Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

UEFA Akan Jatuhkan Sanksi Fans Celtic FC Usai Kibarkan Bendera Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2016 17:33 5:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2016 17:33
Bagikan
Ratusan bendera Palestina yang berkibar di Stadion Celtic Park ketika fans Celtic FC saat pertandangan melawan klub Israel Hapoel Be'er Sheva di ajang Liga Champions di Celtic Park, Rabu (17/08/2016)
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan bendera Palestina yang berkibar di Stadion Celtic Park ketika Celtic FC saat menjamu klub asal Israel Hapoel Be’er Sheva dalam laga play-off Liga Champions leg pertama tengah pecan rupanya berbuntut panjang.

Aksi bentuk dukungan untuk kemerdekaan Palestina ini membuat UEFA menjatuhi hukuman pada klub asal Skotlandia tersebut.

Dikatakan UEFA, aksi dukungan yang dilakukan fans Celtic dinilai melanggar peraturan UEFA Pasal 16 (2), yang menyatakan larangan menyampaikan ekspresi berkaitan dengan politik dalam perhelatan yang digelar UEFA. Masalah ini akan mulai ditangani pihak yang berwenang pada 22 September.

Sebelumnya,  suporter klub asal Skotlandia, Celtic FC mengibarkan bendera Palestina saat klubnya menghadapi klub Israel, Hapoel Beersheba pada ajang Liga Champions di Celtic Park, Rabu (17/08/2016).

Aksi ini dilakukan pendukung Celtic sebagai bentuk kecaman terhadap penjajahan Israel terhadap kedaulatan negara Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok yang menamakan diri Celtic Fans for Palestine ini juga menggalang dukung melakui laman Facebook dengan judul “Kibarkan bendera untuk Palestina, untuk Celtic, untuk keadilan”.

Kelompok ini menilai klub asal Israel tidak pantas untuk tampil di segala kompetisi sepakbola. Bagi mereka Beersheba telah melanggar aturan UEFA.

“Tim sepakbola Israel yang berada di bawah aturan UEFA seharusnya tidak diizinkan berpartisi dalam kompetisi karena telah menerapkan sistem apartheid,” tulis pernyataan Celtic Fans for Palestine.

Sebelum pertandingan digelar, mereka menyambut kedatangan skuat Beersheba dengan bendera Palestina.  Yang menanrik, di saat pertandingan, lapangan dipenuhi dengan bendera Palestina yang dikibarkan, meski polisi berusaha mencegah dan mengusir mereka. Club Skotlanidia pun menang 5-2 melawan club Israel.

Peristiwa simpati dan dukungan kepada Palestina dan anti penjajah Zionis bukan kali pertama.  Pada Juli 2014 lalu ketika melawan klub Islandia, KR Reykjavik fans juga melambaikan bendera Palestina saat Celtic memainkan pertandingan kualifikasi Liga Champions. Celtic pun harus rela didenda £16.000 (Rp274 juta).

Dalam laga kualifikasi untuk piala dunia tahun 1970 di Meksiko, tim sepakbola Korea Utara menolak bertanding menghadapi tim Israel untuk laga terakhir kualifikasi piala dunia.

Saat Piala Asia tahun 1991, asosiasi bola asia juga menyingkirkan Israel karena negara-negara tetangganga menolak mengakuinya.

Tahun lalu, Malaysia menolak menerbitkan visa masuk peserta kompetisi dunia perahu layar yang digelar oleh Kuala Lumpur.

Selain itu Malaysia pernah meminta maaf karena menggelar kongres FIFA untuk tahun 2017 karena ada delegasi Israel yang ikut.

Di Italia, seperti biasa, rakyat di sana menolak tim Israel ketika ikut dalam pertandingan dan kompetisi di wilayah mereka.

Di tahun 2009, negara Emirat Arab menolak memberikan visa masuk kepada petenis Israel Shaher Peer untuk ikut dalam kompetisi piala Tenis Dubai Terbuka bersamaan dengan agresi Israel ke Jalur Gaza. Namun di waktu selanjutnya mereka mengizinkan. Shaher Peer juga dikecam oleh publik Venezuela karena ikut piala yang sama di Krakas.

Tahun 2013, pemain tenis Tunis Anas Jabir menolak bertanding dengan petenis Israel Shaheer Peer dalam laga semifinal untuk piala tenis Paku Ezerbeijan.

Meski demikian, penjajah Israel terus berusaha mengukuhkan legalitasnya di forum-forum internasional bahkan termasuk di bidang olahraga.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Celtic FCisraelJatuhkan SanksiPalestina Liga ChampionsUEFA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buya Yahya Sudah Membaik Usai Kecelakaan Sepulang Berdakwah
Tulisan selanjutnya Taliban Afghanistan Kuasai Khanabad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?