Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mengapa dan Bagaimana Kita Beribadah Kepada Allah?

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2015 11:01 11:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Agustus 2015 07:31
Bagikan
Bagikan

Oleh; Abdullah Nafi’ Adhuha

Bagi umat Islam, ibadah merupakan ketaatan kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam melaksanakan perintah Nya. Di dalamnya mencakup segala apa yang diridhoi Allah, baik itu ucapan atau pun perbuatan, yang dhahir maupun yang batin.

Selain itu, mereka juga meyakini bahwa ibadah merupakan perintah Allah yang menjadi tujuan penciptaan manusia di bumi. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala :
“Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”. (QS. al Baqarah : 21)

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku (saja). Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariat: 56-58)

Oleh karena itu, ibadah merupakan perkara yang penting dalam kehidupan seorang muslim. Sehingga segala hal yang berkaitan dengan ibadah akan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Agar ibadah yang dikerjakan tidak menjadi perkara yang sia-sia.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dalam upaya mengawal setiap ibadah kita agar menjadi amal yang diterima Allah patutlah kita simak perkataan seorang ulama salaf bahwa setiap perbuatan apapun pasti akan ditanya dengan dua pertanyaan, yakni mengapa dan bagaimana. Mengapa kita berbuat dan bagaimana kita berbuat.

Pertama, pertanyaan tentang mengapa kita berbuat. Pertanyaan ini berkaitan dengan alasan dari perbuatan yang kita lakukan. Bila kita kaitkan dengan ibadah kita, pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui niat apakah yang melatar belakangi ibadah yang kita lakukan.

Sebagaimana yang sudah kita pahami bersama bahwa niat merupakan salah satu perkara utama dalam ibadah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya”. (HR. Bukhori dan Muslim) Maksudnya adalah balasan dari setiap amal itu sesuai dengan niatnya.

Karena setiap amal baik itu mengandung penerimaan maka hadits di atas dapat diartikan bahwa diterima atau tidaknya amal itu tergantung pada niatnya.

Imam Bukhari menyebutkan hadits ini di awal kitab shahihnya sebagai mukadimah kitabnya, menyiratkan bahwa setiap amal yang tidak diniatkan karena mengharap Wajah Allah adalah sia-sia, tidak ada hasil sama sekali baik di dunia maupun di akhirat.

Oleh karena itu apabila niat itu benar dan ikhlas karena Allah Subhaanahu wa Ta’aala maka akan sah pula suatu amal dan akan diterima dengan izin Allah Ta’ala. Atau bisa juga maksudnya adalah baiknya suatu amal atau buruknya, diterima atau ditolaknya, mubah atau haramnya tergantung niat.

Begitu pentingnya kedudukan niat itu hingga Yahya bin Abi Katsir mengatakan, “Pelajarilah niat, karena niat lebih penting dari amalan”. Karena dengan niatlah amalan akan menjadi baik dan perkataan menjadi benar.

Kedua, pertanyaan tentang bagaimana kita berbuat. Dalam kaitannya dengan ibadah, pertanyaan kedua bermaksud untuk mengetahui kadar mutaba’ah kepada Rasulullah di dalam beribadah. Apakah ibadah tersebut sesuai dengan perintah Allah yang di risalahkan kepada Rasulullah atau merupakan perkara yang mengada-ada.

Rasulullah bersabda:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ  رَدٌّ. [ رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم] : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ .

“Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak.” [HR. Riwayat Bukhari dan Muslim], dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.

Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa setiap ibadah yang dilakukan tanpa dasar tuntunan dari Rasulullah maka akan menjadi perkara yang sia-sia. Sehingga setiap umat Islam haruslah meneladani Rasulullah dalam setiap amal ibadahnya.

Begitu bahayanya perkara bid’ah –hal baru dalam ibadah yang tidak berdasarkan tuntunan Rasulullah– sampai Ibnu Mas’ud berkata, “Ikutilah (Sunnah Nabi) janganlah melakukan bid’ah, karena sesungguhnya kalian telah dicukupi, dan seluruh bid’ah adalah sesat.” (diriwayatkan oleh Abu Khoytsam dalam Kitabul Ilm dan Muhammad bin Nashr al Marwazy dalam as-Sunnah).

Dari dua pertanyaan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa agar setiap ibadah diterima Allah maka kita harus senantiasa memperhatikan niat kita dalam beribadah. Di samping itu, cara ibadah yang kita lakukan haruslah sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Karena ibadah adalah tujuan keberadaan manusia di bumi, maka akhiratlah yang menjadi tempat bagi pertanggungjawabnya. Sebagaimana Rasulullah bersabda :

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

“Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmu, apa yg dia amalkan, tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan pada perkara apa dia infakkan, serta badannya pada perkara apa dia gunakan. (HR. At-Tirmidzi dan beliau katakan, “Hadits hasan sahih.” Lihat Silsilah ash-Shahihah 2/666).

Sungguh merupakan suatu kebahagiaan manakala kita mengetahui jika ibadah kita diterima Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Ar Rahmah Hidayatullah Malang.
Email: [email protected]

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bagaimana beribadahibadahlarangan Allahmengapa beribadahniatperintah Allahtuntunan Rasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Munas MUI di Surabaya Mengangkat Tema Islam Wasathiyyah
Tulisan selanjutnya FKDM Minta Usut Panitia Pencetus Ide Pawai Karnaval PKI di Pamekasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031

Terbaru

  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?