Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Sikap Muslim terhadap Natal dan Tahun Baru [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2015 11:49 11:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2015 11:23
Bagikan
Karyawan muslim menggunakan topi Santa [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Sastrawan Tarigan

SETIAP tahun sudah menjadi umum bahwa perayaan natal dan tahun baru senantiasa dilaksanakan, dan sudah menjadi hari libur nasional. Tak ada masalah dengan perkara ini, karena ia merupakan perayaan umat Kristiani. Yang menjadi masalah adalah Muslim ikut-ikutan dalam perayaan tersebut. Bahkan terkadang dipaksa untuk ikut dalam perayaan tersebut.

Sudah menjadi umum ketika menjelang natal di pusat-pusat perbelanjaan banyak kita jumpai pegawainya memakai topi santa claus, tak masalah jika ia Kristen. Namun nyatanya banyak yang ditemukan adalah wanita-wanita yang memakai jilbab yang menggunakan topi santa claus. Ini yang menjadi masalah.

Adapun Santa Claus (Sinterklas) sendiri tidak ditemukan sedikit pun kisahnya dalam Alkitab. Ia berasal dari mitologi Yunani, tentang kisah Dewa Odin yang naik rusa kutub yang mendarat di atas cerobong asap rumah, lalu memberikan hadiah, dan identik dengan memberikan melalui kaos kaki. Hal ini diakui sendiri oleh orang Kristen. Adapun kisah tentang Uskup Santo Nicholas yang ditarik rusa kutub untuk membagi-bagikan hadiah, ini pun hanya mitos. Yang pada intinya bisa ditarik kesimpulan santa claus ini banyak diwarnai mitos dan tidak ada kepastian sumbernya.

Berikutnya tentang perayaan natal itu sendiri, bahwa benarkah hari lahir Yesus itu tanggal 25 Desember? Mari kita lihat apa yang disebutkan Alkitab.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.

Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud — supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuan, di kota Daud. ( Lukas 2:1-11).

Kalangan Kristen meyakini, Yesus lahir ketika gembala-gembala yang menjaga ternak pada waktu malam. Jika itu terjadi di bulan Desember, maka kondisi kota Betlehem sangat dingin. Maka kemungkinan terjadinya adalah sebelum itu. Ada yang menyebutkan sekitar bulan Oktober. Dan jelas Alkitab tidak memberikan pasti tanggalnya. Jadi soal kelahiran saja masih berselisih.

Pada abad ke 4 lebih tepatnya tahun 325 Masehi, ketika terjadi Konsili Nicea di masa kaisar Konstantin yang beragama pagan. Salah satu hal yang dilakukan ketika itu adalah, mengkristenkan apa-apa yang ada di agama pagan. Salah satunya adalah perayaan 25 Desember yang merupakan hari titik balik matahari pada musim dingin yang biasa dilakukan pemujaan dewa matahari oleh orang-orang pagan.

Pada masa natal juga terdapat berbagai atribut lain, seperti pohon natal dan lain sebagainya. Adapun pohon natal yang biasa dilambangkan dengan pohon cemara yang sisi-sisinya akan digantungkan apel, melambangkan penebusan yang akan datang. Dan untuk pohon sendiri, sudah lama digunakan sebagai bentuk pemujaan di zaman pra-Kristen.

Begitu banyak mitos dan percampuran dengan ritual-ritual kaum pagan yang terjadi dalam perayaan natal ini. Maka tak heran jika tak semua Kristen merayakan perayaan ini. Bagi mereka yang mengetahui hakikat perayaan ini, maka ia tidak merayakan perayaan natal. Karena menurut mereka ini tidak bersumber dari Alkitab.

Selanjutnya bagaimana dengan Tahun baru Masehi? Perayaan memperingati tahun baru telah lama dikenal di dunia, dan berasal dari kaum pagan. Adapun perayaan tahun baru sekarang kemungkinan besarnya berasal dari perayaan yang dilaksanakan oleh Kaisar Julius pada tahun 46 SM, untuk merayakan hari dewa Janus yang dari namanya lah kata bulan Januari diambil. Pada perayaan ini orang berpesta dan melakukan hal-hal yang amoral. Adapun orang-orang Kristen melaksanakan ibadah pada tahun baru, sebagai refleksi rohani mereka. Dengan berdo’a pada malam tahun baru, dan pergi ke gereja pada pagi hari ditanggal 1 Januari atau dihari minggunya.

Dewasa ini, perayaan tahun baru juga tidak jauh-jauh dari itu. Bahwa perayaannya dilaksanakan dengan hura-hura, bahkan tidak sedikit terjadi kasus perzinahan di malam tahun baru. Orang-orang berpesta pora, hanya untuk satu malam. Dan mirisnya banyak di dalamnya adalah Muslim.* (Bersambung)

Penulis meninat masalah agama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelahiran Yesusnataltahun baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abu Bakar ash-Shiddiq, Seorang Khalifah Juga Mujtahid
Tulisan selanjutnya Al-Azhar Adakan Lomba Ilmiah Bantah Syiah untuk Mahasiswa Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?