Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Dari Peradaban Yahudi dan Barat menuju Islam [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2016 13:09 1:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2016 13:09
Bagikan
Muhammad Asad platz di UNO city, Vienna
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Disamping itu, berbagai kepala negara di negeri-negeri Muslim dengan antusias menawarkan padanya kewarganegaraan dan passport serta sedia memberinya berbagai fasilitas dan jabatan. Segala kemegahan ini tidak membuatnya tersilap, ia malah akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri bagi PBB untuk mengejar impiannya sebagai intelektual muslim guna menulis kisah perjalanannya, The Road to Mecca (Jalan ke Mekah).

Buku ini penulis baca di awal tahun 2003 sebagai salah satu dari banyak karya-karya pemikiran yang diterbitkan oleh Masjid Salman ITB yang digagas oleh almarhum Prof. Imad.

Muhammad Asad akhirnya pulang ke rahmatullah dan di kebumikan di Granada, Spanyol pada tahun 1992. Namanya pun diabadikan di United Nations Office City (UNO City) di Vienna sebagai nama jalan Muhammad-Asad-Platz pada tahun 2008 atas jasanya menjembatani dialog Barat dan Timur. Disamping itu kantor pos Pakistan pada 2013 juga menerbitkan prangko berseri sarjana muslim dengan Muhammad Asad sebagai salah satu diantaranya.

moderndiplomacy
Sumber foto: moderndiplomacy.eu

Kisah kehidupan Asad atau Leopold patut menjadi pelajaran bagi umat Islam khususnya. Terlahir dari rahim peradaban Barat yang semakin materialis dan tradisi keYahudian yang rasialis, Leo justru mengagumi Islam dengan kesempurnaan aspeknya. Disaat ia bisa mendapatkan kemegahan jabatan duniawi ia justru meninggalkannya demi intelektualitas dan sumbangsih pemikiran bagi Islam.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Bertolak belakang dengan ambisi sebagian pejabat yang haus kekuasaan dan ketika menjabat berkorupsi sehingga sedia menjual integritas moral bahkan idealitas agamanya.Bertolak belakang pula dengan sebagian anak-anak yang terlahir muslim dan bernamakan islami namun pangling dan terkesima dengan kemajuan materil Barat, sebagian bahkan meninggalkan Islam oleh sebab karir, suaka, kehidupan yang lebih baik atau sekadar pernikahan dengan si-‘pirang’, Asad justru mengkritisi falsafah Barat yang sangat materialis. Asad menulis dalam bukunya, Islam at Crossroads:

“Akan tetapi peradaban Barat modern tidaklah mengakui pentingnya ketundukan manusia terkecuali pada kebutuhan ekonomi, sosial atau nasional. Sesembahannya yang riil bukanlah hal yang bersifat spiritual: melainkan Kenyamanan (Comfort).Falsafahnya yang riil adalah tercermin dalam Ambisi pada Kekuasaan demi kekuasaan itu sendiri.Kedua hal ini diwarisi dari peradaban Romawi kuno.” (hal, 32).

Mungkin realita tantangan terbesar bagi umat saat ini adalah tantangan ‘pewasiatan’ keimanan.Hal ini karena Islam yang dijalankan oleh kita bukanlah sekedar ritual badaniyah semata, melainkan merupakan tradisi kenabian dari Adam as yang dipertegas oleh Ibrahim as dan ditutup oleh Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam hingga yaumil qiyamah menjelang.Pewarisan keimanan kepada anak sebagai pewaris genetik atau darah kita pun tidaklah mungkin karena iman tidak diwariskan melainkan dengan pe-‘wasiat’-an keimanan, pendidikan yang benar, sebagaimana berulang kali difirmankan dalam Al-Quran ketika Ya’qub as menjelang ajalnya mewasiatkan keimanan:

“Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (Q.S.Al Baqarah: 133)

Terakhir yang harus benar-benar menjadi misi bagi negeri-negeri mayoritas muslim adalah menciptakan iklim yang mendukung peningkatan kemajuan iptekagar generasi muda tidak lagi terkesima melihat kecanggihan teknologi di negeri Barat sehingga luntur keimanannya. Meski faktanya banyak paten yang lahir justru dari tangan para peneliti muslim, namun ketiadaan visi menyebabkan brain drain ini. Sebuah tugas yang tidak mudah oleh sebab kurangnya ‘political will’ pada pemimpin muslim hingga saat ini. Tidak heran ketika luluh lantaknya Jepang oleh bom atom, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama negeri sakura itu telah menjadi raksasa iptek, begitu pula dengan Jerman, Korea Selatan dan China yang mulai merajai dunia setelah sebelumnya berjibaku dengan fasisme ataupun komunisme. Sementara negeri-negeri muslim cukup berpuas sebagai konsumen setelah intelektual-intelektualnya diserap oleh dunia pendidikan dan lapangan kerja yang terbuka luas di negeri-negeri yang sekarang maju tersebut karena membangun iklim yang sehat.*/Ady C. Effendy, MA, pemerhati masalah peradaban

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratislamLeopold WeissMuhammad Asadyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Idul Fitri dengan Bleketek Sunda
Tulisan selanjutnya Ya Allah, Kasihani Kami!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?