Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Laki-laki Lebih Banyak Jadi Korban daripada Perempuan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 Juni 2016 13:38 1:38 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 Juni 2016 13:30
Bagikan
(Kiri ke kanan) Sabriati Aziz (BMOIWI), Ledia Hanifa Amalia (FPKS), dan Rita Soebagio (AILA) saat rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Jakarta (31/05/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Kekerasan seksual yang dialami oleh berbagai kalangan masyarakat telah mencapai fakta yang cukup memprihatinkan. Kekerasan seksual pada dasarnya dapat dialami oleh siapa saja, baik perempuan ataupun laki-laki.

Sementara itu, kasus kekerasan seksual terhadap anak laki-laki jauh lebih banyak daripada terhadap anak perempuan.

Fakta tersebut diungkapkan oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Fraksi PKS di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Sya’ban 1437 (31/05/2016).

Kedatangan rombongan AILA bersama Presidium BMOIWI Sabriati Aziz dan lembaga lain diterima oleh anggota Badan Legislatif Matri Agung dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amalia.

Ketua AILA Rita Soebagio mengungkapkan, data korban kekerasan seksual tersebut merupakan hasil Survei Terhadap Kekerasan Anak (SKTA) tahun 2013.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Survei ini, sebutnya, diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Didukung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Centers for Desease Control and Prevention, USA.

Survei itu menunjukan beberapa fakta. Yaitu, estimasi pertama berdasarkan recent experience (pengalaman terbaru), diperkirakan 900 ribu anak laki-laki atau 1 dari 12 anak pernah jadi korban kekerasan seksual.

“Sementara kekerasan seksual pada anak perempuan, diperkirakan ada 600 ribu anak atau 1 dari 19 anak perempuan mengalami kekerasan,” sebutnya sebagaimana rilis yang diterima hidayatullah.com pada acara itu.

Estimasi kedua, lifetime experience (pengalaman seumur hidup), diperkirakan 1,1 juta anak laki-laki atau 1 dari 13 anak pernah mengalami kekerasan seksual.

Sementara kekerasan seksual pada anak perempuan, diperkirakan ada 800 ribu anak atau 1 dari 18 anak perempuan mengalami kekerasan seksual.

“Data riset ini membuktikan, kekerasan seksual bukan hanya problem yang dialami perempuan semata, namun bisa menimpa laki-laki khususnya anak-anak dalam hal ini,” sebutnya.

Mengkritisi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Di sisi lain, AILA juga mengungkap data dari Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (2010). Data dimaksud menunjukkan, sekitar 20 persen perempuan dan 5-10 persen laki-laki pernah mengalami kekerasan seksual pada suatu ketika semasa masih anak-anak.

Berdasarkan realitas dan fakta tersebut, menurut AILA, berbagai kalangan merasakan perlunya perundangan yang dapat menjamin hak-hak korban dalam berbagai kasus kekerasan.

Salah satunya dengan memberikan dukungan lahirnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Namun demikian, AILA mengkritisi, apakah RUU tersebut dapat menjamin sepenuhnya tujuan mulia di atas tanpa ada agenda yang tersembunyi di balik upaya ini?

“Untuk hal ini, diperlukan kajian kritis dan mendalam oleh berbagai pihak untuk dapat bersama-sama memberikan solusi terbaik dalam masalah perundangan, tanpa mengabaikan nilai-nilai agama, moral, dan budaya,” ungkapnya.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, RUU yang diajukan ke DPR RI oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) itu dinilai sarat dengan konsep Barat yang liberal. [Baca: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Dipandang Perlu Diwaspadai]*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AILAanakBMOIWIDPR RIFPKSkekerasan seksualkeluarga IndonesialiberalRancangan Undang undangRita SoebagioRUU Penghapusan Kekerasan SeksualSabriati Aziz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Uni Eropa: Bos Bisa Larang Jilbab dan Salib di Tempat Kerja
Tulisan selanjutnya Pendirian LBHH dan Peluncuran THR pada Silaturahim Garda Kota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?