Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KPI: Banyak Kekerasan dan Pornografi, Anak Dinilai Belum “Merdeka”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2015 09:55 9:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2015 09:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti banyaknya pelanggaran anak yang mengakibatkan anak belum “merdeka”.

Beberapa hal seperti eksploitasi anak, kesalahan pola asuh, pendidikan yang sarat dengan aksi kekerasan, pornografi, rokok, mainan yang mengandung zat berbahaya dan kampanye politik di jalanan, menjadi hal penting yang harus diatasi bersama oleh masyarakat.

Dalam hal eksploitasi, KPAI menyoroti masih maraknya anak-anak yang dipekerjakan sebagai pengemis dan pekerja seks komersial. KPAI memiliki catatan terkait tingginya kasus perdagangan manusia yang melibatkan anak-anak.

“Kemerdekaan ini menjadi slogan saja, apalagi jika dikaitkan dengan penyelenggaraan perlindungan anak. Menurut catatan KPAI, beberapa hal yang masih kontraproduktif dengan spirit kemerdekaan di antaranya masih banyak anak yang menjadi pengemis, peminta-minta, korban  jasa eksploitasi seksual karena dipaksa oleh orang dewasa,” ujar komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Susanto Nawa di kantor KPAI Jakarta, pada Kamis (13/08/2015).

Menurutnya, anak yang dieksploitasi ini tidak mampu untuk memberi perlawanan. Bahkan, mereka yang sudah terlanjut masuk dalam perangkap sindikat kejahatan, sulit untuk menghindar dan menentang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sudah tugas kita untuk memerdekakan anak-anak yang menjadi korban sindikat kejahatan,” tegasnya.

Hal lain yang tidak kalah urgennya adalah kesalahan pola asuh anak. Akibat kesalahan itu, menurutnya, anak hidup dalam tekanan kekerasan orang dewasa. Alasan yang sering diberikan adalah untuk mendidik anak agar tidak manja di kemudian hari.

Menurut Susanto, KPAI tidak bisa menerima alasan demikian, karena metode pengajaran kepada anak tidak boleh berdasarkan aksi kekerasan yang mengakibatkan anak trauma dan sakit.

“Kekerasan ini tidak hanya di rumah, tetapi juga di sekolah. Tidak sedikit anak menjadi korban sistem sekolah yang sarat dengan aksi kekerasan dan senioritas. Anak yang menjadi murid junior tidak kuasa melindungi dirinya. Ini tentu menjadi budaya primitif dengan dalih masa orientasi siswa,” jelasnya.

Pornografi dan rokok juga menjadi ancaman besar bagi tumbuh kembang anak. Kedua hal tersebut menimbulkan ketagihan pada diri anak yang tentunya akan melahirkan hal negatif di kemudian hari.

“Masih banyak anak yang menjadi korban tontonan pornografi, kekerasan, konflik, bahkan kejahatan. Kondisi tontonan demikian, harus dihapus, untuk kepentingan terbaik mereka,” ujarnya.

Hal lain yang disoroti KPAI adalah kampanye politik yang sebentar lagi akan marak di Pilkada Serentak. Menurut Susanto, melibatkan anak dalam kampanye adalah pelanggaran terhadap UU dan mengancam keselamatan mereka.

“Keselamatan anak terancam ketika mereka diajak kampanye politik dengan motor dan mobil bak terbuka di jalan raya,” jelasnya.

Terkait dengan mainan yang mengandung zat berbahaya, KPAI masih menemukan banyak dijual bebas. Pemerintah sudah memberi peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan mainan berbahaya karena zat yang dikandungnya akan meracuni anak.

“Seruan untuk berhati-hati terhadap mainan yang mengandung zat berbahaya sudah kita lakukan.  Anak jangan sampai menjadi korban bisnis  yang hanya  berorientasi profit,” tegasnya.

Susanto berharap momentum kemerdekaan ini harus menjadi pemicu untuk memerdekakan anak sekaligus menjadikan anak sebagai arus utama pembangunan. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakkekerasankemerdekaanPornografi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peradaban Islam Harus Dibangun Berdasarkan Asas Ijma’ Ulama
Tulisan selanjutnya 3 Hal yang Harus Dilakukan Para Suami Ketika Istri Marah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional

Berita
6 Juli 2026 15:04
Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
Analisa Israel: Iran dan Hizbullah Tidak Bantu Hamas Lancarkan Operasi Thufan Al-Aqsha
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?