Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peradaban Islam Harus Dibangun Berdasarkan Asas Ijma’ Ulama

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2015 09:53 9:53 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Agustus 2015 09:53
Bagikan
Dr. Ugi Suharto di Gedung Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya
Bagikan

Hidayatullah.com– Maka, jika kita ingin selamat dari perselisihan maka umat harus ikut ijma’ ulama. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Umatku tidak bersepakat dalam kesesatan”.

Demikian disampaikan Dr. Ugi Suharto, pakar pemikiran Islam yang juga salah satu  pendiri Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Menurutnya, ijma’ (konsensus) ulama dalam akidah atau persoalan penting merupakan jaminan kebenaran.

“Pada akhirnya kita harus ikut ulama. Cuma hari ini banyak orang keliru mengenali ulama mereka sendiri,” ujar Assistant Professor Collage of Bahrain ini dalam diskusi pemikiran dan peradaban Islam “Memahami Dasar-dasar Ilmu Dalam Islam dan Tantangannya” hari Kamis (12/08/2015) di Gedung Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Karena itu, agar selamat dunia dan akhirat, umat Islam sebaiknya berjamaah dan mengikuti ijma’ ulama. Ulama, bukan dalam pengertian organisasinya, tapi ilmunya. Sebab organisasi yang paling tinggi dalam Islampun bisa keliru dan menyimpang.

Konsep ulama dan jamaah bukan pada organisasi (wadahnya,red) tapi pada ajarannya. Apalagi jika ulama sudah berijma’, ujar Ugi. [Baca: Ulama Itu Seperti Bintang yang Memberi Petunjuk Nahkoda Jalankan Kapal di Laut]

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Organisasi apapun bisa menyimpang. Dalam Islam organisasi paling besar adalah Khilafah. Dalam organisasi khilafah pun bisa menyimpang. Di zaman Imam Ahmad khalifahnya al-Ma’mun fahaman yang dianut adalah Mu’tazilah,” terangnya.

Menurut Ugi, maka fahaman kita adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. al-Jamaah itu maksudnya ber-ijma’. Hal ini berbeda dengan faham yang lain.

Dalam dialog dosen dan aktivis Islam itu Ugi juga memaparkan salah satu ciri-ciri liberalisme yang disebutnya sudah keluar dari ma’lum bi dhoruroh [hal-hal yang sudah diketahui secara umum, red] dan ijma’ ulama.

“Liberalisme adalah keluar dari ma’lum bidhorurah, keluar dari ijma’ dan keluar dari ushul agama,” tegas dosen Bahrain Institute of Banking and Finance, Manama Bahrain ini.

Karena itu, menurut Ugi, peradaban Islam harus dibangun dengan berdasarkan faham-faham yang disepakati atau ijma’ ulama.

“Peradaban kita harus dibina beradasarkan faham yang sudah menjadi ijma’’ ulama,” lanjutnya.

Islam bermadzab

Termasuk  beramal dengan madzhab yang juga sebagai ijma’’ ulama dan dilakukan para ulama kita sudah berabad-abad.

“Ulama-ulama hadits kita bermadzhab. Bahkan kebanyak imam hadits bermadzhab Imam As Syafi’i.”

Islam itu merupakan agama ilmu. Kedudukannya tinggi. Maka itulah dalam Islam ulama adalah pewaris Nabi. Atas hal ini, menurut Ugi, umat harus kembali kepada fahaman ulama dalam memahami sumber-sumber Islam.

“Ngakunya kembali langsung kepada al-Qur’an dan Hadits. Itu benar secara prinsip. Tapi secara proses belum tentu. Yang lebih tepat lagi adalah bagaimana kembali kepada al-Qur’an dan Hadits sesuai penjelasan para ulama.

Tanda-tanda menyalahi ijma’ menurut Ugi diantaranya adalah menolak ushul fikih, dan langsung mengaku kembali kepada al-Qur’an Hadits dan menolak madzhab.

“Kalau menolak madzhab, tanya bagaimana Anda membaca al-Qur’an. Dengan qira’ah apa membacanya? Apakah dengan qira’ah Nabi Muhammad? Tidak ada. Yang ada qira’ah Ashim, misalnya. Nah inipun juga madzhab dalam qira’ah,” tambahnya.

Keilmuan dalam Islam itu bagian dari akidah Islam. Bahkan tambah Ugi, bab ilmu menjadi paragraph pertama dalam kitab akidah Imam an Nasafi.

“Rumusan akidah yang dijelaskan Iimam Nasafi ini adalah epistemologi. Jadi epistemologi bagian dari akidah,” tegasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ijma'liberalismemadzhabperadaban IslamsunnahUgi Suhartoushul fikih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh al-Mubaraki: Para Dai dan Ulama Harus Maksimal Eratkan Persatuan Umat
Tulisan selanjutnya KPI: Banyak Kekerasan dan Pornografi, Anak Dinilai Belum “Merdeka”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?