Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Halal

Beda Menyembelih Hewan Ala Barat dan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2016 18:37 6:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2016 18:37
Bagikan
Metode memukul bagian kepala dengan alat captive bolt pistol (CBP) pada hewan di Barat
Bagikan

Oleh: Wandi Bustami

 

DALAM waktu dekat umat Islam di seluruh penjuru dunia akan merayakan hari raya ‘Idul Adha 1437 H. Sebagaimana biasanya, ibadah yang hanya dikerjakan sekali dalam setahun itu terasa amat kurang sempurnah apabila tidak dilengkapi dengan penyembelihan hewan kurban.

Tradisi pemotongan hewan kurban dalam pradaban Islam memiliki sejarah tersendiri. Dalam tidurnya, Nabi Ibrahim as bermimpi tiga malam berturut-turut diperintah menyembelih anaknya Ismail as. Mimpi yang bersumber dari Allah Subhanau Wata’ala itu diceritakan kepada Ismail as. (Lihat tafsir al-Thobari).

Anak semata wayang yang masih kecil kala itu mengokohkan pendirian ayahnya agar segera mewujudkan mimpinya, karena mimpi seorang nabi adalah suatu kebenaran, datang dari Allah Subhanau Wata’ala. (QS al-Shafāt).

Baca Juga

Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
Cek Bahan Kosmetik Anda: Cantik Tapi “Haram” Buat Apa?
Percepatan Sertifikasi Halal” di kantor MUI
Ada Apa di Balik Gurihnya Mie Instan?

Dari kisah inilah pertama kali terjadi penyembelihan hewan kurban dan sekaligus menjadi syari’at umat-umat berikutnya.

Sejak saat itu, tradisi penyembelihan hewan kurban rutin dilaksanakan apabila hari raya besar tiba. Islam agama para nabi tidak hanya memerintahkan berkurban, akan tetapi tata cara penyembelihannya pun diajarkan.

Pemotongan hewan kurban harus menggunkan pisau dan parang yang tajam, tidak dibenarkan memotong dalam keadaan berdiri, matanya harus ditutup dan mesti dijauhkan dari pandangan hewan kurban lainnya.

Namun dewasa ini, tata cara penyembelihan seperti itu hendak dirubah oleh Barat.  Menurutnya, penyembelihan yang baik adalah. Sebab penyembelihan saat hilang sadar hewan tidak merasa sakit. Selain itu, hewan harus dibius agar merasakan ketenangan saat kematian tiba.

Pegiat dan aktivis Barat mengklaim bahwa tata cara yang mereka tawarkan lebih manusiawi sementara metode yang diterapkan agama Islam tidak manusiawi. Mereka misalnya merekomendasikan memukul bagian kepala dengan alat captive bolt pistol (CBP) sampai pingsan Segala upaya dan usaha gencar disebarkan melalui media sosial dan organisasi atas nama HAM (Hak asasi Manusia).

Apakah benar penyembelihan hewan dengan cara  dipingsangkan (stunning) sebelum disembelih lebih baik daripada saat sadar? Dan betulkah pemotongan saat sadar adalah penyembelihan yang tidak manusiawi? Mana konsep yang benar dari dua metode tersebut?.

Islam merupakan agama rahmat bagi seluruh alam mengajarkan dari hal yang kecil sampai besar. Masuk-keluar kamar mandi, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan saat bangun tidur, masuk dan keluar rumah diajarkan sedemikian rupa.

Menghormati orang tua, memuliakan tamu dan tetangga, menyayangi anak kecil, bersikap baik terhadap binatang tidak luput dari ajaran Islam. Semua perbuatan baik tersebut tertera lengkap dalam norma agama Islam.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

مَّا فَرَّطۡنَا فِى ٱلۡكِتَـٰبِ مِن شَىۡءٍ۬‌ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّہِمۡ يُحۡشَرُونَ (٣٨)

“Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab.” [QS: al an’am: 38]

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Azhīm menguraikan makna ayat diatas, ia berkata : tidak ada sesuatu pun yang terlupa dari ajaran al-Qur’an. Pernyataan ini senada dengan hadits nabi bahwa seseorang akan berjalan diatas kebenaran selama berpegang dengan al-Quran dan al-hadits.

Rasulullah Shaallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

تَرَكْنُ فِيْكُمْ شَيْئَينِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَ هُمَا كِتَا بَ اللهِ وَسُنَّتِيْ

‘’Aku tinggalkan dua pusaka. Kalian tidak akan sesat setelah (berpegang) pada keduanya.
Yaitu kitab allah dan sunahku.
(HR.Hakim)

Konsep yang ditawarkan agama Islam jelas jauh lebih baik dan bahkan tak tertandingi oleh agama dan undang-undang manapun. Penyembelihan hewan kurban misalnya, Rasulullah saw memrintahkan para sahabat dan umatnya mengikuti sunnah beliau Shallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dalam salah satunya sabdanya Rasul berkata; “Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus ra, dari Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu; hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.” (HR: Muslim)

Imam Ibnu Daqīq al-‘Aid dalam Al-arbaīn al-Nawawi bertutur, hendaklah seseorang menyembelih hewan kurban dengan menggunakan pisau tajam agar hewan sembelihan merasakan ketenangan saat ajal menjemput. Dan menyembelih dengan pisau tumpul akan mengakibatkan hewan menderita kesakitan yang dahsyat.

Diktum ulama kenamaan ini tidak hanya bualan belaka. Sebuah artikel pernah ditulis terkait penyembelihan ala Barat sangat tidak berdasar. Prof. Dr. Schult dan Dr. Hazim dari universitas Hannover Jerman, pernah membandingkan metode penyembelihan tata cara Islam dan Barat. Dalam penelitian itu mereka menyimpulkan metode yang diterapkan Islam sangat bagus. Karena penyembelihan hewan disaat sadar darahnya mengalir deras, jatung berfungsi normal dan darah yang dalam tubuh keluar total. Sementara penyembelihan dengan membuat hewan pingsan terlebih dahulu tidak berjalan demikian.

Hewan yang disembelih darahnya tidak mengalir normal dan jatungnya tidak berfungsi dengam baik sehingga darah-darah dalam tubuhnya tidak bersih. Akibatnya (implikasinya) sel darah membeku di pembulu darah dan daging pun tidak heginis.

Sungguh menakjubkan. Ternyata tata cara eksekusi dengan metode islami teruji secara sains. Sedangkan metode stunning tidak memberi kebaikan. Jadi, kita sebagai umat Islam selaiaknya memilih jalan islami. Disamping perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan RasulNya, ia juga memberi banyak kebaik.*

 Penulis Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Ponorogo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bupati Yoyok: Shalat Berjamaah Tingkatkan Disiplin Pegawai
Tulisan selanjutnya Dari Bilik yang Sempit, Anak-anak Itu Semangat Mengaji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh

Kajian
24 Juni 2026 14:35
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Info Halal

Perlunya Mencermati Label Makanan

26 Desember 2022 16:30
Info Halal

Produk Makanan Halal Indonesia Peringkat Dua Dunia,  Kemenag Berkoordinasi terkait Sertifikasi Halal

12 Desember 2022 13:45
Titik Kritis Keharaman Burger
Info Halal

5 Titik Kritis “Keharaman” Burger

12 Desember 2022 05:00
Info HalalRagam

Kemana Perginya “Turunan” Babi?

10 Desember 2022 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?