Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Peradaban Barat VS Islam [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 11:04 11:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2015 11:45
Bagikan
Antri konser Super Junior: Para ABG Muslim yang teracuni budaya Barat [ilustrasi]
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Muhammad Ridwan

Pemikiran-pemikiran mereka sangat kontradiktif dengan Islam. Bisa dikatakan, pemikiran Barat adalah penyakit, dan penyakit ini sangat merusak, bisa menyebabkan kesesatan, bahkan matinya keimanan. Islam adalah agama ketundukan terhadap wahyu, sedangkan pemikiran Barat menghendaki kebebasan yang sebebas-bebasnya, mempercayai kebenaran yang selalu relatif, menjadikan rasio berdikari diatas semua pandangan hidup, dan meyakini bahwa segala sesuatu dapat diakui eksistensinya dan kebenarannya apabila rasional dan dapat dibuktikan secara empiris.

Maka jelas disitu terlihat bahwasanya Islam dengan Barat adalah dua ideologi yang saling bertentangan dan tidak dapat berbaur.

Dalam buku “Menangkal Virus Islam Liberal” tulisan Nashruddin Syarief, disebutkan cara untuk mengatasi dan mengobati penyakit pemikiran dari Barat tersebut adalah dengan menyuntikkan konsep berpikir islami ke dalam kepala dan sanubari setiap Muslim.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Konsep berpikir itu hari ini sering disebut dengan Islamic worldview (pandangan dunia Islam). Setiap peradaban dan ideologi dipengaruhi oleh worldview-nya masing-masing. Tentu saja Islam memiliki worldview tersendiri yang mana sejak awal kedatangannya merombak konsep dan meluruskan cara berpikir masyarakat sebelumnya.

Berdasarkan pemikiran yang disampaikan oleh Al-Attas, bahwa selain Islam, setiap agama maupun ideologi-ideologi atau peradaban-peradaban yang ada di dunia ini memiliki worldview yang bersumber dari filsafat. Dan filsafat itu hanyalah pemikiran manusia yg bersifat spekulatif. Sehingga hasilnya hanyalah etika dan budaya.

Konsep kebenaran yang oleh filosof-filosof Barat yakini, utamanya berasal dari segala apa yang terlihat oleh mata, pengalaman, dan apa yang menurut mereka masuk akal saja.

Saat ini dengan mudah Barat menyebarkan dan mencekoki masyarakat dengan pahamnya karena memang mereka memiliki dan menguasai sektor-sektor strategis dan vital yang mendukung.

Misalnya dominasi mereka dalam sektor informasi, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, sosial, hukum, dan sebagainya. Mulai dari media cetak dan elektronik yang terus-menerus memberitakan informasi yang memihak Barat dan menjelekkan Islam, lalu sekolah dan universitas yang lebih banyak mengajarkan ilmu-ilmu duniawi sedangkan pendidikan agama dan akhlaq hanya satu sampai dua jam pelajaran saja, sekali dalam seminggu, bahkan banyak pula universitas yang menganggap bahwa pendidikan agama sudah tidak perlu diajarkan lagi.

Paham Barat juga bahkan sudah masuk kurikulum pendidikan, misalnya salah satu materinya adalah soal kesetaraan gender.

Media Budaya

Penyakit pemahaman ini pun ramai disebarkan lewat media yang lainnya seperti media hiburan, musik, film, internet, sistem politik pemerintahan, dan masih banyak lagi, baik yang secara langsung menyebarkannya maupun yang secara tidak langsung.

Media-media budaya atau hiburan seperti musik dan film biasanya berstrategi dengan cara penokohan karakter, yakni dengan membentuk citra artisnya sedemikian rupa sehingga banyak orang mengidolakannya, lalu menyisipkan paham melalui lirik-lirik dan kutipan-kutipan dalam karya-karyanya.

Dalam hal ini anak-anak muda mudah sekali terlena sehingga tidak hanya pemahaman yang diikuti, bahkan mereka mencontoh gaya pakaian sampai gaya hidup artis yang mereka idolakan seperti pakaian minim atau mempertontonkan aurat, minum minuman keras, perilaku kekerasan, zina atau seks bebas, pornografi, homoseksual, dan kemaksiatan lainnya.

Maka apapun yang dilakukan idolanya, mereka akan menelannya mentah-mentah tanpa mempedulikan baik buruk atau benar dan salahnya, yang penting dianggap keren, kemudian mempraktekkan dan menyebarkannya kembali. Orang-orang dibuat tidak sadar bahwa sebenarnya peradaban Barat adalah peradaban yang membuat kerusakan terbesar, diantaranya adalah peristiwa bom atom, perang dunia, perang Eropa, kolonialisme atau penjajahan, dan sebagainya.

Kesalahan terbesar umat Muslim adalah mengadopsi cara berfikir orang Barat. Karena itu, umat Islam harus kembali ke akarnya, yakni Islam. Termasuk cara perfikir, berbuat dan beramal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak-anak muda mudah sekali terlena budaya Barat. Dari gaya pakaian hingga sampai gaya hidup. Yang sebenarnya itu merusak nilai Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Anti Islam Australia Protes Masjid, Lakukan Adegan Sembelih Boneka
Tulisan selanjutnya Serangan Rusia Ke Suriah Dinilai Upaya Memecah Belah Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?