Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamanan KTT APEC di Bali Ibarat Mau Perang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2013 20:37 8:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2013 20:37
Bagikan
Personil Brimob Polda Bali tampak tengah menjaga keamanan dalam simulasi pengamanan acara APEC di Nusa Dua, Bali
Bagikan

Hidayatullah.com–Duh seram. Mungkin perasaan itu yang ada di benak masyarakat Bali terutama di Kabupten Badung. Wajar saja pengamanan yang super ketat dengan melibatkan sebelas ribu lebih personel TNI dan Polri membuat suasana Pulau Dewata bak mau perang. Sebagai tuan rumah KTT APEC 2013, pulau ini juga dijaga super ketat dari laut dengan menyiagakan 15 armada dan 16 armada di udara.

Ribuan personel gabungan itu tersebar di setiap sudut, bahkan ke gang-gang. Hal ini bisa dilihat di Jalan Tuban menuju Nusa Dua. Tak hanya patroli dari kepolisian dan densus yang melitas, tapi ratusan anggota TNI dikerahkan untuk berjaga-jaga di setiap gang sepanjang jalan tersebut.

Lain lagi pengamanan di kawasan Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Tak satu pun kendaraan, baik roda dua maupun empat boleh masuk, kecuali dilengkapi stiker khusus yang dikeluarkan dari pihak pengamanan.

Pengunjung, peserta KTT APEC bahkan awak media hanya bisa masuk kawasan tersebut jika dilengkapi dengan identitas (ID) yang dikeluarkan panitia. Itu pun tidak cukup, mereka harus melewati pemeriksaan sebelum naik shuttle bus yang telah disediakan menuju BTDC.

Bak mau berpergian keluar negeri, benda cair, seperti air mineral, parfum, korek gas pun harus ditanggalkan demi keamanan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Panglima Komando Gabungan Pengamanan (Pangkogabpam) APEC 2013, Letjen TNI Lodewijk F. Paulus, menyatakan, dua sistem senjata digunakan dalam rangka pengamanan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh kepala negara, kepala pemerintahan beserta delegasinya selama Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik yang berlangsung, 1-8 Oktober 2013. ”Pengamanan KTT APEC 2013 ketat tapi nyaman. Ini petunjuk khusus Bapak Presiden kepada Panglima TNI,” tegasnya dikutip laman Balipos, Ahad (06/10/2013).

Dia menyatakan, untuk pertama kalinya pengamanan perhelatan internasional ini dipimpin seorang letnan jenderal. Artinya, pemerintah sangat serius menyiapkan dan melaksanakan pengamanan KTT APEC 2013 dengan pola berbeda.

”Seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir akan mendapat perlakuan sama. Tidak dibeda-bedakan, pengamanan dengan standar sangat tinggi,” katanya.

Pola pengamanan yang ketat namun nyaman itu menjadi pengalaman baru tersendiri bagi TNI dan Kepolisian Indonesia. Kendati dia akui, ada beberapa negara yang meminta hal-hal khusus terkait pengamanan kepala negara atau kepala pemerintahannya. ”Hal itu memang terjadi, kami sesuaikan saja dengan keperluan mereka,” katanya.

Di sisi lain, pengamanan Very Very Important Person (VVIP) RI 1 juga dilakukan. Selama pengamanan VVIP RI 1, KRI Malahayati-362 yang dipimpin Letnan Kolonel Laut (P) Moch M. Irchamni bersama dengan pesawat udara patroli maritim TNI-AL mengawasi wilayah perairan. Pengamanan laut dan udara dilakukan untuk mencegah infiltrasi dan sabotase musuh yang mungkin dilakukan melalui perairan. Selain KRI Malahayati-362, ada pula KRI Banda Aceh-593 yang turut mengamankan pelaksanaan KTT APEC 2013.

Selain itu, Satuan Koordinasi Komando Armatim juga mengoptimalkan kekuatan anti-udaranya untuk mendukung pengamanan. Mulai dari Presiden mendarat hingga meninggalkan Pulau Dewata dari Bandara Ngurah Rai. Radar udara dan senjata anti-udara KRI Malahayati selalu siap mengantisipasi ancaman sewaktu-waktu. Pihaknya juga menerjunkan satu Satuan Tugas Komando Pasukan Katak. Mereka sudah stand by di perairan sejak pertengahan September sampai diperintahkan kembali ke Surabaya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:APECBalipoengamanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1434 H Hari Selasa 15 Oktober 2013
Tulisan selanjutnya Lebih 1600 Ekstrimis Zionis Serbu al Aqsha Selama Sepekan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?