Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Belajar Dari Musharraf Dan Saakashvili [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2008 11:09
Bagikan
Bagikan

Dengan Bermacam Metode

Oleh: Amran Nasution *

Hidayatullah.com–Presiden Bush, Wakil Presiden Dick Cheney, serta anggota Kongres Amerika – yang menjadi sponsor dan penghasut Perang Iraq — harus diadili di pengadilan internasional karena pembunuhan, perkosaan, penculikan, penghilangan orang, pengrusakan harta benda, pemusnahan nilai-nilai dan peradaban Iraq.

Betapa tidak? Tentara Amerika Serikat menyerang Iraq tanpa persetujuan PBB. Alasan yang dikemukakan bahwa Iraq menyembunyikan senjata pemusnah massal dan Rezim Saddam Hussein punya hubungan dengan kelompok terorisme Al-Qaidah pimpinan Usamah Bin Ladin, terbukti semua palsu. Semuanya rekayasa intelijen atas keinginan Presiden Bush dan Wakil Presiden Dick Cheney. Sekarang segalanya sudah jelas di mata masyarakat internasional.

Semestinya 40 anggota DPR Amerika Serikat itu membaca The Dark Side, The Inside Story of How the War on Terror Turn into War on American Ideals, ditulis Jane Mayer, wartawati Majalah The New Yorker, yang terbit belum lama ini.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

The Dark Side betul-betul menelanjangi perilaku pemerintahan Presiden Bush dalam soal HAM. Bagaimana penyiksaan demi penyiksaan dilakukan, begitu pula berbagai perbuatan cabul dan penghinaan terhadap martabat manusia.

Coba Anda bayangkan kehidupan para tahanan itu. Sel sempit mereka selama 24 jam dipenuhi suara musik melalui pengeras suara. Tentu mereka tak bisa tidur. Dan itu terjadi berminggu-minggu, bahkan bulan.

Biasanya suara musik. Tapi Moazzam Begg, tahanan asal Birmingham, Inggris, diganggu terus-terusan oleh jeritan histeris wanita yang dipercayainya sebagai suara istrinya sendiri. Setelah bertahun-tahun disiksa di Guantanamo, Januari 2005, Begg dibebaskan diam-diam tanpa melalui pengadilan.

Sekarang dia berkeliling ke mana-mana, berceramah tentang penyiksaan yang dialaminya selama ditahan pemerintah Amerika Serikat. Dari pengalamannya dan kawan-kawan, ia menyimpulkan war on terror atau perang melawan teror itu tak lain adalah war on Islam, perang terhadap Islam. Itu adalah sebuah perang dengan motif rasis.

Binyam Mohammad, warga negara Ethiopia yang menetap di Inggris, tertangkap tentara Amerika di Afghanistan kemudian dikirim ke Guantanamo, bercerita kepada pengacara asal Inggris, Clive Stafford Smith, bahwa dari apa yang dialaminya ternyata siksaan psikologis dengan bermacam metode lebih mengerikan dibanding penyiksaan fisik.

Dalam rumah tahanan di Maroko, intelijen setempat memotong alat kelamin Binyam dengan pisau cukur (razor blade). Tapi pengalamannya diberi suara bising terus-menerus berhari-hari, tanpa bisa tidur dan istirahat, siang-malam, jauh lebih menyiksa. Oleh karena itu cukup banyak tahanan yang mencoba bunuh diri, antara lain, dengan membenturkan kepala mereka ke tembok (The Dark Side, halaman 274).

The Dark Side betul-betul menjadi sebuah laporan lengkap tentang penyiksaan demi penyiksaan, dari penjara Abu Ghraib di Baghdad, penjara Bagram di Kabul, penjara rahasia CIA di Eropa Timur, sampai penjara Guantanamo. Bagaimana praktek penyiksaan diceritakan detil, lengkap dengan tokoh yang bertanggung jawab, dan kaitannya dengan Pemerintahan Bush. Siapa orang-orang di kabinet, di sekitar Bush, di sekitar Wapres Cheney, apa peran mereka, semua terekam. Celakanya, setelah berbagai penyiksaan itu mayoritas di antara mereka tak bersalah. Mereka bukan teroris dan tak pernah memusuhi Amerika. Tapi mereka disiksa bertahun-tahun di Guantanamo.

Sebetulnya, dengan The Dark Side, pengadilan kriminal internasional (The International Criminal Court, disingkat ICC) di Den Haag, Belanda, sudah bisa mengusut kejahatan yang dilakukan Presiden Bush dan kawan-kawannya. Apalagi semua data dan bukti penyiksaan sudah ada di tangan Palang Merah Internasional (Red Cross).

Tapi itulah, ICC bisa dipastikan tak berani mengusut kejahatan itu. Mereka hanya berani kepada negara-negara kecil dan lemah di Afrika. Sudah cukup berani sekarang ini mereka mengadili para penjahat perang Serbia di Bosnia. [hidayatullah.com/bersambung]

Penulis adalah Direktur Institute For Policy Studies (IPS), Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Irshad Manji: Idola Kaum Liberal!”
Tulisan selanjutnya Ancaman Punahnya Tradisi dan Bahasa Arab di Bosnia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?