Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sosiolog: Gafatar Terkategorikan Gerakan Keagamaan Baru

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 31 Januari 2016 10:16 10:16 am
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 31 Januari 2016 10:16
Bagikan
Diskusi bertema “Gafatar, Gerakan Keagamaan Atau Politik?” di kawasan Jalan Braga Kota Bandung, Jum’at (29/01/2016)
Bagikan

Hidayatullah.com–Fenomena kemunculan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang belakang ini kembali muncul di masyarakat bisa kategorikan sebagai gerakan keagamaan baru (new religion movement). Gerakan demikian fenomenanya bukan hanya muncul di Indonesia namun di berbagai belahan dunia lainnya.

“Fenomena ini juga terjadi di Negara maju seperti Amerika, Asia bahkan Eropa. Namun kehadiran mereka banyak ditolak oleh induk agamanya sendiri,”ujar Sosiolog Fisip Unpad, Ari Ganjar dalam diskusi bertema “Gafatar, Gerakan Keagamaan Atau Politik?” di kawasan Jalan Braga Kota Bandung, Jum’at (29/01/2016).

Ari melanjutkan penolakan dari masyarakat tersebut membuat kelompok tersebut menjadi terkucilkan bahkan tertekan secara mental karena sanksi sosial.

Ironinya sebagian dari anggota tersebut banyak yang berujung pada rasa putus asa dengan melakukan bunuh diri bahkan melakukannya secara massal.

“Kita tahu di Amerika sampai ada insiden bunuh diri missal oleh pengikut gerakan keagamaan tersebut. Demikian juga China beberapa tahun lalu,karena mereka merasa tertekan dan terkucil secara sosial. Jika dilihat dari pengakuan para anggotanya nampaknya Gafatar tidak jauh berbeda,”imbuhnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Namun ia belum bisa memastikan apakah fenomena Gafatar masuk gerakan politik atau keagamaan murni. Meski menurut beberapa temuan yang didapat aparat kepolisian konon terdapat beberapa dokumen yang mengarah pada gerakan massa secara massif dan terstruktur layaknya manajemen sebuah Negara. Menurutnya fenomena seperti Gafatar dimana gerakan sosial yang dikemas dengan nuansa keagamaan akan selalu muncul ditengah masyarakat majemuk yang mempunyai pemahaman keagamaan yang masih rendah.

Sementara itu Jefri,mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Gafatar Wilayah Jabar menolak jika kelompoknya disebut atau dikategorikan gerakan keagamaan atau pun politik. Menurutnya Gafatar merupakan gerakan sosial murni yang anggotanya terbuka dari mana saja serta tidak berlatarbelakang suku atau pun agama tertentu.

“Kami tidak mengajarkan ajaran agama tertentu,menurut kami agama adalah ranah pribadi. Kami hanya terhimpun karena mempunyai kesadaran yang sama bahwa dunia khususnya di Indonesia akan terjadi krisis pangan,makanya kami di Kalimantan itu bertani (padi,jagung,peternakan dan perikanan) hanya itu saja,”sanggahnya.

Ia menambahkan klaim pihaknya tersebut dapat disaksikan dan dibuktikan bahwa di Mempawah Kalimantan tersebut Gafatar tidak sedang latihan militer atau membangun sarana ibadah agama tertentu. Namun lebih fokus aktivitas pertanian sebagai upaya untuk menghadapi prediksi akan terjadinya krisis pangan tersebut.

“Kami bukan kumpulan intelektual yang dapat menciptakan teknologi pangan yang modern dan canggih. Makanan pokok kita masih nasi makanya yang kita lakukan ya menggarap sawah dan menanami padi itu saja,”ujar Jefri yang mengaku masuk Gafatar mulai 2012 ini.

Sementara Ketua Umum MUI Jabar,Prof.Dr.KH.Rachmat Syafe’i yang hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa hingga saat ini MUI Pusat belum memberikan fatwa soal Gafatar dan aktivitasnya maupun ajarannya.

Namun demikian,sambung Rachmat,jika mengacu pada pengakuan dari mantan anggotanya khususnya yang bergama Islam bahwa tidak ada kewajiban shalat,puasa serta adanya klaim nabi baru maka hal tersebut sudah terkategorikan pemahaman yang sesat.

“Hingga saat ini kami (MUI) masih terus melakukan penelitian dan kajian yang mendalam. Namun dari pengakuan beberapa mantan anggotanya yang sadar tersebut rasanya orang awam pun akan tahu lah status hukum  ajaran Gafatar tersebut,”jelasnya.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliran sesatGafatarGerakan Fajar NusantaraGerakan KeagamaanNabi barunew religion movementSosiolog
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cari Uang atau Cari Rezeki? [1]
Tulisan selanjutnya Surat kabar Arab-Amerika lawan Islamophobia [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?