Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Media Maenstream dan Komunikasi Politik ala Berlusconi [4]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2015 06:52 6:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2015 06:52
Bagikan
Salah satu stasiun TV swasta yang gencar memihak Presiden Joko Widodo dalam Pemilu Presiden Juni 2015 [ilustrasi]
Bagikan

Sambungan artikel KETIGA

Oleh: Muh. Nurhidayat

Ketiga, melakukan penghukuman kepada wartawan atau kru non wartawan yang dianggap tidak mendukung ambisi politik pemilik media. Kesuksesan Berlusconi dalam berpolitik tidak dapat dipisahkan dari campur tangannya terhadap media-media nasional (miliknya) yang aktif melakukan eksposur pesan kampanye terselubung ke seluruh penjuru negeri. (Shin & Agnew, 2008).

Malah orang terkaya di Italia itu juga menjadikan kru medianya sebagai anggota, pengurus, dan tim sukses Forza Italia, kendaraan politiknya. Wartawan atau kru lainnya yang dianggap ‘tidak loyal’ akan diberi punishment ringan hingga pemecatan, sesuai kadar ‘ketidakloyalan’ mereka di mata pemilik media.

Sikap Berlusconi dalam hal ini ternyata juga ditiru para politisi tanah air yang memiliki jaringan media mainstream, terutama tlevisi. Para kru stasiun televisi tidak jarang harus melakukan ‘liputan dewa’, yaitu liputan yang mengarah pada narsisme pemilik media agar terdongkrak citranya di mata pemirsa. Padahal bentuk pengeksploitasian kru media untuk dipaksa loyal terhadap ambisi politik pemilik media, dapat melemahkan profesionalisme jurnalis (Hallin & Mancini dalam Hanitzsch, 2009).

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Seorang koresponden sebuah televisi mainstream nasional untuk wilayah Surabaya, kepada penulis, tidak menyangkal bahwa agar ‘aman’ dalam bekerja, maka ia harus mendukung langkah politik bos-nya. Dengan demikian, fenomena tersebut menggambarkan adanya keberpihakan wartawan kepada pemilik media, bukan kepada masyarakat. Padahal Kovach & Rosenstiel (2004) menegaskan bahwa loyalitas pertama jurnalis adalah kepada warga—masyarakat, bukan kepada manager apalagi pemilik media. Kesetiaan kepada warga ini adalah makna dari yang kita sebut independensi jurnalistik.

Bahkan, di negara penganut pers liberal seperti AS sekalipun, seperti diungkapkan McQuail (2011 : 22), ada konvensi yang cukup kuat bahwa editor—dan jurnalis lainnya dilindungi otonominya—termasuk dari intervensi pemilik media—ketika membuat keputusan tentang berita tertentu yang akan dilaporkan.

Sikap para Jurnalis

Para jurnalis hendaknya lebih mementingkan isi hati nuraninya dalam melaporkan berita, terutama berita politik kepada masyarakat. Loyalitas utama mereka bukanlah kepada pemilik media, meskipun para media owner telah menggaji mereka. Sebab keberpihakan kepada pemilik media, disadari ataupun tidak, pada penerapannya dapat menjerumuskan jurnalis dalam ghibah bahkan fitnah kepada kelompok politik lainnya.

Para jurnalis hendaknya mencontoh sikap mantan penyiar berita di Los Angeles, Nick Clooney. Ia pernah berkata kepada pemilik media tempat dia bekerja, “Saya tidak bekerja untuk Anda. Anda membayar gaji saya, dan saya sangat berterima kasih. Tapi yang sebenarnya adalah, saya tidak bekerja untuk Anda, dan jika sudah sampai masalah loyalitas, maka loyalitas saya akan tertuju pada orang yang menghidupkan pesawat televisi….” (Kovach & Rosenstiel, 2004).

Sementara itu, bagi jurnalis Muslim, loyalitas paling utama justru kepada Rabb-nya masyarakat, yaitu Allah Subhanahu Wata’ala. Di dalam kitab suci-Nya, Allah Subhanahu Wata’ala, menegaskan bahwa kita umat manusia—tidak terkecuali yang berprofesi sebagai jurnalis—untuk senantiasa berlaku adil.

Salah satu ayat dari kitab suci pamungkas-Nya menegaskan;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil lah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-madiah [5]: 8).

Keadilan dalam meliput dan melaporkan berita akan menghindarkan jurnalis dari ghibah maupun fitnah kepada kelompok politik lain. Selain itu, wartawan yang adil juga terbebas dari jeratan manipulasi informasi yang melambungkan citra secara berlebihan, bahkan terjerumus dalam kultus individu terhadap pemilik media. Wallahualam.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asingjurnalis muslimkapitalismekomunikasi politikmediaMedia massapolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mensyukuri Nikmat dari Allah
Tulisan selanjutnya Pemerintah Didesak Segera Proses Hukum Pelaku Pembakaran Hutan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?