Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Akankah Ini Detik-detik terakhir Erdogan?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Maret 2014 15:53 3:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Maret 2014 15:53
Bagikan
Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

oleh: Muhammad Zulfikar Rakhmat

ANGIN tak sedap kembali menyerbu Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan. Hanya tinggal beberapa minggu menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) sebuah rekaman telepon tersebar di situs internet dan media masa.

Setelah ditimpa berbagai macam tuduhan korupsi sejak akhir tahun lalu, saat ini Erdogan kembali ditimpa angin tak sedap setelah beredarnya rekaman telefon yang diduga terjadi antara dirinya dan anaknya, Bilal Erdogan.

Rekaman yang dirilis pada hari Senin lalu diduga terjadi pada tanggal 17 Desember tahun lalu, bersamaan dengan hari di mana penyelidikan korupsi besar-besaran dilaksanakan terhadap beberapa menteri dan pejabat negara.

Dalam percakapan tersebut, Erdogan dan anaknya sedang berdiskusi tentang rencana mereka untuk menyembunyikan sejumlah uang yang pada saat itu tersimpan dalam safety box di kediaman Bilal.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Erdogan, yang diduga menelpon dari Ankara, menginformasikan kepada Bilal mengenai penyelidikan dan penangkapan yang dilaksanakan oleh badan intellijen pada hari itu. Erdogan juga memerintahkan Bilal untuk berunding dengan saudara dan kerabat keluarga lainnya.

Pada hari yang sama, Bilal juga dikabarkan telah menelpon kembali ayahnya untuk memberitahukan bahwa ia belum bisa ‘menyembunyikan’ seluruh uang yang ada di rumahnya dan memiliki sekitar 30 juta yang tersisa.

Pemerintah Erdogan telah mengecam keras bahwa rekaman tersebut adalah palsu dan tidak benar.

Masih banyak teka-teki yang belum terjawab dari kejadian ini. Beberapa media mengatakan bahwa jumlah uang yang tersimpan di rumah Bilal bernilai ratusan juta dolar. Masih belum jelas mengapa Erdoga memilih untuk menyimpan uang sebanyak itu di rumah pribadi.

Ada juga pertanyaan tentang siapa yang merekam dan menyebarkan rekaman telefon tersebut dan mengapa. Salah satu anggota tim investigasi korupsi mengatakan bahwa sekitar dua ribu orang telah direkam telefonnya sejak tiga tahun belakangan ini oleh beberapa anggota dari tim investigasi yang tidak lama ini dikeluarkan dari jabatannya. Menurut beberapa media, Erdogan juga termasuk salah satu dari mereka yang terekam.

Apakah rekaman ini benar atau tidak, tampaknya masih belum jelas. Yang jelas rekaman tersebut jelas telah merusak reputasi Erdogan di mata publik.

Banyak analis yang berpendapat bahwa Erdogan tidak mampu lagi untuk memperbaiki kerusakan yang telah disebabkan oleh skandal korupsi ini.

Erdogan mengklaim bahwa penyebaran rekaman tersebut serta tuduhan korupsi tahun lalu merupakan hasil kerja para pendukung Fethullah Gullen.

Gullen, yang tinggal di Amerika Serikat, saat ini memiliki jutaan pendukung di Turki termasuk mereka yang memegang jabatan tinggi di kantor-kantor pemerintahan. Setelah bertahun-tahun bekerja dibawah Erdogan, banyak dari mereka yang mulai mengundurkan diri dan memberi dukungannya untuk Gullen.

Gullen juga dituduh oleh Erdogan telah berencana untuk menggulingkan pemerintahannya. Namun Gullen berulang kali membantah tuduhan tersebut. Setelah skandal korupsi akhir tahun lalu, Erdogan memutuskan untuk mengeluarkan banyak pendukung Gullen dari pemerintahannya, termasuk anggota-anggota tim investigasi korupsi.

Selain itu Erdogan juga mencetuskan Undang-undang yang bertujuan untuk membatasi penggunaan Internet dan memberikan lebih banyak kekuasaan kepada badan intelijen yang bekerja dibawah kewenangannya.

Setelah tersebarnya video rekaman yang kini memiliki lebih dari 4 juta penonton tersebut, kelompok oposisi seperti Kemal Kilicdagrou secara terbuka telah berseru agar Erdogan mundur dari jabatannya.

Tampaknya situasi akan semakin memanas dalam beberapa minggu ke depan menjelang Pemilu lokal yang akan diselenggarakan pada 30 Maret ini. Pemilu lokal ini akan menjadi indikator utama apakah Erdogan akan tetap bisa memenangkan pemilu presiden di bulan Agustus mendatang.

Beberapa sumber menyatakan bahwa sampai saat ini partai Erdogan (Justice and Development Party) belum terpengaruh oleh beredarnya rekaman tersebut dan masih memegang suara yang kuat dalam kotak suara.

Namun demikian Erdogan juga tampaknya akan menemui tekanan-tekanan yang lebih kuat dalam beberapa minggu ke depan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Erdogan bisa kehilangan kepercayaan di mata masyarakat Turki dan ini mungkin mungkin saja menjadi tanda-tanda bahwa umur Erdogan di kursi pemerintahan bisa tidak lama lagi.*

Penulis adalah seorang peneliti asal Semarang yang kini menjabat sebagai asisten peneliti di Universitas Qatar. Artikel-artikelnya  juga dimuat di beberapa media di Timur Tengah seperti Your Middle East, Middle East Monitor, dan Al Bawaba

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah lebih Sejuta Situs Porno Diblokir Pemerintah
Tulisan selanjutnya Tak Minat Lawan Jenis, Pilih Menikah untuk Sarana Taqarrub

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Berita
5 September 2026 14:50
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’

Terbaru

  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?