidak menimbulkan kegelisahan, bahkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Kewenangan luas KPI
 
Masyarakat TV Sehat Indonesia juga meminta agar pemerintah memberi kewenangan yang lebih kepada KPI. Sebab menurutnya, saat ini, kewenangan KPI baru sebatas menegur dan memberi peringatan keras kepada stasiun TV yang menayangkan tayangan bermasalah.

Fahira Idris juga berjanji akan mengawal Revisi UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 agar KPI mampu menjadi macan yang bergigi sehingga punya senjata yang lebih kuat dalam memerangi sinetron Sine SARA.
 
“Bagaimana KPI bisa perang, jika dia jika senjatanya hanya peniti, sementara lawannya menggunakan senjata lebih canggih. Ya harus sama-sama kuat dong.”

Lebih lanjut, ia juga menghimbau pihak TV tidak hanya menurut hasil riset yang hanya mengandalkan jumlah penonton, namun mengabaikan kualitas tayangan.

Menurutnya, sungguh tidak masuk akal media TV hanya menuruti hasil riset meski dalam tayangannya menyinggung dan bertentangan dengan perasaan banyak orang.

Menurutnya, banyak kisah menarik dan positif yang bisa diangkat menjadi cerita TV, tapi anehnya justru mengapa lebih suka mengangkat yang negatifnya?

“Jangankan kaum Muslim, apa reaksi kalangan Kristen jika TV mengangkat kisah Pastur hobi mabuk atau Biksu tapi pencopet, kira-kira marah gak yang beragama Kristen dan Hindu?,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fahira Idrisold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antara Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Hidup
Tulisan selanjutnya Makanan Daging Sapi di Eropa Mengandung 5% Daging Kuda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?