Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Bijak dengan Peristiwa Alam Gerhana Matahari Total

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Maret 2016 18:19 6:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Maret 2016 18:18
Bagikan
Baliho menyambut Gerhana Matahari dengan hiburan [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Mujtahidah Manshur Salbu

 

EUFORIA sebagian masyarakat Indonesia menyambut peristiwa Gerhana Matahari Total sudah terasa sejak beberapa waktu lalu. Meski peristiwa alam tersebut dipekirakan terjadi tanggal 9 Maret 2016 nanti tapi sejak awal tahun, ia sudah ramai diberitakan oleh berbagai saluran media.

Beberapa media bahkan menyorot sejumlah persiapan yang dilakukan di daerah-daerah yang diprediksi akan dilintasi oleh gerhana matahari tersebut. Mulai dari rencana festival budaya, gelar ritual adat, hingga sekedar berwisata memanjakan mata dengan fenomena alam itu.

Lebih jauh, kesibukan juga tampak dari persiapan akomodasi, transportasi, dan fasilitas lainnya, terutama bagi para turis dan pelancong yang dikabarkan sengaja datang berwisata untuk itu.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Hotel-hotel juga sudah disiapkan untuk penginapan para turis tersebut. Dikabarkan sebagian hotel dan penginapan di lokasi strategis sudah full booked jelang peristiwa gerhana matahari itu. Ada juga yang menawarkan paket kunjungan khusus atau sajian menu khas untuk gerhana matahari itu.

Dikutip dari laman travel.kompas.com (19/01/2016) misalnya. Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Balikpapan, Kalimantan Timur akan memanfaatkan fenomena alam tersebut dengan pesta wisata sekurangnya di dua titik, Pantai Manggar dan Lapangan Merdeka, Balikpapan.

“Pesta meriah dalam menyambut GMT yang tidak jauh dengan perayaan HUT Kota Balikpapan pada 10 Februari 2016. Dimana Disporabudpar telah menyiapkan pesta meriah yakni terbagi di dua titik lokasi,” kata Kepala Disporabudpar Kota Balikpapan, Oemy Facesly di Balikpapan, Senin (18/1/2016).

Sampai di sini, sepertinya ada hal yang layak direnungkan. Setidaknya dengan berpatok kepada tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Saw) kepada para generasi orang-orang shaleh terdahulu.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَيَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوْا اللهَ وَكَبِّرُوْا وَصَلُّوْا وَتَصَدَّقُوْا …

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Untuk itu, bila kalian melihatnya demikian (gerhana), maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah…” (Muttafaqun ‘alaihi).

Dari hadits di atas, ada tuntunan yang benderang bagi seorang Muslim. Bahwa peristiwa gerhana adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt). Ia bukan sesuatu yang mesti dirayakan apalagi disambut dengan berlebihan atau hura-hura hingga terjebak kepada dosa dan maksiat.

Dengan kekuasaan mutlak Allah tersebut, hendaknya justru memberi pelajaran kepada manusia. Betapa mereka adalah makhluk lemah yang tak berdaya apa-apa di hadapan Sang Mahakuasa.

Sepantasnya justru manusia lalu bersungkur tunduk dan bertekuk sujud memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kekhilafan selama ini. Bukan malah menambah panjang deretan kemaksiatan di saat Allah menampakkan kekuasaan-Nya yang tak biasa itu.

Boleh jadi inilah hikmah dari disyariatkannya pelaksanaan shalat gerhana matahari (shalat kusuf) atau gerhana bulan (shalat khusuf). Yaitu memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah), sedekah dan amal shaleh lainnya.

Baca: Adab Muslim terhadap Fenomena Gerhana Matahari

Semoga Allah Swt menjadikan seluruh umat Islam tergolong Ulil Albab yang disebut dalam al-Qur’an. Yaitu kelompok manusia beriman yang senantiasa bertafakkur (berfikir) dan bertadzakkur (berdzikir) atas tanda- tanda kebesaran Allah.

Sebab boleh jadi bahkan pastinya, fenomena alam yang tak biasa ini belum ada apa-apanya dibadingkan dengan kegoncangan alam di saat huru-hara hari Kiamat kelak.

Dikhawatirkan, cahaya akidah yang ada dalam jiwa seorang Muslim justru ikut terkikis seiring hilang dan tenggelamnya cahaya matahari saat peristiwa gerhana nanti.*

Guru madrasah di Batu Kajang, Kaltim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabGerhana Matahari TotalkhurafatKhusufshalat gerhanashalat Kusuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Garut Mengaku Siapkan Fatwa Sesat Syiah
Tulisan selanjutnya Tentara Turki Hajar Milisi Bashar al Assad di Lattakiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Berita
27 September 2026 10:23
Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?