Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Di Taiwan Penggemar TikTok Cenderung Pro-China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Juni 2025 20:05 8:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Juni 2025 20:01
Bagikan
tiktok afghanistan
Bagikan

Hidayatullah.com– Orang Taiwan yang menghabiskan banyak waktunya untuk mengakses TikTok cenderung setuju dengan narasi-narasi pro-China. Demikian menurut hasil survei.

Survei yang dilakukan oleh DoubleThink Lab yang berbasis di Taiwan, menanyai orang-orang dari berbagai penjuru Taiwan pada bulan Maret. Mereka disodorkan sederet pertanyaan tentang politik dan demokrasi di Taiwan dan China, berikut pandangan mereka tentang unifikasi keduanya.

Dari hasil survei ditemukan bahwa di antara para responden, persetujuan terhadap kritik atas isu-isu domestik Taiwan, dan prospek unifikasi dengan China, angkanya naik seiring dengan penggunaan TikTok, sebelum akhirnya turun lagi di kalangan pengguna TikTok terlama yaitu lebih dari 14 jam dalam sepekan.

Hasil survei DoubleThink Lab itu menunjukkan semakin aktif seseorang menggunakan TikTok kecenderungannya orang tersebut semakin terbuka terhadap propaganda China, dan bahwa unifikasi dengan China tidak terelakkan, dan demokrasi bisa dikorbankan demi kehidupan yang damai.

Bahkan di kalangan pendukung parpol pemerintah Taiwan saat ini yang pro-demokrasi Partai Progresif Demokratik (DPP) – yang dianggap sebagai kelompok separatis oleh pemerintah Beijing yang dikuasai Partai Komunis China – para pengguna TikTok di antara mereka cenderung positif terhadap Komunis China.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

TikTok dimiliki oleh perusahaan China ByteDance. Di dalam wilayah China platform TikTok dikenal sebagai Douyin.

Pada 2019, laporan investigasi The Guardian mengungkap bagaimana ByteDance memanfaatkan TikTok untuk mempopulerkan kebijakan luar negeri Beijing lewat moderasi konten yang dianggapnya sensitif.

Hasil studi yang dilakukan oleh Network Contagion Research Institute dari Universitas Rutgers di Amerika Serikat menunjukkan bahwa algoritma TikTok konsisten menggaungkan konten-konten pro-Beijing atau Partai Komunis China.

ByteDance senantiasa membantah pendapat dan tudingan yang mengatakan bahwa perusahaan itu terkait erat dengan rezim Komunis China.

“Tidak dapat dibantah kebenarannya bahwa konten TikTok – baik dalam versi China maupun internasional – sangat dipengaruhi dan dikontrol oleh pemerintah China,” kata Titus C Chen, seorang research fellow di National Chengchi University di Taiwan, seperti dikutip The Guardian Jumat (6/6/2025).

“Jadi sangat tidak mungkin Anda akan menemukan banyak konten di TikTok yang mendukung demokrasi liberal,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaTaiwanTikTok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Taliban: Warga Afghanistan yang Tinggal di Luar Negeri Bebas untuk Pulang
Tulisan selanjutnya Masjid Al-Aqsha BSD Potong 161 Ekor Hewan Qurban Senilai Rp2,183 M

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?