Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Cooling Down Mr. Erdogan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 November 2015 13:07 1:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2015 13:07
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Oleh: Nugra Fatah

Ketegangan meningkat antara Rusia dan Turki setelah tembakan F-16 Turki menjatuhkan SU-24 Rusia. Sebagai Negara besar, Rusia tentu malu jika membiarkan tindakan Turki tanpa sanksi. Akhirnya sanksi ekonomi dijatuhkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Warga Rusia diminta meninggalkan Turki. Visa ke Turki ditutup, impor barang dari Turki dikembalikan dan pasokan gas dipotong 20%.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mencoba meminjam godam NATO untuk menekan Rusia, tapi tampaknya tidak bekerja efektif. 10 tahun lalu Turki meminjam hukum demokrasi Uni Eropa untuk menggebuk barisan sekuler Turki, ia berhasil. Militer Turki berhasil dikandangkan, Erdogan dan AKP melesat tapi juga mengkhawatirkan Eropa dengan kebangkitan Ottoman.

Rencana Erdogan kali ini untuk mengadu NATO dan Rusia sudah terbaca pihak Barat. Bulan ketika Turki dan Rusia tegang, Erdogan langsung kontak NATO dan konferensi pers, tapi kali ini ketika pesawat Rusia jatuh, Erdogan langsung menelpon Obama, tidak lagi NATO.

Mengapa? Karena NATO sudah gerah dengan ‘game’ Erdogan. Hasilnya, mantan petinggi NATO US minta Turki keluar dari NATO dan pejabat Prancis juga minta Turki keluar atau Perancis yang keluar.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Mr. Erdogan dengan Pan Islamisme sudah terbaca, dan jika salah langkah, Turki malah bisa dikucilkan baik dari sekutu NATO maupun dari koalisi Rusia.

Turki mungkin bisa memainkan kartu pindah ke koalisi Rusia lalu Rusia menempatkan persenjataan dan pangkalan di Turki, Eropa akan jantungan. Akan tetapi bisakan Turki bersama dengan Iran? Inilah ganjalannya.

Turki dan Arab plus Qatar tidak akan mampu menghadang baik blok Barat maupun blok Timur secara hitung-hitungan kekuatan militer.

Dalam sejarahnya pada masa melemahnya Turki, Turki pernah kalah perang melawan Rusia pada abad 18 sehingga Turki kehilangan banyak wilayah yang sangat luas pada bagian barat dan utara. Turki pun pernah caplok Inggris saat perang dunia pertama.

Kita boleh berbangga dengan kekuatan Turki saat ini, tapi jika dikepung Negara-negara besar, Turki bisa kelabakan, dampaknya banyak negeri Islam pun menjadi semakin lemah tanpa advokasi Negara ‘Islam’ di barisan Negara maju.

Untuk sementara, memang ada baiknya Erdogan menurunkan tensi dengan Negara besar khususnya Rusia yang memiliki ribuan senjata nuklir.

Kalaupun pecah perang dunia ketiga, Turki Negara paling depan yang terkena dampak peperangan. Semoga pertolongan Allah senantiasa menaungi umat Muslim sedunia. Amin.*

Penulis buku “Panglima Surga”, follow twitter @nugrazee

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ErdoganNegara MuslimnuklirrusiaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kafe Turki Berinisiatif Menyumbang Keluarga Pilot Rusia yang Tewas di Suriah
Tulisan selanjutnya Gender [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?