Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI Jatim Desak Munas Bahas Masalah Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2015 08:41 8:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2015 08:41
Bagikan
Acara Malam Ta'aruf, Munas MUI ke-IX di Garden Palace Hotel
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH. Abdusshomad Buchori memminta dengan hormat agar dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) kali ini membahas tentang Syiah.

Hal tersebut dilontarkan oleh KH. Abdusshomad Buchori dalam sambutannya saat mewakili ketua panitia daerah dalam gelaran acara Malam Ta’aruf, Munas MUI ke-IX di Garden Palace Hotel, Surabaya, Senin (24/08/2015).

“Saya punya estimasi, kalau sampai Syiah ini berkembang di Indonesia, akan sebagaimana di Irak dan Timur Tengah,” papar KH. Abdusshomad.

Ketua MUI Jawa Timur ini mengungkapkan kekhawatirannya jika Syiah dibiarkan di Indonesia, maka akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mumpung masih belum besar, maka ini harus dibonsai atau dilarang,” ujarnya kepada Hidayatullah.com di tempat yang sama setelah acara Malam Ta’aruf berakhir.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

KH. Abdusshomad menambahkan bahwa melarang Syiah ada landasannya dalam undang-undang konstitusi.

“Di Jawa Timur sendiri ada Pergub no.55 tahun 2012 tentang pembinaan kegiatan keagamaan dan pengawasan aliran sesat,” tambahnya.

Lebih lanjut KH. Abdusshomad menegaskan bahwa Indonesia adalah bumi Sunni, sebagai mana keputusan pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Yogyakarta beberapa waktu silam.

“Jangan mengembangkan Syiah di sini, Indonesia ini bumi Sunni sebagaimana KUII di Jogja kemarin,” tegas KH. Abdusshomad.

Saat ditanya mengenai sikap beberapa pengurus MUI yang masih cenderung berbeda pendapat terhadap Syiah, KH. Abdusshomad menegaskan bahwa momentum Munas ini untuk meluruskan hal tersebut.

“Memang masih belum kompak, masih benjol, nah kita ingin yang utuh. Makanya kami akan usul untuk dibahas pada Munas kali ini,” tandasnya.

Jika masih terdapat pengurus internal MUI yang berbeda soal Syiah, KH. Abdusshomad menyarankan sebaiknya untuk tidak dijadikan pengurus di periode mendatang.

“Karena MUI tidak demikian, MUI itu mengawal ummat dan mengembalikan Islam pada syariah yang benar,” papar KH. Abdusshomad.

Ia berharap Munas kali ini mampu menelurkan fatwa nasional terkait Syiah.

“Tahun 1984 MUI pernah menegaskan Sunni dan Syiah ini ada perbedaan mendasar maka harus diwaspadai, itu saja. Untuk itu, Kita berharap MUI Pusat mengeluarkan fatwa tentang Syiah,” pungkas KH. Abdusshomad. */Yahya G. Nasrullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KH. Abdusshomad BuchoriMajelis Ulama IndonesiaMUIMunasMunas MUI 2015Musyawarah Nasionalsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Hal, Bagaimana Cara Kita Beribadah Kepada Allah?
Tulisan selanjutnya Bersyukur (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?