Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Inilah Alasan Mengapa Dr. Zakir Naik Memilih Tinggal di Malaysia

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Juni 2025 12:19 12:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Juni 2025 11:48
Bagikan
Dr Zakir Naik
Bagikan

Hidayatullah.com—Dr. Zakir Naik, seorang dai internasional asal India, secara resmi memilih Malaysia sebagai tempat tinggal tetapnya sejak tahun 2016. Kepindahan ini bukan tanpa alasan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, pemilik nama lengkap Zakir Abdul Karim Naik di kanal YouTube dr. Ricard Lee, MARS berjudul “PODCAST PERTAMA DR. ZAKIR NAIK DI DUNIA?!”, ia mengungkapkan berbagai pertimbangan yang membuatnya mantap menetap di negeri jiran.

Berikut sepuluh alasan utama yang disampaikannya secara langsung:

1. Islam sebagai Agama Resmi Negara

“Islam adalah agama resmi negara,” kata Dr. Zakir. Meskipun hanya 63% penduduk Malaysia beragama Islam, negara ini menetapkan Islam sebagai agama resmi, berbeda dari banyak negara mayoritas Muslim lainnya yang tetap menganut sistem sekuler.

Baca Juga

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

2. Tidak Dikuasai Negara Asing

“Malaysia adalah salah satu negara yang tidak dikendalikan oleh negara asing,” jelasnya. Kedaulatan ini menjadi alasan utama ia merasa lebih bebas untuk berdakwah di Malaysia.

3. Jauh dari Daerah Konflik

Malaysia dianggap relatif aman dibandingkan negara-negara Timur Tengah. “Negara ini jauh dari zona perang,” katanya, merujuk pada konflik berkepanjangan di negara seperti Suriah, Yaman, dan Palestina.

4. Ekonomi yang Stabil dan Biaya Hidup yang Terjangkau

Dr. Zakir menyebut biaya hidup di Malaysia jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat atau Timur Tengah. “Biaya hidup di Malaysia jauh lebih murah,” ujarnya.

5. Sistem Ekonomi Syariah yang Kuat

Menurutnya, sistem keuangan berbasis Islam di Malaysia termasuk yang terbaik di dunia. “Sistem keuangan Islam di sini salah satu yang terbaik di dunia… lebih baik dari banyak negara lainnya,” katanya, menyoroti kemudahan seperti pengurangan pajak melalui zakat.

6. Kebebasan Menyuarakan Hak Muslim

“Saat ini jika saya ingin menyuarakan dukungan untuk Palestina, saya bisa lakukan,” katanya. Malaysia dinilai sebagai salah satu dari sedikit negara yang membela Palestina secara terbuka dan konsisten.

7. Lingkungan Hidup yang Lebih Islami

Dr. Zakir tinggal di Putrajaya, yang menurutnya lebih sesuai dengan syariat Islam. “Putrajaya adalah salah satu kota yang menerapkan syariah… tidak ada alkohol, tidak ada kehidupan malam,” katanya.

8. Dukungan Pemerintah terhadap Islam

Ia menyoroti keberanian Perdana Menteri Malaysia dalam menyuarakan dukungan terhadap perjuangan umat Islam. “Negara Muslim mana yang melakukan hal itu secara terbuka? Sangat sedikit,” ungkapnya.

9. Penghargaan terhadap Ulama dan Dai

Dr. Zakir merasa dihargai sebagai ulama di Malaysia. “Menurut saya, dari semua negara… Malaysia adalah negara terbaik yang tersedia untuk ditinggali,” ungkapnya penuh keyakinan.

Hidup Sederhana Meski Mampu

Meski memiliki banyak bisnis dan bisa membeli mobil mewah, Dr. Zakir memilih hidup sederhana. Ia mengaku hanya menghabiskan tidak lebih Rp 8 juta setiap bulan di Negeri Jiran ini.

 “Saya tinggal di apartemen sederhana. Saya memilih mobil Toyota sederhana… $500 per bulan sudah cukup untuk saya dan istri saya,” jelasnya.

Di luar aktivitas hariannya di Malaysia, Dr. Zakir tetap aktif berdakwah ke berbagai penjuru dunia. “Tahun ini saya akan bepergian ke 15 negara… sembilan bulan saya berada di luar Malaysia,” ujarnya.

Meski tinggal di sebuah apartemen kecil, ia tetap berdakwah di saluran televisi miliknya, Peace TV, yang disiarkan dalam empat bahasa (Inggris, Urdu, Bangla, dan Arab).

Ceramah Dr. Zakir menjangkau lebih dari 200 juta penonton. Ia juga memiliki 24 juta pengikut di media sosial Facebook dan lebih dari 4 juta di YouTube.

Meski pendakwah, penerima King Faisal International Prize for Service to Islam (2015) – Penghargaan bergengsi dari Arab Saudi ini  menghasilkan pendapatan jutaan dolar dari berbagai usaha bisnis—yang hanya dia kelola sekitar dua hari setiap bulannya.

Namun demikian, Dr. Zakir tidak pernah mengambil satu sen pun dari dana dakwah untuk kepentingan pribadi. “Saya tidak pernah menggunakan uang dakwah untuk pengeluaran pribadi saya sama sekali,” tegasnya.

Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya menyumbangkan lebih dari 51% dari keuntungan bisnisnya setiap tahun untuk kegiatan amal.

Pilihan hidup sederhana, meski memiliki kemampuan untuk hidup mewah, merupakan bentuk nyata konsistensinya dalam meneladani Nabi Muhammad SAW.

“Kami berusaha mendekati gaya hidup Nabi… Beliau hidup jauh lebih sederhana dari kami,” tutupnya.

Pertengan Juni 2025 ini dr Zakir akan datang ke Indonesia dalam acara Acara bertema “Dr Zakir Naik Indonesia Lecture Tour 2025” yang bakal dihadir ratusan ribu penonton.

Menurut informasi dari situs resmi DZN Indonesia, jadwal ceramah Dr. Zakir Naik adalah sebagai berikut:

• 14 Juni 2025: Stadion Teladan, Medan

• 19 Juni 2025: Stadion Gelora Wijaya, Palembang

• 21 Juni 2025: Lapangan Tambak Sari, Surabaya

• 22 Juni 2025: Stadion Gajayana, Malang

• 25 Juni 2025: Stadion Manahan, Solo

• 28 Juni 2025: Stadion Pakansari, Bogor *

Baca juga: Dr. Zakir Naik Menjawab Mengapa India Takut Padanya

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dai internasionalIndiaMalaysiaZakir Naik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dr. Zakir Naik Menjawab Mengapa India Takut Padanya
Tulisan selanjutnya Di Jepang 18.121 Orang Pikun Dilaporkan Hilang 491 Ditemukan Tak Bernyawa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Berita

Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

2 September 2026 20:18
Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?