Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Cari Uang atau Cari Rezeki? [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2016 10:12 10:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2016 10:12
Bagikan
Buta Mata Tak Buta Hati: Penyandang tuna netra ini menggunakan tongkat menyusuri jalan menjemput rizki Allah
Bagikan

“Zaman sekarang susah cari uang. Apa-apa serba mahal. Hidup makin susah saja rasanya,” Seorang Ibu penjaja makanan ringan menggerutu sambil mengipasi tubuhnya dengan tangan. Awalnya aku tak paham kalau ia berbicara kepadaku.

“Mbak nggak susah ya cari uang? Apalagi pakaiannya seperti itu,” tatapannya seakan memberi penilaian atas busana yang kukenakan lengkap dengan niqab (cadar) yang menutupi wajahku. Kuperhatikan, kedua bola matanya bahkan hinggap sampai ke sepasang kaus kaki yang kukenakan.

Jujur, aku sama sekali tak merasa tersinggung. Kuyakini, tak ada maksud dan tendensi apapun atas pertanyaan ibu tersebut. Olehnya, aku hanya membalas dengan senyum. Kata orang, guratan senyum yang tersembunyi tetap bisa terlihat dari mata seorang perempuan.

“Rezeki itu nggak akan tertukar, Ibu. Usaha juga nggak akan berkhianat pada hasil insya Allah. Tapi ya usahanya bukan cuma ototnya saja. Tapi juga sujudnya. Alhamdulillah Ibu, saya seperti ini karena memang saya menghargai apa yang Allah berikan kepada saya. Saya merasakan bahwa Allah juga menghargai penghargaan saya atasnya. Saya berdagang, Ibu. Awalnya memang sulit. Tapi kemudahan demi kemudahan Allah berikan jalan.”

“Sudah Mbak. Saya sudah banyak amalan. Tapi hidup masih tetap seperti ini saja,” kalimat itu seakan keluar begitu saja dari mulut ibu tersebut. Lahir dari tatapan nanar mengarah pada serombongan pelancong yang berjalan santai membawa beberapa barang belanjaan. Lalu ia mengeluarkan selembar kertas yang terselip di keranjang dagangannya. Ayat sejuta dinar.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Apa yang selama ini kita cari?

Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) berfirman:

قل إن ربي يبسط الرزق لمن يشاء من عباده ويقدر له وما أنفقتم من شيء فهو يخلفه وهو خير الرازقين

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Surah Saba’ [34]: ayat 39)

Rezeki, jodoh dan maut adalah rahasia Allah. Hak mutlak dari Rabb Pemilik alam semesta. Dialah yang mengatur semua keadaan makhluk-makhluk-Nya. Begitu indah, teratur, adil, dan

bijaksana. Semuanya diciptakan berpasang-pasangan. Ada kaya dan miskin, ada laki-laki dan perempuan, ada nikmat dan musibah, dan sebagainya.

Dalam agama Islam, istilah rezeki bermakna luas. Tidak hanya berarti setumpuk uang atau materi lainnya. Terkadang manusia lupa, hanya memandang rezeki berupa segepok materi saja. Orang itu lupa bahwa hidup, nafas, sehat, lapang, senyum, bahagia, iman dan semua pemberian dari Allah, merupakan rezeki yang sangat mahal dan berharga. Ia bahkan tidak mampu terbeli dengan uang, berapapun banyaknya yang dipunyai.

Allah berfirman:

ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (bakhil); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 268).

Lihatlah, sejak dini betapa sesungguhnya Allah sendiri menyatakan bahwa takut miskin (berfikir berlebihan tentang materi) adalah tipu daya setan. Zaman ini, kita berlomba-lomba mencari kehidupan. Menakar segala bentuk sukses, bahagia dan lapang, hanya dengan pendapatan, asset dan kekayaan. Mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan iman dan aqidah sebagai seorang Muslim, demi menumpuk pundi-pundi uang.

Akibatnya syukur lalu terpinggir sampingkan. Setiap waktunya hanya merasa haus dan dahaga akan sesuatu yang lebih yang belum ia punyai. Halal dan haram, teman apalagi kawan, bahkan saudara tak lagi memberi pengaruh nyata. Kini uang menjadi tujuan utama. Jangankan saat sehat, sakitpun rela melakukan apapun.

Tak ada yang salah dengan dalih mencari nafkah untuk keluarga, agar kehidupan keluarga menjadi layak dan tidak dipandang sebelah mata. Pun demikian, tak ada yang keliru jika seorang Muslim itu kaya dan berharta banyak. Hanya saja, ada beberapa hal yang patut diluruskan sehak dini. Bahwa uang itu bukan segalanya, meski biasanya semua butuh uang. Namun mari benahi, yaitu segalanya juga tidak perlu dikorbankan untuk uang.

Mari menjemput rezeki. Sebab Allah telah cukup membagi. Mungkin cara kita menjemput rezeki yang belum benar. Mulai dari mengabaikan adzan, melupakan doa, meninggalkan silaturahim, menafikan ridha orang tua, kurang berzakat dan sedekah. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Sang Pemberi rezeki..

Nabi Shallallahu alaihi wasallam (Saw) bersabda:

“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki. Ia terbang di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di petang hari dengan perut yang telah kenyang.” (Riwayat Ahmad). .*/Rizki N. Dyah, pegiat komunitas penulis Malika

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doaKeluarganafkahrizki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kanselir Jerman Berharap Para pengungsi Suriah dan Iraq Kembali ke Negara Asalnya
Tulisan selanjutnya Sosiolog: Gafatar Terkategorikan Gerakan Keagamaan Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?