Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

5 Pertanyaan Besar Terkait Pengangkatan Sutiyoso Sebagai Kepala BIN

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Juni 2015 16:01 4:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Juni 2015 16:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution menyatakan menghormati keputusan Presiden Joko Widodo memilih Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN). Meski demikian, ia mengaku mempertanyakan terkait pilihannya itu.

“Menghormati karena hak memilih adalah hak prerogatif presiden. Mempertanyakan karena publik memandang Jokowi telah mengalami defisit sensitifitas dan resfek,” kata Maneger dalam rilisnya yang diterima hidayatulah.com, belum lama ini.

Musababnya, menurut Maneger, itu setidaknya ada lima hal yang harus dijelaskan kepada publik, baik itu oleh Jokowi maupun Sutiyoso. Pertama soal integritas, clear dan clean rekam jejak kemanusiaan Sutiyoso.

“Misalnya TB Hasanuddin Wakil Ketua Komisi Pertahanan DPR RI menyebut Sutiyoso salah satu orang yang disorot saat peristiwa penyerangan markas PDI pada 27 Juli 1996,” ungkap Maneger.

Pada penyerangan yang kemudian dinamai kasus Kuda Tuli ini, lanjut Maneger, Sutiyoso menjabat Pangdam DKI Jakarta dan dalam bentrokan yang terjadi setelah adanya pengambilan paksa kantor DPP PDI, imbuhnya, lima orang diberitakan meninggal, 149 orang terluka, dan 136 orang lainya ditahan (Koran Tempo 11/06).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Untuk kelurusan sejarah bangsa, BIN khususnya, hal itu harusnya dijelaskan ke publik secara objektif, transparan, dan berkejujuran,” tegas Maneger.

Kedua, menurut Maneger adalah soal profesionalitas dan independensi dari Sutiyoso. Publik, lanjutnya, tentu tahu Sutiyoso adalah Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia serta pendukung Jokowi saat Pilpres lalu.

“Jabatan itu dipersepsikan publik sebagai skema dari bagi-bagi kue kekuasaan setelah suksesi Jokowi-JK dalam Pilpres lalu,” cetus Maneger.

Ketiga, menurut Maneger adalah soal kemandirian BIN. Sutiyoso, lanjutnya, harus menjelaskan ke publik tentang komitmennya terhadap kemandirian dan kedaulatan BIN.

“Kemandirian setidaknya menjadikan BIN untuk kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan politik tertentu. Dan, kedaulatan intelijen, setidaknya mampu memastikan bahwa intelijen asing tidak (lagi) dengan mudah dan seenaknya berseliuran dan beroperasi di teritori Indonesia,” papar Maneger.

Keempat, lanjut Maneger, soal usia Sutiyoso yang sudah mencapai 70-an tahun. Meski faktor usia dipandang relatif. Namun dalam dunia psikologi perkembangan usia di atas 50-an (apalagi 70-an), biasanya orang akan fokus mendaur ulang pengalaman masa lalunya.

“Agak sulit mengharapkan lahirnya gagasan-gagasan baru dari Sutiyo, di usia 70-an tahun. Persepsi publik adalah Sutiyoso terlalu tua untuk memimpin BIN. Apalagi Kepala BIN punya tugas berat seperti mengubah mindset kerja intelijen supaya lebih profesional dalam mempertahankan tanah air Indonesia,” ujar Maneger.

Kelima, menurut Maneger adalah soal komitmen pembeliaan, maksudnya pencalonan Sutiyoso jadi pengganti Marciano Norman –yang selisih periode angkatan di TNI hampir 10 tahun– sebagai Kepala BIN.

“Pencalonan Sutiyoso, oleh publik dinilai bukan pembeliaan, tapi justru penuaan. Komitmen regenerasi di lingkungan BIN menjadi tidak jelas,” tegas Maneger.

Karena itu, Meneger mengatakan, sudah seharusnya Presiden Jokowi dan Sutiyoso, menjelaskan soal-soal itu kehadapan publik. Selebihnya, DPR RI tentu akan menggalidalami integritas dan profesional Sutiyoso dalam uji kepatutan dan kelayakan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Intelijen NegaraBINSutiyoso
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Toleransi Saat Puasa Ramadhan, Bachtiar Nasir Sebut Pernyataan Menag Jungkir Balik
Tulisan selanjutnya Perkuliahan SPI Jakarta dan Bandung Resmi Ditutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?