Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Hijrah dari Krisis Kepemimpinan [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2015 19:20 7:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Oktober 2015 19:20
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ilham Kadir

Inti permasalahan bukan terletak pada kuantitas, melainkan usaha dan kerja keras, orang Romawi bekerjasama dengan masyarakat dan saling memberikan respon. Mereka membantu orang-orang miskin, dan memberikan pertolongan dan perlindungan. Romawi adalah bangsa yang mencari solusi, selalu mengkaji, meneliti, menganalisa, lalu keluar dari petaka dan masalah yang menimpa.

Kelemahan umat Islam dewasa ini adalah ketidakmampuan dalam berinteraksi lalu memberikan pengaruh pada bangsa lain, bahkan untuk bangsa dan negaraa sendiri pun pemimpin tak kuasa memberikan pengaruh pada masyarakatnya, dan pada tahap tertentu, dalam tatanan sosial kemasyarakatan, dan dalam unit terkecil, sebuah kepala keluarga, tak mampu membangun komunikasi dengan anggota keluarganya, bahkan dalam institusi pendidikan, seorang guru sudah kehilangan wibawa dari anak didiknya, dan pemimpin perusahaan kehilangan kepercayaan dari para staf dan karyawannya, bahkan menteri membangkang pada presiden dan wakilnya.

Jadi, pada dasarnya krisis kita adalah kelemahan bahkan ketidakberdayaan dalam memberikan pengaruh dan pembetukan pola pikir, meluruskan nilai-nilai yang rusak lalu menggantikannya dengan nilai-nilai yang benar. Itulah krisis. Padahal, kita memiliki unsur-unsur untuk memberi pengaruh. Kita memiliki kualitas yang banyak, metode, dan juga fitrah, namun hanya seperti buih di lautan, atau eceng gondok di rawa yang tumbuh subur, tak berakar, dan terombang-ambing oleh aliran sungai.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Ketiga. Krisis Kesadaran. Kesadaran akan nilai kepemimpinan dan bahwa kepemimpinan merupakan beban yang berat dan amanah yang dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Umar ibn Khattab berkata, Demi Tuhan! Aku tidak bisa salat dan tidur dengan tenang. Sungguh aku membaca sebuah surah dalam al-Qur’an, namun aku tidak tahu apakah aku ada di awalnya atau di akhirnya, karena kesusahanku memikirkan manusia sejak aku menerima berita ini, yaitu sejak aku memangku jabatan Amirul Mu’minin.

Ketika kesadaran akan nilai sebuah kepemimpinan telah sirna, maka cinta kedudukan dan jabatan serta usaha saling memperebutkannya pun akan menguasai hati manusia, dan berlomba-lomba untuk menjadi penguasa dengan cara apa pun, termasuk curang dan menipu. Hal ini akan berakibat pada hilangnya energi dan potensi dengan sia-sia dalam segala aspek, dan tatanan sosial kemasyarakatan akan rusak dengan lahirnya tipe pemimpin gila kuasa. Maka kita pun seakan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tidak tepat, atau memang orang yang salah pada posisi yang salah, sama dengan mengangkat orang yang jahil dan mengabaikan mereka yang cerdas dan mampu menjadi pemimpin panutan.

Lemahnya mental dalam diri kita adalah bagian dari masalah umat saat ini. Kelemahan dalam mendiagnosa diri sendiri, mengenal identitas kita, hingga tak mampu mengenal Tuhan dengan baik.

Karena itu kita butuh langkah-langkah yang tetap dan terarah untuk keluar dari kisis yang menimpa umat diakibatkan oleh hilangnya karakter pemimpin yang dapat menjadi wakil Tuhan di muka bumi, khalifatullah fil ardhi bukan musuh-musuh Allah yang terdiri dari setan dan iblis (junudu iblis).

Umar ibn al-Khattab selalu meminta perlindungan dengan berdoa, “Ya Allah. Aku berlindung kepada-Mu dari semangatnya orang fasik dan lemahnya orang bertakwa, ada yang bertanya, Apakah Anda yakin bahwa sebuah negara yang makmur bisa hancur? Ya, jika orang-orang jahat menguasai orang-orang baik, ” jawab Umar. (Ibnul Qayyem, al jawab al-kafi liman sa’ala ‘an ad-Dawa’ asy-Syafi’).

Tahun baru Hijriyah ini yang bertepatan dengan 14 Oktober 2015 adalah tahun kepemimpinan sebab rakyat Indonesia akan menghelat pemilihan Kepala Daerah serentak di ratusan kabupaten dan kota.

Kita semua berharap agar dikaruniai pemimpin yang berkarakter Nabi, menegakkan keadilan, membela yang lemah, hukum tak pandang bulu, membangun daerah dan bangsa dengan ilmu bebasis riset dan penuh dengan nilai-nilai ketuhanan. Selamat Tahun Baru Islam 1437 Hijriyah!

Penulis kandidat doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hijrahkepemimpinankrisis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia Libatkan 50 Pesawat Tempur dan Serang 83 Sasaran dalam Sehari
Tulisan selanjutnya Syeikh Raid Shalah: “Dengan Nyawa dan Darah, Kami Merdekakan Al-Aqsha”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?