Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Loyalitas vs Royalitas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Februari 2023 06:42 6:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Februari 2023 06:41
Bagikan
Bagikan

Tidak mungkin seorang anak buah mendapatkan pemimpin yang royal kalau dia juga tidak loyal

Oleh: Muhammad Iqbal, Ph.D

Hidayatullah.com | DALAM seri kepemimpinan banyak sekali pemimpin yang mengelukan tentang anak buah yang tidak loyal, para pengikut/anak buah terkadang membantah bahkan membangkang kepada atasan

Demikian juga dengan keluhan para bawahan, mereka banyak mengeluhkan tentang pimpinan yang “ngebosi” hanya bisa memerintah namun pelit dan tak mau berbagi alias tidak royal.

Banyak pula ketika seseorang jadi pemimpin yang ia bayangkan adalah seperti menjadi raja, memerintah dengan sesukanya dan mengatur semaunya tanpa mau mendengar masukan.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Dalam sebuah organisasi sikap sangat penting menentukan seseorang dalam berkarir, baik sikap sebagai pemimpin maupun sikap sebagai pengikut/anggota/anak buah.

Royal dan loyal adalah dua hal yang saling berkaitan, loyal itu dari bawah ke atas, royal itu dari atas ke bawah, tidak mungkin seorang pemimpin mendapatkan anak buah yang loyal kalau dia tidak royal.

Royal bukan hanya diartikan pada aspek materi saja, namun juga aspek psikologis seperti perhatian, apresiasi, pujian serta penghormatan, karena sesungguhnya setiap manusia itu ingin di hargai dan dimanusiakan.

Dan sebaliknya juga tidak mungkin seorang anak buah mendapatkan pemimpin yang royal kalau dia juga tidak loyal, loyalitas itu bukan hanya ketaatan namun juga sikap dan perilaku yang respek dan menghargai.

Biasanya seorang pemimpin itu memiliki benefit yang lebih dari pada pengikutnya, sehingga wajar saja bila pemimpin berbagi dan mengapresiasi, karena sesungguhnya tugas pemimpin itu bukanya hanya memerintah namun juga bersama-sama bekerja memberikan contoh dan keteladanan kepada pengikutnya.

Tidak ada salahnya jika seorang pemimpin mengingat hari lahir anggotanya, mengapresiasi kinerjanya, memerintahkan dengan sopan dan santun, memberi hadiah, mengajak bicara menanyakan kabar keluarganya, mendengarkan dengan seksama keluhan dan masukan serta sering memberi hadiah, hadir ketika di undang, menjenguk bila sakit, membantu ketika terkena musibah semuanya bagian dari sikap yang memanusiakan manusia.

Pada dasarnya tidak ada anak buah yang membangkang bila tugas yang diberikan sesuai dengan beban,  pendapatan dan apresiasi yang mereka terima. Bila pemimpin royal, maka anak buah akan sigap,lincah dan semangat khususnya royalitas dalam hal materi.

Sesungguhnya tugas utama seorang pemimpin adalah ibarat seorang nahkoda, tugas utamanya adalah memastikan sebuah sistem bekerja, memberi semangat dan mengarahkan.

Bila kapal sampai tujuan dengan baik, pelanggan senang, maka yang mendapat prestasinya adalah nahkoda, maka sudah sepantasnya seorang nahkoda memberikan nilai lebih kepada tim nya, membangun soliditas.

Namun ada kalanya royalitas seorang pemimpin juga terbangun dari loyalitas pengikut/anggota, jika anak buah totalitas dalam bekerja maka pemimpin tanpa disadari akan royal kepada anak buahnya.

Untuk itu loyalitas dan royalitas adalah sesuatu yang manusiawi. Ada banyak anak buah yang sukses dalam berkarir karena bekerja dengan totalitas, tidak hitung-hitungan, komunikatif, pandai membawakan diri, komunikatif.

Dalam berbagai organisasi yang saya tangani sebagai konsultan SDM, masalah kepemimpinan dan pengikut  sangat menentukan tercapainya tujuan organisasi, salah satu skill yang penting adalah “soft skill“.

Semakin pemimpin dan anggota/anak buah adalah  berkualitas, bisa menjadi teladan, memiliki kompentensi, mudah bergaul, pandai berkomunikasi, sabar, pandai mengelola konflik,   tahan banting, percaya diri, memiliki empati,  dan cerdas emosi maka organisasi akan semakin berkembang dengan baik.

Pemimpin harus pandai mengelola emosi pengikutnya, membuat mereka nyaman dan bahagia dalam bekerja dan anggota/anak buah juga harus pandai memberikan yang terbaik kepada pemimpinnya “loyal” sehingga pemimpin menghargainya dan “royal”.

Royal itu dari atas ke bawah, loyal dari bawak ke atas.*

Psikolog, Assoc Prof Universitas Paramadina.  IG : @muhammadiqbalpsy

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineloyalitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ganja Terlarang di Pusat Pelacuran di Amsterdam
Tulisan selanjutnya Korban Meninggal Akibat Gempa Turki Meningkat  20.213 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Berita
28 September 2026 16:29
Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?