Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ungkap Bush, Paul O’Neill Diperiksa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2004 12:01 12:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2004 12:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Juru bicara departemen itu, Rob Nichols, melihat tayangan dokumen yang bertanda “rahasia” dalam tayangan program 60 Minutes TV CBS, Minggu lalu. Tayangan itu menampilkan wawancara dengan O?Neill terkait peluncuran buku yang menyerang Bush tersebut.

“Kami menyerahkan kasus itu pada kantor inspektur jenderal hari ini,” jelas Nichols kepada wartawan kemarin.

Sebagaimana diberitakan, O?Neill mengungkapkan, sejak awal kepemimpinannya, Bush langsung merencanakan serangan ke Iraq untuk menjatuhkan Saddam Hussein jauh sebelum adanya serangan 9/11.

Rahasia tersebut terungkap lewat buku The Price of Loyalty yang ditulis mantan wartawan Wall Street Journal, Ron Suskind.

Buku tersebut didasarkan pada pengakuan O?Neill dan dokumen-dokumen berkategori rahasia yang diberikannya kepada Suskind. Menurut O?Neill, Bush lantas mencari-cari alasan untuk menyerang Iraq.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Bush memilih diam. Dia tidak berniat membalas serangan O?Neill. Menurut dia, kebijakan untuk menginvansi Iraq dan menjatuhkan Saddam diwarisi dari presiden sebelumnya, Bill Clinton.

“Kebijakan itu segaris dan ditambah serangan 11 September yang tiba-tiba,” jelas Bush kepada wartawan saat KTT OAS di Monterrey, Meksiko, kemarin.

Menurut dia, yang dilakukannya semata demi melindungi keamanan rakyat AS. “Itu kewajiban saya. Dan, saya sudah melakukannya secara serius,” tegasnya.

Dia menegaskan, Saddam memang layak disingkirkan. Bush merasa sudah berusaha mendapatkan dukungan internasional untuk melakukan hal itu, meski gagal. “Sekarang dia tidak berkuasa. Dan, hal itu menjadikan dunia lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, juru bicara Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyatakan, London mengharapkan resolusi damai bagi situasi Iraq sebelum memutuskan untuk menginvansi.

“Jika Anda memperhatikan hal yang terjadi untuk menghormati diplomasi, seluruh negara mencoba menyelesaikan hal itu melalui jalur diplomasi,” ujarnya, Senin.

Buku karangan Suskind tersebut mempunyai referensi pada dokumen rahasia pemerintah, termasuk salah satu yang ditandai “rahasia” dan disebut “Rencana untuk Iraq Pasca-Saddam”. Menurut Suskind, meski O?Neill adalah sumber utama, dia juga mewawancarai ratusan orang lainnya untuk melengkapi bukunya tersebut. Termasuk di antaranya sejumlah anggota kabinet.

Menurut dia, Menhan Donald Rumsfeld sempat mengingatkan O?Neill untuk tidak membantu penyusunan buku tersebut. (afp/jp)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Try Sutrisno: ‘Aparat Hanya Membela Diri’
Tulisan selanjutnya Pantas Coca-cola Diboikot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?