Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Try Sutrisno: ‘Aparat Hanya Membela Diri’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Januari 2004 09:16 9:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Januari 2004 09:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sidang pelanggaran Hak Asasi Manusia Ad Hoc Kasus Tanjungpriok kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/1) kemarin agak istimewa. Pasalnya, sidang dengan terdakwa bekas Komandan Komando Daerah Militer Jakarta Utara, Mayor Jenderal Purnawirawan Rudolf Adolf Butar Butar itu kedatangan seorang saksi istimewa. Salah seorang saksi yang dihadirkan itu adalah Mantan Wakil Presiden Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno. Dalam kesaksiannya, Try menegaskan saat peristiwa terjadi pada 12 September 1984, aparat keamanan yang bertugas hanya membela diri. Dia juga mengatakan, sebagai Pangdam Jaya saat itu secara moral dirinya sudah bertanggung jawab. Namun bila terjadi tindak pidana, dirinya tak bisa begitu saja menanggung resikonya. Menurut Try, pelaku tindak pidana di lapangan yang seharusnya bertanggung jawab. Dalam kesaksiannya, Try menegaskan bahwa peristiwa Tanjung Priok terjadi semata-mata merupakan tindak pengamanan yang dilakukan oleh Kodam Jaya. Peristiwa ini, menurut Try, terjadi karena aparat yang akan diperbantukan untuk mengamankan Polres Jakarta Utara terhadang oleh masyarakat yang sudah beringas dan membawa senjata tajam. “Massa telah terprovokasi oleh penceramah-penceramah di Jalan Sindang,” ujarnya seperti dikuti tempo interaktif Rekayasa? Desember lalu, (19/12/2003) sidang lanjutan kasus pelanggaran hak asasi manusia berat Tanjungpriok diwarnai oleh pencabutan berita acara pemeriksaan (BAP). Saksi Amir Mahmud dan Suherman, dua saksi penting kejadian itu justru memberi keterangan yang meringankan terdakwa Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal TNI Sriyanto dalam sidang yang digelar di Pengadilan HAM Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/12). Saksi Suherman yang saat peristiwa Tanjungpriok 19 tahun silam turut mengalami luka tembakan di bagian tangan, membantah berita acara pemeriksaan yang pernah dibuatnya. Dia mengatakan, saat kejadian, ribuan massa bergerak menuju Kantor Markas Kodim Jakarta Utara dengan berbagai senjata seperti batu, celurit, bambu untuk menyerang aparat. Keterangan ini berbeda dengan BAP yang dibuat Suherman di Kejaksaan Agung. Keanehan lain dari Amir Mahmud adalah, kesaksian meringankan terhadap terdakwa Mayjen Sriyanto. Menurut dia, ribuan massa yang dipimpin Amir Bhiki terus menyerang aparat, meski telah diberi tembakan peringatan. Karena terus bergerak, aparat terpaksa menembaki massa yang menyebabkan sedikitnya sembilan nyawa melayang. 19 tahun silam, tepatnya 12 September 1984, pasukan militer melepaskan tembakan ke arah aktivis-aktivis Islam. Empat belas jam setelah peristiwa itu, Pangkopkamtib LB Moerdani didampingi Harmoko sebagai Menpen dan Try Sutrisno sebagai Pangdam Jaya memberikan penjelasan pers menyatakan telah terjadi penyerbuan oleh massa Islam di pimpin oleh Biki, Maloko dan M. Natsir. Sembilan korban tewas dan 53 luka-luka, kata Benny ketika itu. Sejumlah saksi kasus Priok pernah melaporkan, korban saat itu berjumlah tidak kurang 400 orang. Mereka diberondong dengan senjata tajam dan kemudian dilemparkan ke atas truk. Menurut kesaksian Mayor (Purn) Lasmana Ibrahim, malam itu, koordinasi peristiwa adalah Pangkobkabtib di bawah pimpinan Pangab yang saat itu dipimpin LB Moerdani dan Pangdam Jaya di bawah Try Sutrisno. Sayangnya, dua mantan petinggi militer ini namanya tak pernah disebut sebagai pihak yang terlibat. Beberapa bulan lalu, saat mulai digelar sidang kasus ini, beberapa saksi dan pihak keluarga korban Priok, didamping Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengaku merasa ‘diteror’ oleh pihak-pihak tertentu. Meski perisriwa yang telah melukai perasaan umat Islam itu telah berjalan hampir 19 tahun, toh seribu keanehan terus menyelimutinya hingga kini. (sctv/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HT Desak Perancis Cabut Larangan Jilbab
Tulisan selanjutnya Ungkap Bush, Paul O’Neill Diperiksa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Berita
5 Juni 2026 21:50
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?