Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Anggota MUI Desak Bahas Syiah, Ini Jawaban Din Syamsuddin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2015 15:31 3:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Agustus 2015 11:34
Bagikan
Prof. Dr Din Syamsudin, Ketua Wantim MUI Pusat
Bagikan

Hidayatullah.com- Harapan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur agar gelaran Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke-IX di Surabaya membahas persoalan Syiah mendapat tanggapan Ketua Umum MUI Prof Dr Din Syamsuddin.

Sebelumnya, isu tersebut muncul setelah Din Syamsuddin menyampaikan pandangannya terkait Syiah pada Rapat Paripurna yang dilakukan secara tertutup di Garden Palace Hotel, Senin 24 Agustus kemarin. [Baca: MUI Jatim Desak Munas Bahas Masalah Syiah]

“Saya ini belajar kitab-kitab Syiah, baik dari bahasa Arab maupun bahasa Persia, insya Allah cukup mendalam,” tukas Din kepada hidayatullah.com seusai acara pembukaan di Gedung Grahadi, Selasa (25/08/2015) kemarin.

Din berkesimpulan, dirinya tidak boleh gegabah dalam mentakfirkan suatu kelompok.

“Saya kemarin di rapat paripurna mengemukakan tentang fatwa dari Majma al-Fiqh al-Islami ad-Du’ali (International Fiqh Academy) di bawah naungan OKI,” papar Din.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Din, fatwa Majma al-Fiqh al-Islami ad-Du’ali menegaskan untuk tidak boleh ada pengkafiran terhadap Delapan kelompok dalam tubuh umat Islam.

Kedelapan kelompok itu adalah mereka yang mengikut 4 Imam Madzhab (Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanafi, dan Imam Hambali), 2 dari kelompok Syiah (Ja’fari, dan Zaidi), serta lainnya adalah kelompok Ibadi dan Zohiri.

“Ini fatwa ulama se-Dunia dan sudah dikukuhkan,” tegas Din.

Namun terkait kalangan Syiah lainnya, Din juga menegaskan menolak.

“Tapi ada sikap kalangan Syiah yang ekstrim, radikal, dan sinis. Itu tidak bisa ditolerir,” jelasnya.

Meski demikian, Din tetap mengingatkan untuk tidak mudah mentakfirkan, terutama jika menyangkut akidah.

“Jika masuk kelingkaran akidah, kita perlu hati-hati,” ujarnya.

Revolusi Syiah

Semetara Dr. Muhammad Kholid Muslih, MA, Ketua Program Studi Ilmu Akidah Pasca Sarjana UNIDA Gontor yang juga dikenal pakar bidang Syiah membenarkan Majma al-Fiqh al-Islami ad-Du’ali yang disebut Din.

Jebolan Fakultas Ushûluddin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dengan disertasi terkait Syiah dan Wilayatul Faqih (Imamah dalam Syiah) yang memiliki pemikiran takfir justru kelompok Syiah.

“Dua hal yang berbahaya dari Syiah itu adalah pemikiran takfiri dan tsauroh (revolusi). Dan dua hal ini yang sangat mengancam Indonesia,” ujarnya kepada hidayatullah.com, Rabu (26/08/2015) pagi.

Kholid juga mengatakan, fatwa MUI Jawa Timur Januari 2012, menetapkan ajaran Syi’ah (khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah atau yang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah sesat dan menyesatkan. [baca juga: MUI Telah Keluarkan Fatwa Pokok Kesesatan Ajaran Syiah]

Menurut Kholid, mayoritas Syiah di Indonesia adalah pengikut Imamiyah Itsnā Asyariah yang meyakini tsauroh (revolusi). [Baca: Dr. M. Kholid Muslih: Syiah di Berbagai Negara Berpotensi Memberontak]

Menurutnya, semua Negara yang dimasuki Syiah di seluruh dunia pasti melakukan revolusi dan mengangkat senjata. Termasuk temuan aparat Kuwait terbaru terkait Syiah. Cepat dan lambat hal itu akan masuk ke Indonesia, ujarnya mengingatkan pemerintah.

Siang ini, masalah Syiah menjadi bahasan di Sidang Komisi Munas MUI.

Seperti diketahui, saat menyampaikan pandangannya terkait Syiah pada Rapat Paripurna yang dilakukan secara tertutup di Garden Palace Hotel, Senin 24 Agustus, Din mengatakan telah membaca banyak buku tentang Syiah baik versi Arab atau Persia. Ia mengaku yang tidak setuju ajaran Syiah, termasuk masalah Ghadir Khum yang dinilai sudah fabrikasi (akal-akalan). */Yahya G. Nasrullah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din SyamsuddinMajelis Ulama IndonesiaMUIMunas MUI 2015Musyawarah Nasionalsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 4 Pilar Kekufuran yang Mesti Disingkirkan dalam Hati
Tulisan selanjutnya Jenderal Anton Tabah: MUI Punya Bukti Tanah Umat Islam Tolikara yang Dibakar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?