Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Sahabat Nabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2015 11:43 11:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Agustus 2015 11:43
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

KEISTIMEWAAN agama Islam adalah adanya generasi emas yang hidup bersama Nabi. Mereka adalah orang-orang yang paling paham tentang kehidupan Nabi termasuk manhaj dan ajaran yang Allah wahyukan kepadanya. Orang-orang yang dimaksud adalah para sahabat.

Sahabat adalah agama. Begitu saya berpendapat. Mungkin ada yang bertanya, kenapa bisa seperti itu? Pertanyaan ini sebetulnya terjawab dengan pernyataan Ibn Sirrin, ulama Tabi’in yang hidup setelah zaman sahabat tepatnya kisaran abad kedua Hijriah. Katanya, Inna hadzal ‘ilma din fandzur akahadukum min-man takhudzuna dinahu. Na’khudzu min ahlis sunnati sunnatahu wa natruku min ahlil bid’ah bid’atahu. (Ilmu ini adalah agama, dan hendaklah setiap orang di antara kalian tau dimana ia mengambil agamanya. Kita mengambil sunnah dari para Ahlus Sunnah dan meninggalkan bid’ah dari pada ahli bid’ah).

Karena sahabat adalah generasi dan golongan yang paling tau tentang ajaran agama yang diajar dan diamalkan Rasulullah maka, mereka adalah sumber ajaran dan ilmu itu. Jadi, sahabat adalah agama. Dan, bagaimana kita dapat mengetahui agama ini tanpa melewati mata rantai generasi sahabat. Mustahil.

Pertanyaan yang muncul kemudian, Siapakah yang layak disebut sahabat? Untuk itu, saya mencoba memaparkan kembali makna sahabat yang dimaksud dalam agama. Bukan sekadar pengertian yang umum dipahami orang dengan arti kawan, sejawat, sesyarikat, teman, dan semisalnya. Berikut ini makna sahabat dari tulisan Rappun Samsudin.

Sahabat berasal dari asal kata Shahabah (ash-shahaabah, الصحابه (Arab)

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Terminologi shahabat yang paling mendekati subtansi sebenarnya menurut para peneliti adalah definisi yang dikemukakan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H), bahwa shahabat adalah, “Orang yang berjumpa dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Islam”, (Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Ishobah, 1/6, Beirut, Daar al-Jiel, 1412 H).

“Sahabat adalah orang yang pernah duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam walau untuk sesaat, mendengar darinya walau sepatah kata, atau pernah menyaksikan beliau dalam suatu kondisi, dengan syarat orang tersebut tidak dalam keadaan munafiq dan tidak menjadi munafiq hingga ia meninggal.”[ Ali bin Ahmad vin Hazm, al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam (Beirut: Dar Kutub al-Ilmiyyah, tth.) , jil. II, h. 86.]
Termasuk dalam kategori ini, orang yang menjumpai beliau, baik dalam interval waktu yang lama maupun singkat, meriwayatkan (hadits) dari beliau maupun tidak, turut berperang beserta beliau maupun yang tidak, orang yang melihat beliau walaupun tidak pernah menemani beliau, dan orang yang tidak melihat beliau disebabkan sesuatu hal, seperti buta. (Ibnu Katsir, al-Ba’its al-Hatsits, Syarhu wa Ikhtishar Ulum al-Hadits, disusun oleh: Ahmad Muhammad Syakir, Beirut: Daar al-Kutub al-Ilmiyah, halaman. 185).

Maka yang tidak termasuk dalam kategori sahabat ini adalah:

Pertama, orang yang bertemu beliau dalam keadaan kafir, kendati masuk Islam setelah beliau wafat.

Kedua, orang yang beriman kepada Nabi Isa dari ahli kitab sebelum diutus Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dan setelah diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dia tidak beriman kepada beliau.

Ketiga, orang yang beriman kepada beliau kemudian murtad dan wafat dalam keadaan murtad, (Ibnu Hajar, al-Ishobah, 1/7-8).

Nah, berdasarkan batasan dan definisi shahabat di atas, ada yang unik dari pernyataan al-Hafidz al-Dzahabi tentang Nabi Isa putra Maryam alaihimas salam dalam bukunya “Tajriid Asma’ al-Shahabah”: “Isa putra Maryam alaihis salam adalah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dan juga seorang Nabi; sebab beliau sempat melihat Nabi shallallahu alaihi wasallam pada malam Isra’ dan mengucapkan salam padanya. Dia-lah shahabat yang paling terakhir meninggal dunia.” (Al-Dzahabi, Tajriid Asma’ al-Shahabah, 1/432, Daar Ma’rifat, Beirut).

Demikianlah, sebab Isa putra Maryam alahis salam, telah bertemu dan melihat Rasulullah shallallahu alaihis salam, beriman kepada nubuwat beliau, serta akan wafat dalam keadaan beriman di akhir zaman kelak, setelah diturunkan kembali ke muka bumi. Dan diantara hikmah turunnya beliau di bumi, setelah pengangkatannya ke langit, selain untuk mendustakan kaum Yahudi dan Nashara serta membunuh Dajjal, juga agar beliau wafat dan dimakamkan di muka bumi. Tidak diperkenankan bagi makhluk yang berasal dari tanah untuk mati di luar bumi. (Lihat: Yusuf bin Abdillah al-Wabil, Asyrath al-Sa’ah, Saudi Arabiyah, Daar Ibni al-Jauzi, hal. 356-357). Wallahu A’lam!

Penulis peserta Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) BAZNAS-DDII; Mahasiswa Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:rasulullahSahabatSahabat Nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Video]: Aksi Heroik Gadis Palestina Gigit Lengan Tentara IDF Membuat Zionis Lari
Tulisan selanjutnya Kisah Pembebas Bone-Bone dari Asap Rokok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?