Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Lima Santrinya Tenggelam, Ponpes Miftahul Huda Doakan Syahid

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 Januari 2016 08:23 8:23 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 Januari 2016 08:45
Bagikan
Ponpes Miftahul Huda, Senting, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Lima santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Boyolali, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi, Rabu, 10 Rabiuts Tsani 1437 (20/01/2016).

Pihak Ponpes yang mengkonfirmasi kebenaran berita itu mendoakan agar kelima santrinya berpulang dalam kondisi syahid.

“Ya, Pak, benar mereka meninggal dalam keadaan tholabul ilmi (menuntut ilmu. Red), insya Allah syahid,” ujar Kepala Unit Kulliyatul Mu’alimin (KMI) al Wustho, Muhammad Syakir saat dihubungi hidayatullah.com, Jumat (22/01/2016) malam.

Kelima santri yang duduk di kelas 2 KMI (setingkat SMP) itu adalah Muhammad Riza (14) asal Semanggi, Surakarta; Muhammad Khoirullah (14) asal Grenjeng, Trosobo, Sambi, Boyolali; Hafidzurrahman Muhammad Al Jundi (14) asal Nguter, Sukoharjo; Abdurrofi’ Hafidz Imaduddin (14) asal Gumuk rejo, Kedung Lengkong, Simo, Boyolali; dan Mus’ab Saifudin (14) asal Gamping, Bayat, Klaten.

Dalam keterangan resminya, Ponpes Miftahul Huda menjelaskan kronologinya. Musibah itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Berawal ketika 50 santri selesai mengikuti kegiatan kepanduan. Lokasinya tidak jauh dari ponpes yang terletak di Desa Senting, Kecamatan Sambi ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebanyak 10 santri pun berjalan melalui tepian saluran irigasi dengan bergandengan tangan. Tahu-tahu, seorang di antara mereka terpeleset, sehingga 9 santri lainnya ikut terseret masuk ke dalam bak kontrol irigasi.

“Pengelola Pondok Pesantren dibantu warga setempat berusaha melakukan tindakan penyelamatan. Lima di antaranya dapat ditolong, sedangkan lima santri yang lain terjebak di dalam pusaran air bak kontrol irigasi,” terangnya.

Upaya penyelamatan pun terus dilakukan hingga semua santri ditemukan. Setelah berhasil diangkat, kelimanya segera dilarikan ke RSI Banyubening, Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali.

Dari hasil visum, terangnya, pihak RSI menyatakan kelima santri itu tidak terselamatkan.

Diyakini Syahid

Syakir, mewakili ponpes, meminta doa agar pihaknya dan keluarga korban yang ditinggalkan, diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah. Musibah itu diharapkan menjadi pelajaran bagi para pengurus ponpes.

Ia mengaku, pihaknya merasa begitu berat mendapati ujian itu. Tapi ia meyakini, para korban meninggal dalam kondisi yang baik (husnul khatimah). Karena, terangnya, selain dalam keadaan tenggelam, mereka meninggal dengan status sebagai penuntut ilmu.

Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, Syakir mengutip arti sebuah hadits riwayat Turmudzi, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.

Syakir pun menyebutkan hadits lain mengenai kesyahidan, yang diriwayatkan oleh Abu Dawud nomor 3111.

Dalam riwayat itu, terangnya, Rasulullah bersabda: “Mati syahid selain yang terbunuh di jalan Allah, ada tujuh; mati karena penyakit tha’un (lepra) syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit di dalam perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) syahid”.

Dikatakan, keluarga di antara korban itu, Riza, telah mengikhlaskan kepergian santri itu. Keluarga yakin Riza mati syahid karena sedang menuntut ilmu dan berada di lingkungan orang-orang baik.

Para korban telah dimakamkan di tempat asal masing-masing. “Semua keluarga menerima dan mengikhlaskan,” pungkasnya. [Baca: Lilitkan Badan Di Galon, Santri Hidayatullah Aceh Hampir Tenggelam Untuk Selamatkan Al-Quran]*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pesantrensantrisyahid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Desak Larang Aktifitas Anti-Pendudukan di Facebook
Tulisan selanjutnya Rakernas di Yogyakarta, Hidayatullah Teguhkan Jati Diri Tarbiyah-Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?