Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Siapa Membajak Konstitusi?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2008 12:06
Bagikan
Bagikan

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”;}

Oleh: Amran Nasution *

Hidayatullah.com–Penampilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika menyampaikan Rancangan APBN di sidang pleno DPR, 15 Agustus lalu, sungguh menghibur. Sebentar-sebentar terdengar suara riuh tepukan anggota DPR, dimulai anggota Fraksi Demokrat, pendukungnya.

Semua lancar, tak ada masalah. Pendek kata selama setahun ke depan rakyat Indonesia akan sejahtera dan berbahagia. Gaji pegawai akan naik. Anggaran pendidikan yang selama ini selalu melanggar konstitusi, kali ini dinaikkan menjadi 20% sesuai UUD. Salah satu akibatnya gaji guru akan melonjak lebih dua kali lipat.

Beras yang selama ini diimpor karena produksi tak mencukupi, tahun ini kata Presiden akan cukup. Kita akan swasembada pangan, suatu prestasi yang hanya pernah dicapai oleh Orde Baru. Angka pengangguran menurun, begitu pula kemiskinan. Sungguh menakjubkan. Tepukan demi tepukan pun mengiringi janji-janji SBY.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Ternyata tak sedikit anggota DPR menyesalkan penampilan SBY. Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Dradjad Wibowo menilai pidato SBY tak lebih dari pidato politik karena berisi pembelaan diri, penuh retorika, dengan data asal bapak senang. Menurunnya angka pengangguran, misalnya, diperoleh dengan mengubah cara pengumpulan data. ‘’Sehingga persentase orang bekerja menjadi tinggi,’’ kata Dradjat.

Ketua Panitia Anggaran DPR dari Fraksi PDI, Emir Moeis, mengganggap penilaian Presiden bahwa terjadi penurunan angka kemiskinan dan pengangguran adalah terburu-buru. Malah Effendy Choiri dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, berpendapat pidato itu sebagai kampanye untuk menghadapi Pemilu 2009.

Choiri benar. Presiden SBY memanfaatkan penampilannya di DPR untuk kampanye Pemilu. Karenanya yang berhembus pada hari itu di DPR hanyalah angin Surga. Bagaimana mungkin tahun ini Indonesia swasembada beras? Infra-struktur pertanian banyak yang rusak, benih, pupuk, dan pestisida, sulit diperoleh petani. Revitalisasi pertanian yang dijanjikan Presiden SBY saat baru terpilih sampai sekarang hanya tinggal janji.

Bagaimana pengangguran dan kemiskinan menurun jika pabrik-pabrik kesulitan mendapatkan listrik. Siapa pun tahu listrik adalah infrastruktur vital dalam pembangunan ekonomi, sementara Pemerintahan SBY-Kalla tak mampu menyediakan listrik yang cukup. Jangan kata listrik industri, untuk perumahan saja sudah lama berbagai provinsi memberlakukan sistem bergiliran.

Bahwa ekonomi kita tumbuh, memang benar. SBY – Kalla hebat? Tunggu dulu. Itu karena kenaikan harga bahan tambang dan produk pertanian di pasar internasional, terutama batubara dan minyak kelapa sawit (CPO). Hasil ekspornya sungguh bermakna dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekali pun Pemerintah tidur-tidur saja.

Artinya, Pemerintah SBY-Kalla tak melakukan apa apa. Dari dulu kita memang eksportir kelapa sawit dan batubara, tanpa mengolahnya di dalam negeri sehingga tak ada nilai tambah, tak ada penyerapan tenaga kerja. Sekarang pun sama, tak ada yang berbeda.

Tapi itulah Presiden SBY. Andai saja pemain film, ia akan mendapat Piala Citra karena aktingnya amat meyakinkan. Ia sebutkan Pemerintah telah memutuskan anggaran pendidikan dinaikkan menjadi 20%. Dari gayanya bicara terkesan seolah-olah itu adalah keinginan kuat Pemerintah untuk memperbaiki dunia pendidikan kita.

Padahal banyak orang tahu sudah bertahun-tahun masalah itu dituntut organisasi guru PGRI tapi tak pernah dipedulikan Pemerintah. Sampai beberapa hari sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa dengan anggaran pendidikan di bawah 20% berarti Pemerintah melanggar konstitusi.

Anggaran pendidikan yang rendah memang sudah jadi kebijakan Pemerintah. Perguruan tinggi sekarang dipaksa harus membiayai diri sendiri, karena sistem ekonomi neoliberal yang ditrapkan Pemerintah, mengajarkan Pemerintah tak boleh banyak campur urusan itu.

Akibatnya universitas seperti UI, IPB, ITB, UGM, Unair, dan sebagainya menjadi universitas mahal, yang tak bisa dimasuki anak rakyat jelata seperti dulu. Selain itu mutunya pun menurun karena menerima mahasiswa di bawah standar asal mampu membayar mahal.

Keputusan MK tadi bukan yang pertama. Tapi kali ini lebih krusial karena bisa menjadi isu dalam Pemilu, dan merusak citra Presiden SBY mau pun wakilnya Jusuf Kalla, sebagai pelanggar konstitusi. Karena itu beredar keras kabar bahwa tak terpilihnya lagi Profesor Jimly Asshiddiqy sebagai Ketua MK, baru-baru ini, tak lain karena campur tangan Istana. Ia digantikan Mahfudz MD, seorang politikus PKB.

Ada lobi Istana terhadap sejumlah Hakim Konstitusi agar tak lagi memilih Jimly, tokoh yang berperan penting menjadikan MK sebagai lembaga bersih dan berwibawa di tengah merosotnya dunia peradilan kita karena suap dan korupsi. Artinya, Jimly diberi ‘’pelajaran karena dianggap bertanggung-jawab atas anggaran pendidikan 20% yang secara politis merepotkan SBY-JK.

Besaran 20% itu menyebabkan anggaran pendidikan naik Rp 46,1 triliun menjadi Rp 224 triliun. Sebuah jumlah yang memadai. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan anggaran itu akan diperoleh dengan menerbitkan surat utang negara. ‘’Apa boleh buat,’’ katanya.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa Pemerintah tak ikhlas dan tak siap memenuhi persentase anggaran pendidikan sesuai tuntutan konstitusi. Tapi untunglah ada Pemilu sehingga tahun ini anggaran terpaksa dipenuhi. [bersambung/hidayatullah.com]

* Penulis adalah Direktur Institute for Policy Studies

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Ganggu Jaringan Telepon Warga Libanon
Tulisan selanjutnya Anwar Ibrahim Tetap Akan Gulingkan Pemerintahan Badawi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?