Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Anies Baswedan, Manusia OD, dan Meme yang Menghibur

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 21 Januari 2021 07:38 7:38 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 Januari 2021 07:03
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com–Sore kemarin saat ngeteh sambil nonton tivi. Tentu berita gempa Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dan banjir Kalimantan Selatan (Kalsel) mendominasi pemberitaan. Hati terenyuh melihatnya.

Memasuki tahun 2021, musibah alam datang silih berganti. Mulai longsor Sumedang, disusul gempa Mamuju berkekuatan 6,2 M, dan tentu banjir dahsyat Kalsel. Juga bencana jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Teluk Jakarta.

Tiba-tiba ponsel bergetar, ada pesan masuk. Ternyata meme yang dikirim. Cukup menghibur. Bisa buat senyum mengembang.

Meme itu dua gambar yang sama, disusun atas bawah. Seorang perempuan dewasa  dan anak perempuan kecil. Mereka berdua menghadap banjir.

Baca Juga

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

Terjadi dialog yang digambarkan lewat tulisan. Tanya anak perempuan itu, “Apa penyebab banjir Kalsel?” Perempuan dewasa itu menjawab, “Curah hujan terlalu tinggi.” Itu pada gambar pertama.

Pada gambar kedua, gambarnya pun sama, tapi pertanyaan yang diajukan berbeda dengan gambar pertama. Ini yang buat lucu absurd.

Tanya anak perempuan itu lagi, “Kalau banjir Jakarta?” Perempuan dewasa itu lantang menjawab, “Anies Baswedan.”  He-he-he… Anies Baswedan penyebab banjir Jakarta.

 

Entah siapa yang buat meme itu. Meme itu menyampaikan satu pesan, bahwa apa pun yang jelek-jelek di DKI Jakarta pastilah disebabkan Anies Baswedan.

Itu sudah semacam “mesin penjawab” yang sudah diprogram demikian. Tanpa berpikir. Pokoknya Anies Baswedan itu jelek. Tidak ada bagus-bagusnya sedikit pun.

Karena itu “mesin” yang diprogram, maka tentu ia tidak memiliki indera mata, pendengaran, dan perasa… Keberadaannya hanya dikendalikan.

Ada yang menyebut, itu bukan “mesin” sebenarnya, tapi jenis makhluk hidup juga. Semacam burung beo yang diajarkan bicara dengan hanya menyebut satu nama: Anies Baswedan.

Ada pula yang menyebut, “mesin” itu sebenarnya manusia juga, bukan “mesin” yang sesungguhnya. Punya indera, juga punya otak. Biasa disebut dengan manusia OD (otak dikit).

Apa pun julukan kelompok manusia jenis itu, memang nyata ada. Manusia yang diprogram, dan hanya bicara yang jelek-jelek. Dan itu tentang Anies Baswedan.

Biasa juga disebut dengan sebutan populer, buzzerRp. Manusia upahan dengan hanya satu tujuan, tutup mata dan pendengaran, serta kebiri otak dan sisakan dikit. Untuk apa?

Agar mata tidak mampu melihat keberhasilan pembangunan yang ada di Jakarta, dan juga tidak mendengar hal-hal baik tentang Anies Baswedan. Sisakan otak dikit, agar tidak memberontak lalu bisa melihat keberhasilan yang ada di depan mata.

Zombie yang “Digerakkan”

Manusia yang dikendalikan itu, tentu menganggap diri juga bekerja. Punya pekerjaan, itu sama dengan debt collector, yang juga menganggap itu pekerjaan. Sebuah profesi OD, yang sama-sama meneror.

Tentu debt collector bekerja hanya pada sasaran personal. Ia bekerja hanya menyasar pada mereka yang bermasalah, misal soal kredit macet dan sejenisnya.

Meski sama-sama pekerjaan “tidak terhormat”, ternyata debt collector sedikit lebih baik ketimbang manusia yang “diprogram” itu. Meski dua-duanya itu, pekerjaan yang mesti dijauhi.

Pekerjaan yang sama-sama buruknya, meski debt collector tidak sampai membuat opini jahat yang meluas, semacam manusia yang “diprogram” itu.

Hindari bicara tentang dosa pada mereka itu, karena itu pekerjaan yang sudah diniatkan. Dan mana mungkin ada rumus dosa dikenalnya. Pokoknya bisa hidup, itu yang ada di OD-nya.

Karenanya, manusia yang digerakkan bak mesin, itu sama dengan zombie dalam film-film kelas tiga Hollywood. Orang mati yang berjalan dan ingin mengotori peradaban dengan menggigit makhuk hidup lainnya, agar berubah wujud sama dengannya.

Persis sama kan dengan manusia yang “digerakkan”, yang juga menebar opini buruk dan dusta atas seseorang, terus menerus tanpa henti. Jika berhenti, maka periuk nasi tidak mengebul.

Beberapa saat ini manusia yang “digerakkan” itu sunyi tidak terdengar beritanya. Itu karena tidak ada isu tentang Pak Anies Baswedan yang bisa digoreng.

Berita yang ada, hanya berita keberhasilan Pak Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta, dan itu tentang memenangi banyak penghargaan. Tidak hanya penghargaan dalam negeri tapi juga internasional.

Pastilah saat ini manusia yang “digerakkan” sedang menantikan, atau berharap buruk, agar DKI Jakarta diguyur hujan deras, mengakibatkan banjir besar.

Kita tunggu saja, jika hujan turun dengan curah tinggi, dan Jakarta banjir, maka pastilah makhluk zombie itu akan muncul “menghajar” Anies Baswedan.

Sedang pada banjir Kalsel yang dahsyat itu, bukan “mesin” sama yang diprogram pada OD-nya, maka mustahil ada pernyataan buruk muncul dari mulut mereka.

Kecuali jika program mesin itu error, paling-paling yang disalahkan itu Tuhan… Gara-gara Tuhan sampai ada banjir di Kalsel itu…* 

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanbanjirBanjir KalselbuzzerRphujan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendahulukan Allah, Bisnis pun Berkembang
Tulisan selanjutnya Persatuan Ulama Muslim Internasional Mengutuk Pernyataan Islamofobia Uskup Agung Yunani

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Berita
30 Juni 2026 18:00
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?