Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tanggulangi AIDS, Pemerintah Dituntut Solusi Nyata, Tak Hanya Kucuran Dana

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 Desember 2013 14:43 2:43 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 Desember 2013 14:43
Bagikan
Jangan berhubungan seks sebelum nikah!
Bagikan

Hidayatullah.com– Penyakit HIV-AIDS di Indonesia masih menjadi permasalahan yang butuh perhatian ekstra. Pemerintah dan kementerian terkait dituntut memberi solusi nyata untuk masyarakat. Tidak sebatas pengalokasian dana yang besar, tapi harus mampu mengkorelasikannya dengan solusi yang tepat sasaran.

Olehnya, diperlukan berbagai upaya pencegahan guna menyelamatkan para ibu dan anak Indonesia dari HIV-AIDS, dengan pendekatan yang menyeluruh. Hal ini disampaikan Irma Budiarti Sukmawati, Ketua Bidang Perempuan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam rilis pers yang diterima Hidayatullah.com di Jakarta, Senin, 28 Muharram 1435 H (2/12/2013).

Irma menyampaikan beberapa upaya yang dapat ditempuh. Pertama, memperkuat ketahanan dan keharmonisan keluarga. Keluarga merupakan benteng utama mencegah penyalahgunaan narkoba dan seks bebas yang menjadi sumber penularan HIV-AIDS. Rasa cinta pada keluarga membuat seseorang enggan menyakiti anggota keluarganya.

“Kedua, setia pada satu pasangan. Kesetian adalah kunci keharmonisan dalam rumah tangga. Dengan kesetiaan akan menghindari hubungan seks di luar dengan pasangannya,” tulis Irma.

Upaya ketiga, dengan menyetop pengunaan narkoba. Pengunaan narkoba dapat menjadikan pelakunya tidak bisa mengendalikan diri terhadap prilaku beresiko salah. Pengguna narkoba cenderung menjadi pelaku seks aktif, dan memiliki lebih dari satu pasangan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Terlebih jenis narkoba yang mengunakan jarum suntik,” lanjutnya.

Langkah berikutnya, perlunya pengetahuan yang menyeluruh tentang HIV-AIDS bagi masyarakat. Hal ini, sebut Irma, akan sangat berdampak pada bagaimana masyarakat menyikapi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).

“Sehingga tidak terjadi diskriminasi dan ODHA tidak akan merasa termarjinalkan. Hal ini juga bisa menjadi gerakan penyadaran masal dalam pencegahan HIV-AIDS,” terangnya.

KAMMI pun menuntut pemerintah Republik Indonesia dan berbagai lembaga terkait melakukan upaya menyeluruh dan efektif, guna melindungi perempuan dan anak Indonesia dari penularan HIV AIDS.

Lembaga-lembaga tersebut seperti Kementerian Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Lembaga-lembaga tersebut pun didesak menjamin ketersedian pusat Informasi tentang HIV AIDS, baik penyebaran dan bahayanya.

Angka Kematian Masih Tinggi

Dalam rilis tertanggal 1  Desember 2013 itu, Irma menjelaskan, sampai saat ini angka penderita dan kematian karena penyakit HIV-AIDS masih sangat tinggi. Bahkan termasuk yang terbanyak di Asia Tenggara.

Permasalah ini dari tahun ke tahun dianggap seakan menjadi rutinitas untuk dievaluasi. Tanpa langkah kongkrit yang memadai dan menjangkau, bahkan di Jakarta yang dekat dengan pusat pemerintahan. 

“Tingginya angka penderita HIV-AIDS di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal seperti Heteroseksual, Homo-Seksual, Penasun, Transfusi Darah dan Transmisi Perinatal. Dalam 5 tahun ini ada tendensi penularan HIV yang menimpa perempuan, dan itu bukan atas kehendak perempuan itu sendiri,” tulisnya.

Dijelaskan, para perempuan yang terjangkiti (epidemi) HIV ditulari lewat para suami yang “jajan seks” di belakang istrinya atau sebelum menikah. Ketika “jajan” itulah mereka terpapar virus, lalu menular-teruskan kepada istrinya. Kemudian jika para istri itu hamil, penularan akan diteruskan kepada bayi yang dilahirkannya. Sebagai catatan, lazimnya penularan HIV paling besar pada usia produktif.

“Menurut sumber data dari Ditjen PP & PL Kemenkes RI, diketahui dari April 1987 hingga Juni 2013, ditemukan 12.593 kasus HIV-AIDS pada perempuan. Jumlah kasus HIV terhadap perempuan bukanlah jumlah yang sedikit,” lanjutnya.

Dari data itu, sambung Irma, banyak kasus ditemukan bahwa penularan virus HIV pada perempuan ditularkan dari laki-laki Heteroseks. Dari pria ke perempuan, dari perempuan ke anak, alur ini jelas dan posisi perempuan sangat rentan terhadap penyakit yang “dibawa” oleh sang suami atau pasangannya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HIV/AIDSKammiKeluargakondomisasiPekan Kondom Nasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan Perempuan Indonesia Kecam Pekan Kondom Nasional Tanpa Syarat
Tulisan selanjutnya Jujur, Senjata Utama Selamat dari Neraka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?