Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Politisi Swiss Prakarsai Gerakan Melarang Niqab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2015 06:56 6:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2015 06:56
Bagikan
Baliho anti niqab di Swiss.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang politisi sayap kanan Swiss yang memprakarsai gerakan anti menara masjid mencari dukungan untuk melarang penutup wajah (burqa dan niqab).

Dalam artikel yang ditulis oleh OnIslam, Walter Wobmann dan sekutu-sekutunya berkumpul untuk meluncurkan dukungan “Ya untuk larangan hijab”, sebagai langkah pelestarian budaya Swiss dan untuk memadamkan cahaya Islam.

Langkah ini diluncurkan hari Selasa kemarin. Jika sudah terkumpul 100.000 tanda tangan, rencananya dukungan tersebut akan dibawa ke referendum di bawah sistem demokrasi langsung Swiss.

“Dalam budaya kami, Anda tidak boleh menutupi wajah Anda, Anda menunjukkannya. Itu budaya kami, itulah masyarakat kami,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, hijab merupakan pakaian yang dianggap wajib bagi sebagian wanita Muslimah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Semakin banyak muslim yang berdatangan ke Swiss lewat rute pengungsi, dan penting bagi orang-orang ini mengetahui peraturan apa yang kami punya di daerah sini,” kata Wobmann.

“Penting bagi kami mengambil langkah sejak awal, atau selanjutnya ini akan menjadi lebih sulit.”
Swiss telah menjadi rumah bagi 400.000 Muslim atau sekita 5 persen dari jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 8 juta orang.

“Semakin banyak muslim yang berdatangan ke Swiss lewat rute pengungsi, dan penting bagi orang-orang ini mengetahui peraturan apa yang kami punya di daerah sini,” kata Wobmann.

“Penting bagi kami mengambil langkah sejak awal, atau selanjutnya ini akan menjadi lebih sulit.”

Sementara hijab merupakan pakaian yang wajib dikenakan oleh setiap wanita Muslimah.

Tahun 2009, gerakan Islamophobia merebak di Swiss. Gerakan ini pertama digagas kelompok anti-Islam, Swiss People’s Party (SVP), yang gencar berkampanye tentang larangan menara masjid di negara-negara Eropa.

Bagi SVP, menara masjid merupakan simbol syariah Islam dan tidak cocok dengan sistem hukum Swiss. Namun pemerintah Swiss sendiri menentang ide SVP dan menyebutnya inkonsitusional dan diskriminatif.

Bahkan Uskup Katolik Roma Swiss menyerukan rakyat negeri itu menolak usulan larangan menara.

“Saya yakin rakyat Swiss akan memilih ‘tidak’ untuk larangan menara masjid,” kata Hisham Maizar, presiden Federasi Organisasi Islam di Swiss kala itu.*/ Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti Islamcadarislamophobiajilbablarangan menaramasjidniwabswiss
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pidato Israel di PBB Tak Singgung Palestina, Mahmub Abbas Tak Punya Gigi
Tulisan selanjutnya Rela Dipenjara, Asal Saudara Tak Berkhianat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?