Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kemarahan itu Sikap Cinta Rasul, Bukan Anarkis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 September 2012 06:22 6:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2012 06:22
Bagikan
Bagikan

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

RENTETAN demonstrasi dan kritik terhadap film The Innocence of Muslims terus bergulir. Sepertinya tidak akan berhenti, sampai para pencaci dan penghujat Rasulullah berhenti. Kata “maaf” saja tidak cukup. Karena kasus pencemaran, penghinaan dan penghujatan model ini bukan yang terakhir kali. Komentar akhirnya muncul dimana-mana. Ada yang memojokkan umat Islam. Ada pula yang biasa saja. Tak sedikit pula yang emosional.

Sebenarnya, demonstrasi umat Islam adalah hal yang biasa. Tidak usah disoroti macam-macam. Apalagi kalau sampai ada tuduhan bahwa mereka adalah kaum fundamentalis dan anarkis. Ini statemen yang berbahaya. Berbahaya karena tidak menghargai perasaan umat Islam. Juga berbahaya karena dia sedang mengukur orang lain dengan baju yang dipakainya. Orang-orang yang bersikap sinis, berpandangan miring, bahkan menghujat para demonstran sejatinya orang yang tidak mengerti apa-apa tentang arti cinta kepada Rasulullah (hubb al-rasul).

Orang-orang yang turun ke jalan dan lapangan bukan menghujat film The Innocence of Muslims. Bukan untuk itu mereka turun dan melakukan demonstrasi. Mereka ini tengah mengekspresikan kecintaan mereka kepada Rasulillah saw. Tidak lebih. Lantas, bagaimana dengan sikap dan tindakan mereka yang dikesankan “anarkis” dan tidak bermoral ketika menyerang beberapa kedutaan besar Amerika yang ada di beberapa negara, termasuk Indonesia? Ini belum ada apa-apanya dibandingkan perasaan umat Islam yang tercabik dan terkoyak karena kehormatan nabi mereka dihina dan direndahkan. Kematian Dubes AS di Benghazi, Libya, John Christopher Stevens hanya bagian kecil dari bukti kecintaan umat Islam kepada nabi mereka.

Syeikh al-Islam, Imam Ibn Taimiyah sejak lama telah menulis buku penting bertajuk al-Sharim al-Maslul ‘ala Syatim al-Rasul (Pedang Terhunus bagi Pencaci Rasul). Buku ini penting, karena menjadi bukti betapa seorang Muslim tidak boleh luntur kecintaannya kepada Rasulillah. Siapa saja yang mencaci-maki Rasulillah hukumannya adalah “bunuh” (al-qatl). Jika mencaci-maki seorang Presiden saja bisa “dibunuh”, bagaimana pula dengan sosok Nabi saw. yang telah mengeluarkan umat manusia dari alam kezaliman kepada keadilan, dari kegelapan kepada cahaya. Bukankah Rasul pernah bersabda, “La yu’minu ahadukum hatta akuna ahabba ilahi min waladihi wa walidihi wan-nasi ajma’in,” (Tidaklah benar keimanan seorang dari kalian sampai aku menjadi orang yang lebih dia cintai dari anaknya, orangtuanya bahkan seluruh manusia sekalipun) (HR. al-Bukhari, Muslim dan al-Nasa’i).

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Dalam sabdanya yang lain, Rasul pun menegaskan, seperti yang dituturukan oleh Nas ibn Malik, “Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya, tidak sempurna iman seorang dari kalian, sampai aku menjadi orang yang lebih dia cintai dari dirinya, hartanya, anaknya, bahkan seluruh manusia.” (HR. al-Bukhari).

Untuk itu, sangat wajar dan bisa dipahami jika kaum Muslimin kesal, protes bahkan demonstrasi ketika Nabi yang mulia dilecehkan, dihina dan direndahkan. Karena Nabi saw. bagi umat Islam adalah segalanya.

Kisah Khalifah ‘Umar ibn al-Khaththab menarik untuk dicermati. Suatu ketika, dia berkata kepada Rasulillah saw., “Demi Allah wahai Rasulillah, engkau adalah orang yang paling aku cintai dari apa pun, kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah kemudian berkata kepadanya, “Tidak begitu wahai ‘Umar. Engkau keliru. Aku harus lebih engkau cintai, bahkan dari dirimu sendiri.” ‘Umar sadar akan kekeliruannya, lalu berkata, “Demi Allah, engkau lebih aku cintai dari apapaun, bahkan dari diriku sendiri.” Rasulullah tersenyum dan berkata, “Sekarang, telah sempurna imanmu wahai ‘Umar.” (HR. al-Bukhari).

Sekali lagi, kaum Muslimin yang turun ke jalan-jalan bahkan menyerang beberapa kedubes Amerika, bukan memamerkan anarkisme. Tidak. Mereka sedang menyatakan kepada dunia, “Rasulullah adalah segalanya buat kami. Dia lebih kami cintai daripada diri kami, hartai kami, keturunan kami, bahkan dari seluruh manusia manapun.” Mereka cinta Rasul, bukan anarkis. Fa’tabiru ya ulil abshar!

Penulis buku “Lezatnya Menuntut Ilmu: Begini Seharusnya Anda Menuntut Ilmu”. Mengajar di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salman Rushdie yang Tak Bisa Terbitkan Novel dan Pulang Kampung
Tulisan selanjutnya Saudi Wajibkan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Bisnis dan Perdagangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?