Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2024 21:22 9:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2024 21:40
Bagikan
Bagikan

Pembahasan tentang bid’ah ini tidak akan pernah selesai sampai kapan pun, karena ada perbedaan “pemahaman” dan “pemaknaan” dalam beberapa kelompok

Hidayatullah.com | MENGAPA kata “bid’ah” selalu menarik didiskusikan? Karena kata ini bermakna “perkara baru”.

Namanya “hal baru, inovasi”, maka, ia selalu hangat pada setiap waktunya. Dan, ada yang memaknai “bid’ah” secara harfiah, ada yang memaknai secara “maknawiyah”.

Ada pula yang memaknai secara “teologis”. Dan ada yang hanya ikut-ikutan tentang “bid’ah itu sesat”, tanpa memahami konsep bid’ah yang sesat.

Atau sebaliknya, terlalu bersemangat dengan bid’ah hasanah, sehingga lupa bahwa agama ada dalilnya (dengan batasan-batasan tertentu).

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat
Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

Ada pula, yang kokoh seperti semen gersik bahwa seluruh bid’ah adalah sesat, karena tanpa mampu membaca literasi lain terkait dengan kata “bid’ah” sendiri, sehingga sekelas Imam Syafi’i dan Imam Nawawi disesatkan.

Tanpa, memahami yang dimaksud dengan bid’ah mahmudah dan bid’ah madzmumah (tercela). Sehingga baginya, tidak ada bid’ah mahmudah/hasanah.

Urusan bid’ah sebenarnya bisa lebih disederhanakan, walau ini tidak pernah sederhana, karena ancamannya adalah “neraka”. Tinggal bagaimana melihat dan membaca bid’ah ini.

Masalahnya bagaimana memahami kata “kullu bid’atin dhalalah, setiap sesuatu yang baru bid’ah”, dan bagaimana praktiknya para sahabat Nabi dan Salaf?.

Adanya perbedaan “bid’ah” adalah perbedaan konsep awal dari pada ulama. Contohnya, belajar ilmu tajwid atau ilmu nahwu, apakah termasuk bid’ah?

Bila dijawab, “bukan”!. Terus namanya apa?, sedangkan belajar ilmu nahwu tidak pernah ada pada masa Nabi.

“Oh, ilmu nahwu bukan persoalan ibadah”, “katanya.

Kalau belajar ilmu nahwu bukan ibadah (apalagi untuk memahami tafsir), berarti belajar ilmu nahwu adalah sia-sia dan tidak dapat pahala. Kalau belajar ilmu nahwu adalah bid’ah, berarti belajarnya adalah sesat.

“Ia tidak seperti itu!”. Terus seperti apa?

Dari sini saya melihat, bahwa perbedaan konsep bid’ah ini yang kemudian mendatangkan beberapa perbedaan. Sehingga ada yang kukuh dengan tak ada pembagian bid’ah, dan ada yang membagi bid’ah menjadi dua dan seterusnya.

Karena berbeda memahami kata “bid’ah” itu sendiri. Saya tidak akan banyak mengutip “maraji’”, karena akan menjadi makalah atau bahkan menjadi buku, apalagi hanya menulis catatan ringan di FB atau di IG.

Ya, hanya sedikit mengutip, makan bid’ah menurut beberapa ulama. Dan lebih banyak saya ambil dari alsunna.

Secara bahasa, bid’ah adalah “sesuatu yang diadakan tanpa ada contoh sebelumnya”.

جئت بأمر بديع أي محدث عجيب لم يعرف قبل ذلك.

“Aku datang dengan sesuatu yang baru (badi’)”, yakni sesuatu yang baru dan mengagumkan yang sebelumnya tidak dikenal.

Secara syariat, bid’ah adalah sesuatu yang diada-adakan yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits, sebagaimana dijelaskan oleh alim lughah yang cukup terkenal, Al-Fayumi, dalam bukunya Al-Misbah al-Munir, pada kata dasar “ب د ع” (b-d-‘a).

Hal ini juga disebutkan oleh Muhammad Murtadha Al-Zabidi, dalam Taj al-Arus pada kata yang sama. Dalam Al-Mu’jam al-Wajiz (Jilid 1, hlm. 45) disebutkan: “Bid’ah adalah sesuatu yang diada-adakan dalam agama atau yang lainnya, di mana seseorang memulai sesuatu tanpa contoh sebelumnya.”

Pembahasan tentang bid’ah ini tidak akan pernah selesai sampai kapan pun. Karena, memang sudah beda “pemahaman” dan “pemaknaan” yang berbeda. Apalagi sama-sama merujuk kepada ulama’nya masing-masing yang dianggap paling alim dan paling berpengaruh.

Yang juga menjadikan sebuah perbedaan, karena perbedaan pendekatan; sosiokultural, kontektual dan teologis. Sebagian orang melihat bid’ah dari sisi sosiokultural, di mana bid’ah dalam praktik keagamaan dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks ini, perdebatan sering muncul ketika tradisi atau kebiasaan yang baru diterapkan dalam masyarakat Muslim. Ada juga pandangan yang menekankan pentingnya memahami konteks ketika membicarakan bid’ah.

Bid’ah dianggap tidak selalu negatif, terutama jika didasarkan pada perubahan zaman yang menuntut adaptasi baru dalam menjalankan syariat, selama tidak menyimpang dari pokok ajaran agama.

Misalnya, penggunaan teknologi dalam penyebaran dakwah atau penyelenggaraan kegiatan ibadah yang difasilitasi dengan alat-alat modern.

Dalam kerangka teologis, bid’ah sering dikaitkan dengan perbedaan interpretasi dan mazhab dalam Islam. Beberapa mazhab lebih ketat dalam membedakan antara apa yang dianggap sebagai sunnah dan bid’ah, sementara yang lain mungkin lebih longgar dan memberikan ruang untuk bid’ah selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip utama agama.

Apakah masih banyak perbedaan tentang bid’ah?. Masih, dan tidak akan pernah selesai.

Selain perbedaan konsep, makna, juga perbedaan praktik. Belum lagi, para ulama berbeda pendapat apakah bid’ah hanya terbatas pada masalah ibadah ataukah termasuk dalam perkara di luar ibadah.

Terus, ibadah yang seperti apa, dan yang bukan ibadah seperti apa?. Ini juga masih terus tampa henti.

Selama konsep bid’ah dan batasannya berbeda, maka akan selalu terdapat perbedaan. */Dr Halimi Zuhdy, doktor Bahasa dan Sastra Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 📷 IG Halimizuhdy3011

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bid'ahbid'ah hasanahHeadlinemakna bid'ahPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU: Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo terkait Jabatan Menteri
Tulisan selanjutnya Hidayatullah dan PITI Resmian Masjid Cheng Ho di Karo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Opini
25 Juni 2026 17:06
Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidcompedia

Memahami Kalimat Takwa

28 November 2023 14:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?