Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Halal

5 Titik Kritis “Keharaman” Burger

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Desember 2022 01:05 1:05 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Desember 2022 05:00
Bagikan
Titik Kritis Keharaman Burger
Bagikan

Burger adalah jenis junk food, produk miskin serat, tinggi kalori yang tidak dianjurkan sering memakannya, tapi yang terpenting, perhatikan titik kritis status kehalalan dan keharaman setiap makanan

Hidayatullah.com | BURGER adalah istilah produk  olahan daging yang disiapkan seperti sandwich yang diapit dengan roti (bun) ditambah dengan beberapa bahan lain sehingga berpenampilan menarik dan enak. 

Selain roti dan cooked patty (sejenis daging yang diolah dari daging giling yang berbentuk pipih dan bulat), bahan yang bisa menjadi bagian burger adalah; selada, bacon, tomat, bawang, acar, keju dan bumbu seperti mustard, mayones, saus tomat.

Secara umum, saat ini disediakan lebih banyak di restoran-restoran asing waralaba, walaupun juga ada beberapa perusahaan lokal yang mencoba mencari peruntungan dengan produk serupa. Oleh karena itu yang menjadi titik kritis keharaman dan kehalalan adalah bahan Burger sebagai berikut :

Roti

Baca Juga

Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
Cek Bahan Kosmetik Anda: Cantik Tapi “Haram” Buat Apa?
Percepatan Sertifikasi Halal” di kantor MUI
Ada Apa di Balik Gurihnya Mie Instan?

Roti seperti kebanyakan produk bakery mempunyai banyak titik kritis keharaman termasuk yang menjadi bahan Burger. Bahan yang pertama yang menjadi catatan kita adalah terigu.

Sebagai bahan baku, terigu memang berasal dari gandum. Gandum mempunyai kandungan gluten yang berbeda. Kalau glutennya rendah (sekitar 8 %), disebut gandum lunak, sedangkan yang keras mempunyai kandungan gluten 13 %.

Hasil gilingan gandum keras biasanya diaplikasikan untuk pembuatan roti atau puff pastry. Sementara yang lunak, lebih cocok untuk biskuit dan kue.

Walau begitu, ada bahan-bahan lain yang sengaja ditambahkan. Selain untuk memperkaya zat gizinya, juga digunakan untuk memperbaiki fungsi terigu supaya menghasilkan produk yang lebih baik. Misalnya vitamin dan mineral.

Demi kestabilan selama penyimpanan, vitamin biasanya disalut. Selain gum, penyalutnya juga gelatin. Nah, kalau dari gelatin harus dipastikan dari hewan halal dan disembelih secara Islami.

Salah satu bahan yang ditambahkan ke dalam tepung terigu adalah L-sistein (hidroklorida). Fungsi sistein adalah sebagai improving agent.

Sesuai fungsinya, sistein memang digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat gandum. Bahan ini dapat melunakkan gluten. Implikasinya, adonan lebih lembut sekaligus volume pengembangannya lebih besar.

Dari tinjauan kehalalan, bahan sistein ini patut kita pertanyakan? Pertama, sistein bisa diperoleh dari rambut manusia.

MUI telah menetapkan standar, setiap bagian tubuh manusia haram untuk dikosumsi. Apa kita mau menjadi kanibal? Tentu tidak.

Kedua, sistein bisa berasal dari bulu bebek (duck feather). Kalau yang ini, harus dipastikan dahulu bahwa bebeknya harus disembelih secara Islami.

Ketiga, juga bisa berasal dari produk mikrobial. Cuma harganya lebih mahal. Berita baiknya adalah semua produk terigu lokal sudah disertifikasi halal. Kita hanya perlu berhati-hati dengan terigu impor.

Catatan kedua tertuju kepada bahan pengembang. Ibu-ibu peminat resep kue tahu betul, dengan yang namanya soda kue, baking powder, atau ragi (yeast/gist).

Inilah bahan pengembang yang biasa digunakan. Mudah didapatkan serta familiar bagi kebanyakan orang.

Ragi sebenarnya adalah jasad renik (mikroorganisme). Jenisnya adalah saccaromyces cerevisiae.

Jika air hadir dalam jumlah cukup, serta adanya gula sebagai sumber makanan bagi ragi, maka ragi tersebut akan dapat tumbuh. Sekaligus juga merubah gula menjadi karbondioksida dan senyawa beraroma. Karbondioksida tersebut tertahan di dalam gluten.

Alhasil, adonan mengembang. Ibarat kita meniup balon, karena udaralah balon tersebut dapat mengembang. Pada kasus ini, glutenlah yang menjadi balonnya.

Yang perlu diperhatikan, untuk ragi yang banyak dijual di supermarket, adalah ragi instant. Karena berbentuk kering, maka ada bahan lain yang sering ditambahkan oleh produsen raginya. Misalnya anti gumpal (anticaking agent).

Anti gumpal mencegah terjadi penggumpalan ragi kering tersebut selama penyimpanan. Anti gumpal yang perlu dikritisi adalah E542 (edible bone phosphate) yang berasal dari tulang hewan.

Selain itu, E570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat secara industri dapat diperoleh dari hewan atau tanaman. Sementara magnesium stearat, berbahan dasar asam stearat.

Selain itu, bahan pengembang yang menjadi perhatian adalah asam tartarat atau dalam bahasa Inggris disebut dengan tartaric acid. Tartaric acid bersifat syubhat, karena selain bisa berasal dari bahan kimia sintetik, juga berasal dari hasil samping minuman keras. Jika berasal dari hasil sampingan minuman keras, jangan digunakan.

Bahan yang juga perlu menjadi catatan adalah shortening. Shortening memang berasal dari lemak. Jadi, harus bisa dipastikan sumber lemaknya.

Kemungkinannya ada dua, nabati atau hewani. Dari hewani, yang paling rawan bisa berasal lemak babi (lard). Selain itu kemungkinan berikutnya adalah lemak sapi (tallow), harus dipastikan sapinya disembelih secara Islami.

Walaupun, bisa juga berasal dari produk olahan susu, seperti butter (mentega), tetapi harganya cenderung lebih mahal. Selain lemak atau minyak, juga hadir di dalam shortening tersebut flavor (perisa), emulsifier, dan pewarna.

Tetapi kebanyakan sekarang di Indonesia, sudah terbuat dari kelapa sawit dan sudah banyak yang bersertifikat halal. Cuma yang perlu diperhatikan adalah bahan-bahan impor. Termasuk di dalamnya roombutter (mentega yang berbau tajam).

Dough conditioner adalah bahan lain yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Fungsinya adalah melembutkan adonan, mengembangkan adonan, atau bisa juga memperpanjang umur simpan.

Multifungsi bahan tersebut karena hadirnya beberapa bahan sekaligus yakni L-sistein, tepung kedelai, asam askorbat, lemak, gula, pengawet, dan emulsifier. Karena hadirnya L-sistein, lemak, dan emulsifier, maka status dough conditioner menjadi syubhat.

Patty

Titik kritis selanjutnya dalam keharaman Burger adalah Patty. Salah satu produk olahan daging yang biasanya diolah dari daging cincang, Patty berbentuk pipih dan bulat.  Selain daging cincang juga diperkaya bahan tambahan lain contohnya, parsley, bawang bombay, mentega, tepung almond, kaldu blok, lada bubuk, telur, dan minyak untuk menggoreng. 

Sumber dagingnya bisa berasal dari daging sapi, babi, ayam, kalkun, atau kombinasi dari berbagai daging.  Jika babi hadir di dalamnya, statusnya tidak usah diperdebatkan lagi, haram. 

Namun masalahnya jika berasal dari daging sapi, ayam atau kalkun pun, jika tidak disembelih sesuai dengan hukum syara’, maka statusnya tidak boleh digunakan dan dikonsumsi.  Selain itu, dalam prosesnya juga harus diperhatikan, apakah daging giling tersebut menggunakan  alat penggiling yang sama dengan daging yang tidak halal. 

Di pasar, patty ini juga bisa didapatkan dalam bentuk jadinya dan dikemas sebagai produk retail. 

Berkiatan dengan bahan tambahan yang perlu dikritisi adalah mentega, kaldu blok, dan minyak goreng.  Karena demikian kompleks produk ini maka pastikan patty yang digunakan bersertifikat halal MUI.

Keju

Walaupun berasal dari susu, titik kritis keharaman keju di Burger adalah bahan penggumpalnya.  Yang paling kritis adalah enzim rennet karena bisa berasal dari sapi atau babi atau mikrobial.  Maka, harus dipastikan dari berasal dari bahan yang halal dan bebas dari najis.  Cari yang bersertifikat halal MUI saja.

Mayonnaise

Mayonnaise dasar biasanya tidak bermasalah dari segi kahalalan, Namun untuk meingkatkan cita rasa, bisa jadi ditambahkan bahan lain termasuk minyak yang harus dikritisi status kehalalannya. 

Kecap

Kecap secara umum berasal dari fermentasi kedelai, namun kadang-kadang bisa dijadikan bahan lain untuk memperbaiki cita rasa yang diinginkan.

Jadi yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu sering untuk mengkosumsi burger, karena kategorinya adalah junk food, produk miskin serat, tinggi kalori.  Di samping itu, status kehalalan adalah yang utama.* (diambil dari laman halalmui.org, Jumat, 26 November 2010)


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BurgerBurger Kingcek halalhalalhalal indonesiahalal MUIHamburgerSertifikat Halalsertifikat halal MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LAZNAS BMH Bersama Relindo Memberikan Trauma Healing Anak-anak Penyitas Gempa
Tulisan selanjutnya enam tahanan palestina ‘Israel’ Larang Orang Kristen Gaza Rayakan Natal di Yerusalem, Begini Kecaman Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris

Berita
20 Juni 2026 10:49
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah

Terbaru

  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Info Halal

Perlunya Mencermati Label Makanan

26 Desember 2022 16:30
Info Halal

Produk Makanan Halal Indonesia Peringkat Dua Dunia,  Kemenag Berkoordinasi terkait Sertifikasi Halal

12 Desember 2022 13:45
Info HalalRagam

Kemana Perginya “Turunan” Babi?

10 Desember 2022 06:00
Info Halal

Tim ITS Mendampingi Percepatan Sertifikasi Halal Pelaku UMKM di Surabaya

8 Desember 2022 11:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?