Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Muhammad Tawhidi dan Syiah Indonesia [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2015 09:39 9:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2015 09:45
Bagikan
Tokoh Syiah ekstrim Australia Muhammad Tawhidi yang dikabarkan mengisi acara di Jakarta
Bagikan

Oleh: Muhajirin

Sambungan artikel PERTAMA

b. Merendahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Dalam Kitab Mukhtaarat Min Ahaadiits Wa Khithaabaat Al-Imam Al-Khumaini, di hal 42, disebutkan khutbah Khomaini pada tanggal 15 Sya’ban 1400 H, di antara isinya:

فكل نبي من الأنبياء إنما جاء لإقامة العدل وكان هدفه هو تطبيقه في العالم، لكنه لم ينجح، وحتى خاتم الأنبياء (ص) الذي كان قد جاء لإصلاح البشر وتهذيبهم وتطبيق العدالة، فإنه أيضا لم يوفق، وإن من سينجح بكل معنى الكلمة ويطبق العدالة في جميع أرجاء العالم هو المهدي المنتظر

“Setiap Nabi datang hanya untuk misi menegakkan keadilan semata, maka visi mereka adalah mereasikan keadilan di seluruh dunia, namun mereka tidak ada yang berhasil, sampai penutup para Nabi (Muhammad) yang datang untuk tujuan memperbaiki manusia, mendidik mereka dan merealisasikan keadilan juga belum sukses, dan yang akan sukses dalam menegakkan semua misi kenabian dan merealisasikan keadilan di seantero bumi ini hanya Imam Mahdi yang dinanti-nanti.”
Dua tokoh di atas adalah diantara sekian tokoh Syiah yang senantiasa menghiasi buku-buku Syiah, dan menuai banyak pujian dan sanjungan serta pengakuan sebagai sosok fenomenal di dunia Islam dalam kacamata Syiah.

Akan tetapi seklumit kontroversi dua tokoh besar di atas cukup memberikan gambaran bahwa sebenarnya Syiah tidak konsisten dalam menentukan sikap, bersikap menolak At-Tawhidi namun bersikap loyal total terhadap Al-Kulaini dan khomeini.

ABI dan Ijabi tidak ekstrim?

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Jika memang demikian halnya lalu bagaimana dengan buku-buku yang dikeluarkan oleh penerbit-penerbit Syiah baik dari pihak ABI (Ahlu Bait Indonesia) maupun IJABI (Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia)?
Jika dua organisasi Syiah Indonesia ini tidak ektrim, pasti buah pikirannya tidak pula ekstrim. Tapi marilah kita lihat dalam buku-buku mereka, dalam versi Indonesia:

Buku Kecuali Ali

Buku ini ditulis oleh Abbas Rais Kirmani dan diterjemahkan oleh Musa Sahab dari judul “Ali Oyene-e Izadnemo” diterbitkan oleh Al-Huda atau ICC Jakarta, cetakan pertama : Rajab 1430/Juli 2009.

Dalam halaman 143-144, tertera adu domba dua Amirul Mukminin:

“Dalam khutbah syiqsyiqiyah, Imam Ali as mengkritik salah satu dari tiga khalifah berikut, kritik terhadap Abu Bakar: “Dia Abu Bakar sangatlah mengetahui bahwa saya adalah orang yang paling layak menjadi khalifah dan apakah benar datangnya baju ke-khilafahan hanya bagi tubuh saya? Di masa kekhilafahannya bagai seseorang yang merasakan duri di mata dan tertusuk tulang di tenggorokan, “Demi Allah, anak dari Abu Quhafah (Abu Bakar) telah mengenakan baju kekhilafahan, padahal dia mengetahui bahwa saya seperti poros dan penggilingannya (kekhilafahan adalah hak saya). Air bah telah menimpa ku, tapi burung tidak akan terbang tinggi, kecuali akan kembali kepadaku.”

….. Kemudian Imam Ali as mengatakan, “Aneh, pada masa kekhilafahannya, Abu Bakar memohon maaf atas pelanggaran kekhilafahannya, namun di sisi lain beliau mengukuhkannya, untuk orang lainnya jika wafat nanti. (mengisyaratkan atas kemunafikan).”

Buku Antologi Islam (edisi revisi)

Buku ini diterjemahkan dari judul aslinya “Encyclopedia of Shia”, Penerjemah : Rafik Suhud, Anna Farida, Sri Dwi Astuti, Ana susanti, Diani Mustikaati. Diterbitkan oleh Al-Huda atau ICC Jakarta, Cet ke III, Rabiul Awal 1433/Februari 2012.

Buku ini mencela Ibunda Aisyah Radhiyallahu Anha (Hal 67):

“Kelakuaan buruknya di depan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam mencapai puncaknya ketika beliau sedang shalat, dia menjulurkan kakinya di tempat sujud. Ketika beliau sujud dan mencubit kedua kakinya, dia menarik kakinya, ketika beliau berdiri untuk melanjutkan shalatnya, dia julurkan lagi kedua kakinya.”

“…. Dengan sifat yang semacam itu, layakkah dia dimasukkan ke dalam Ahlu Bait yang telah disucikan sesuci-sucinya oleh Allah Subhanahu Wata’ala?, membantah Nabi saja sudah cukup untuk menunjukkan ketidak murnian ketaatan dan kecacatan dalam hal keshalihan dia malah memarahi dan menjauhi, memata-matai, mencurigai, bahkan menuduh Rasulullah saw sebagai berpura-pura menjadi nabi.”

Di Hal : 69, tertera:

“laporan-laporan lemah yang mengklaim adanya cinta yang berlebihan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallamkepada Aisyah senyatanya adalah dibuat oleh musuh-musuh Ali…”

Di halaman 655, buku ini merendahkan Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu:

“Abu Hurairah adalah seorang Yahudi menjadi Muslim pada Hari Khaibar yang terjadi satu tahun setelah perjanjian Hudaibiyah dan hanya tiga tahun hidup bersama Nabi.”

“Setelah Abu Hurairah masuk Islam, ia tidak punya apa-apa, ia biasa meminta orang-orang untuk membaca ayat Al-Qur`an bukan karena ingin memperoleh kebaikan dari Al-Qur`an. Ia ingin orang tersebut merasakan secara keagamaan dekat dan meminta Abu Hurairah ikut makan malam atau makan siang dengannya. Ini merupakan fenomena terkenal sebagai menggabungkan perut dan agama (menggabungkan agama dengan uang, perut, kekuatan … atau hal-hal yang remeh).” (halaman 658)

“Kemungkinan orang ini melakukannya, demi keuntungan pribadi, pengaruh, dan motivasi politik/sosial sangatlah tinggi, dan kita harus mengkhawatirkan hal itu….” (Hal 662)

“Tidak ada yang suci mengenai pribadi-pribadi sahabat ini, secara khusus Abu Hurairah, yang harus mencegah seseorang mencari kebenaran dengan menyelidiki dan mengevaluai ulang perbuatan-perbuatan mereka..” (Hal 664)

Buku The Shia Asal Usul dan Keyakinannya

Judul asli “The Shia, Their Origin and Beliefs” karya Hasyim Al-musawi diterjemahkan oleh Ilyas Hasan, diterbitkan oleh Penerbit LENTERA, cetakan pertama tahun 1996.* (BERSAMBUNG)

Penulis pemerhati masalah keagamaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ABIIJABIiranmencela sahabatmuhammad tawhidisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sirah Harus Diaplikasikan Agar Hasilnya Mengubah Tatanan Hidup dan Generasi Terbaik
Tulisan selanjutnya Pengadilan Mesir Jatuhkan Hukuman 5 Tahun Penjara pada Anas Al-Baltagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?