Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Kritik Atas Kritik Jalaluddin Rakhmat terhadap Metode al-Jarh wa al-Ta’dil [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2015 17:21 5:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2015 17:21
Bagikan
Jalaluddin Rakhmat (ilustrasi):
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Umar Hadi

1. Subjektivitas al-Jarh wa al-Ta’dil

Jalal menilai bahwa ilmu ini mengandung aroma subjektivitasme yang sangat kuat dalam menilai sebuah riwayat. Misalnya, seseorang didhaifkan karena mengejar keledai, kencing berdiri, dan yang paling banyak terjadi pen-jarhan terhadap seseorang karena persaingan di antara para ulama atau fanatisme mazhab. (Misteri Wasiat Nabi, hlm. 36)

Problem adanya jarh yang tidak relevan memang ada. Tetapi kritik-kritik yang tidak relevan tidak lantas menjadikan rawi tersebut kredibilitasnya menjadi gugur. Hal ini seperti yang ditegaskan oleh al-Khatib al-Bagdhadhi dalam kitabnya al-Kifayah fi al-Riwayah di bawah Bab

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

ذكر بعض أخبار من استفسر في الجرح فذكر مالا يسقط العدالة

Kita bisa mengajukan bukti bahwa para ulama dalam bidang ini berupaya semaksimal mungkin menghindari biar-bias subjektivitas. Buktinya, perhatikan ucapan Zaid bin Abi Anisah, “Janganlah kalian mengambil hadis dari saudaraku, yakni Yahya bin Abi Hanisah. (shahih Muslim, Syarah Imam Nawawi, al-Muqaddimah, bab al-isnad min al-din,1/181).

Juga ucapan Abu Daud, “Sungguh anakku, Abdullah, seorang pendusta. (al-Dzhabi, Tahqiq, Siyar ‘a’lam al-Nubala’, juz 3, hlm. 228). Bukti lain, suatu ketika Abd al-Khaliq bin al-Manshur bertanya kepada Imam Yahya bin Ma’in tentang Ali bin Qarin, maka Yahnya berkata bahwa dia seorang pendusta. Lantas Abd al-Khaliq berkata “wahai Abu Zakaria bukankah dia banyak mengadakan kesepakatan dengan kalian? Imam Yahya menjawab “Benar dia banyak mengadakan persetujuan dengan kami, hanya saja saya malu kepada Allah berkata kecuali yang benar. Sungguh dia adalah kadzzab” (al-Bagdhadi, Tarikh Bagdad, juz 12. Hlm. 51).

2. Fanatisme Mazhab dan penolakan terhadap rawi dari Mazhab ahlul Bait

Kritik yang sama juga disampaikan oleh Ahmad Amin dan Mahmud Abu Rayyah. Tapi pertanyaan kritisnya, benarkah kedua hal di atas membuat para ulama tidak bersikap objektif dalam menilai kualitas dan kredibilitas seorang rawi?

Salah satu prinsip dalam ilmu ini, bahwa jarh tidak dilakukan kepada siapapun yang berbeda dengan paham ahlu sunnah selama bukan bid’ah yang menyebabkan kekafiran, atau mereka mengajak kepada kebid’ahan mereka. Praktek jarh yang dilakukan terhadap sesama atau di luar ahlu sunnah, semuanya kembali kepada satu substansi; yaitu apakah rawi tersebut jujur, adil, dan memiliki akurasi hapalan yang kuat (dhabt), bukan kepada perbedaan dan fanatisme mazhab.

Itulah sebabnya kita mendapati fakta bahwa dalam al-kutub al-sittah ada banyak perawi mubtadi’ namun riwayat mereka diterima selama terpenuhinya syarat-syarat diterimanya sebuah hadis.

Misalnya Imam Bukhari menerima riwayat ‘Ibad bin Ya’qub al-Rawazani yang dalam penilaian Ibnu Khuzaiman dia seorang yang shaduq namun dicurigai kualiatas agamanya (al-muttahim fi dinihi), menerima riwayat Aban bin Taglib yang dalam penilaian al-Dzhabi “bagi kita kejujurannya, dan baginya kebid’ahannya”.

Adapun masalah yang kedua; penolakan terhadap riwayat Mazhab Ahlul Bait, Pertanyaannya Apa benar ulama ahli Hadis menolak semua riwayat golongan Syiah?

Jika, misalnya, mengacu kepada kitab Shahihnya Imam Bukhari, kita mendapat fakta bahwa beliau ternyata masih menerima riwayat dari kalangan Syiah (tasyayyu’), padahal beliau dikenal sebagai ulama yang ketat (mutasyaddid). Ibnu Hajar telah mengumpulkan para narator yang dianggap tasyayyu’ yang diterima riwayatnya oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Hadyu al-Sariy.

Di dalam kitabnya Imam Bukhari meriwayatkan 29 hadis dari imam Ali, 5 hadis dari Abbas, 2 hadis dari Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib, 217 hadis dari Abdullah bin Abbas, 1 hadis dari Sayyidah Fathimah (Ibnu Hajar Hadyu al-Sari Muqaddimah Fathul Bari, hlm. 499-501)

Hanya saja perlu dijelaskan, bahwa Syiah yang dimaksud dan dipahami oleh ulama-ulama mutaqaddimin, termasuk di dalamnya adalah Imam Bukhari, berbeda dengan Syiah yang kita kenal pada era sekarang (Syiah Rafidhi).

Imam Ibnu Hajar menulis “Dalam pandangan ulama mutaqaddimin tasyayyu’ hanyalah sebatas keyakinan bahwa Ali lebih utama daripada Utsman, keyakinan bahwa Ali benar peperangannya, yang menyelesihinya salah. Mereka tetap mengakui keuatamaan Abu Bakar dan Umar, tapi sebagian mereka meyakini Ali manusia yang paling utama setelah Nabi. Adapun Tasyayyu’ dalam pandangan ulama Muta’khhirin maka mereka adalah Rafidli murni. Tidak boleh menerima riwayat mereka”(Ibnu Hajar al-Asqalany, Tahdzib al-Tahdzib, vol i, hlm. 53.*

Penulis pengasuh Pesantren Hidayatullah Berau

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jahr wa ta'dilJalaluddin Rakhmatsyiahulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rapper Jerman Anggota ISIS Diduga Tewas di Suriah
Tulisan selanjutnya Wali Kota Bogor Shalat Istisqa’ Bersama Ulama dan Warga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?