Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Pidato Israel di PBB Tak Singgung Palestina, Mahmub Abbas Tak Punya Gigi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2015 06:50 6:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2015 06:44
Bagikan
Mahmud Abbas (Kiri), Benyamin Netanyahu (kanan); Abbas hanya boneka yang tak ditakuti bagi AS dan Israel
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Kamis (01/10/2015, dalam pidato di Sidang Umum PBB, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan agar perundingan perdamaian dengan Palestina segera dilakukan untuk menyelesaikan konflik yang mendera kedua pihak selama puluhan tahun.

Pidato Netanyahu sedikit sekali menyinggung tentang Palestina, namun ia kembali mengulang seruannya bahwa penjajah Israel “siap melakukan negosiasi langsung tanpa syarat” dengan Palestina.

Selama ini Palestina bersikeras baru akan memulai kembali perundingan jika Israel melepaskan tawanan Palestina, menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina dan jika perundingan berlandaskan garis perbatasan yang ada sebelum perang tahun 1967.

Dalam pidato di hadapan sidang majelis umum PBB sehari sebelumnya, pemimpin otoritas Palestina dukungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Mahmud Abbas menyatakan Otoritas Palestina tak lagi terikat Perjanjian Perdamaian Oslo, maupun perjanjian lainnya yang menjadi landasan solusi dua negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan secara damai.

Mahmud Abbas menuduh Israel melanggar perjanjian yang ditandatangani tahun 1993 dan 1994, dan mengatur keamanan, ekonomi dan isu lainnya terkait wilayah Palestina yang diduduki Israel setelah perang tahun 1967.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Menariknya, seorang kolumnis Palestine Information Centre (PIC), Ahmad Alhajj mengatakan, tidak ada orang yang serius ketika mendengar ancaman Mahmud Abbas bahwa dirinya tidak akan meneruskan komitmennya dengan kesepakatan-kesepakatan dengan Israel .

“Lihat saja, minimal, tidak ada sama sekali reaksi dunia terhadap pidato Abbas di depan PBB yang sama sekali tidak mengubah rute perundingan di kawasan,” tulis Ahmad Alhajj.

Dalam pidatonya, Abbas menggunakan kata perdamaian sebanyak 20 kali. Sementara kata kesepakatan diulang 14 kali. Ini menunjukkan Abbas tak akan menghindar dan menarik diri dari perundingan, tulis Ahmad. “Bahkan ada satu alenia penuh menyebut sisi-sisi positif kesepakatan damai bagi Palestina.”

Abbas mengatakan, “Kami sejak berdirinya otoritas nasional Palestina, sampai saat ini bekerja dengan cepat untuk membangun negara kami dan infra struktur kelembagaannya dan kedaulatannya. Kami sudah hasilnya di lapangan secara hakiki..” siapa yang mau menimbang pujian Abbas terhadap proses perundingan ini bahwa dirinya akan menarik diri dari perundingan?

Abbas bahkan tak menyebut kata “perlawanan” atas penjajah sama sekali. Dia mengancam akan menarik diri dari kesepakatan sementara dia sendiri gak punya gigi, ujar Ahmad Alhajj.

Abbas dinilai mengancam namun bibirnya gemetar. Bahkan sebanyak enam kali Abbas meminta agar bangsa Palestina dilindungi.

“Saya minta ada perlindungan internasional, tolong kalian lindungi kami butuh perlindungan internasional. Kami berharap kepada kalian,” kata Abbas.

Padahal itu sudah berulang-ulang disampaikan oleh Abbas di depan pejabat dunia, namun tanpa respon.

Sementara itu, Abbas melupakan sama sekali “hak kembali” pengungsi dan warga Palestina yang terusir kepada penjajah. Kata hak kembali itupun tak disebut sama sekali dalam pidatonya.

Yang menarik, kesulitan dan penderitaan yang dialami pengungsi Palestina di sejumlah negara Arab akibat penjajah Israel, sama sekali hilang dari pidato Abbas. Penderitaan pengungsi Palestina di Suriah sama sekali juga tak dapat bagian dari pidatonya. Seakan tak terjadi apa-apa dengan mereka.

Penderitaan pengungsi Palestina di Yarmouk, blockade Gaza, tak disinggung. Kata Al-Aqsha hanya disebut dua kali, itupun tanpa makna dan tekanan. Sebab dia sendiri bersama aparat keamanan dinilai ikut melakukan aksi kekerasan terhadap aksi membela Al-Aqsha.

Saat berbicara masalah blockade di Gaza, di mana presiden kudeta, Jenderal al-Sisi sebelumnya menyatakan pembongkaran terowongan bawah tanah dan pelongsorannya dengan air sudah dilakukan sesuai dengan koordinasi dengan Otoritas Palestina yang dipimpin Mahmud Abbas.

Sementara itu, penasehat senior gerakan Hamas Ghazi Hamad mengatakan kepada Al Jazeera, pengibaran bendera Palestina di markas besar PBB sebagai “langkah positif”, namun ia menambahkan hal itu saja ‘tidaklah cukup’ bagi kemerdekaan Palestina.

Hamad mengatakan kepada Al Jazeera, hanya dengan persatuan antara Tepi Barat dan Gaza Palestina dapat “menghadapi pendudukan Israel dan mendirikan negara Palestina yang merdeka”.

Karena itu, Hamas juga menyerukan Mahmud Abbas untuk membatalkan semua perjanjian dengan penjajah Israel.

Walhasil, berkibarnya bendera Palestina di Markas Besar PBB sama sekali tidak ada hubungannya dengan kemerdekaan Masjidil Aqsha dan Palestina.

Perjanjian dengan penjajah Israel, kesepakatan-kesepakatan yang diprakarsai oleh PBB bukan hanya hari ini, bahkan sudah ratusan kali dan berjalan semenjak Palestina dijajah. Namun tetap saja dikhianati Zionis.

Sebab Masjidil Aqsha, Palestina dan urusan Islam tidak akan pernah selesai hanya dengan kesepakatan-kesepakatan yang nampak manis namun menipu, yang sudah dilakukan kaum kafir, kecuali muqawwamah dan Jihad Fi Sabilillah hingga penjajah keluar dari Bumi Palestina yang diberkahi.

Meminjam untaian hikmah Ali Bin Abi Thalib radhiallahu anhu, “Lihatlah kemana arah anak panah musuh-musuh Allah, di sana kau akan menemukan yang haq.”*/Ismail Abu Nuha

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benyamin NetanyahuMahmud AbbaspalestinaPBB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cholil Ridwan: Waspada! PKI Siapkan Angkatan Kelima yang Dipersenjatai
Tulisan selanjutnya Politisi Swiss Prakarsai Gerakan Melarang Niqab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?