Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

13 Profesi Ulama, dari Tukang Sandal hingga Pemburu

Thoriq
Terakhir diupdate: 12 Juli 2020 11:59 11:59 am
Thoriq
Dipublikasikan 12 Juli 2020 03:22
Bagikan
Bagikan

PARA ulama dan periwayat Hadits, meski sibuk dengan ilmu mereka juga menjalani berbagai profesi. Para ulama, salah satunya adalah Al Hafidz As Sam’ani memiliki perhatian terhadap masalah ini dalam kitabnya Al Ansab. Demikian paparan mengenai beberapa profesi yang ditekuni oleh orang-orang yang berilmu itu.

Tukang Sandal Periwayat Hadits

An Ni’ali, yang merupakan penisbatan kepada profesi yang berhubungan dengan sandal, baik pembuatan sandal atau penjualannya. Para ulama yang menisbatkan diri dengan penisbatan ini adalah Abu Ali Al Hasan bin Al Husain bin Duma An Ni’ali yang merupakan penduduk Baghdad (431 H). Yang menisbatkan diri dengan profesi ini juga paman Abu Ali, yakni Abu Bakr Muhammad bin Ishaq An Ni’ali (370 H).

Ada pula keluarga periwayat Hadits yang menisbatkan diri mereka kepada penisbatan ini, yakni Abu Al Hasan Muhammad bin Thalhah An Ni’ali (413 H) dan cucunya Abu Abdillah Al Husain bin Ahmad An Ni`ali. (Lihat, Al Ansab, 5/509)

Ulama Tukang Sepatu

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Para priwayat Hadits dan ulama ada pula yang berprofesi sebagai pejual sepatu yang disebut sebagai al hadzdza`. Diantara mereka adalah Abdullah bin Abdirrahman Al Hadzdza’ yang memiliki laqab Bulbul, juga Muhammad bin Salim Al Hadzddza’ yang memiliki julukan Hamdun, juga Katsir bin Ubaid Al Himshi Al Hadzdza’ .Adapun Khalid bin Mihran Al Hadzdza’, bukanlah penjual atau pembuat sepatu, disebutkan bahwasannyaia  dikenal dengan penisbatan Al Hadzdza dikarenakan tinggal di atas toko sepatu. (Lihat, Al Ansab, 2/190)

Ulama Tukang Kayu

Para ulama juga ada yang menisbatkan diri kepada profesi tukang kayu yakni an najjar, diantara mereka adalah Abu Bakr Muhammad bin Ja’far An Najjar yang merupakan seorang periwayat Hadits yang tsiqah (379 H). Selain itu juga ada Abu Bakr Muhammad bin Umar An Najjar, yang juga merupakan seorang periwayat Hadits yang tsiqah (432 H), Al Khatib Al Baghdadi berkata mengenai dirinya,”Aku mencatat (periwayatan) darinya, dia seorang syeikh yang tidak dikenal, tsiqah dari kalangan ahlul Qur`an.” (Al Ansab, 5/494, 495)

Ulama Keluarga Pemburu dan Pencari Ikan

Ada pula para ulama yang menisbatkan diri kepada profesi sebagai pemburu atau pencari ikan yakni, ash shayyad. Diantara mereka adalah Abu Muhammad Ahmad bin Yusuf Ash Shayyad, penduduk Baghdad seorang perawi Hadits. Abu Muhammad, anaknya Abu Bakr Muhammad bin Ahmad juga berprofesi sebagai pemburu yang merupakan seorang periwayat Hadits yang tsiqah. Ada pula Abu Utsman Sa’id bin Al Mughirah Ash Shayyad ulama  Mashishah, dimana ketika Abu Utsman membaca Kitab As Sair, maka para penduduk Mashishah menutup kedai-kedai mereka untuk mendatangi majelisnya. (Al Ansab, 3/570)

Ulama yang Juga Makelar

Dari kalangan ulama yang berprofesi sebagai ad dallal, yakni perantara antara penjual dan pembeli. Yang masyhur menisbatkan diri dengan profesi ini adalah Abu Al Hasan Ahmad Bin Abdir Raziq Ad Dallal (391 H), yang merupakan seorang muhaddits yang tsiqah dari Baghdad. (Al Ansab, 2/519)

Para Ulama Penenun Kain

Dari kalangan ulama ada yang berprofesi sebagai penenun kain atau an nassaj. Di antara mereka adalah Abu Al Hasan Khairun bin Abdillah An Nassaj (322 H), seorang ulama besar sufi yang umurnya mencapai 120 tahun. (Al Ansab, 5/482)

Para Ulama Penjahit Pakaian

Al Khayyath, adalah penisbatan kepada profesi sebagai penjahit pakaian, sedangkan para ualama yang berprofesi sebagai penjahit antara lain adalah Abu Al Fadhl Musa bin Ali bin Qadh Al Khayyath, yang merupakan seorang syeikh shalih yang tinggal di Baghdad mana toko tempat ia menjahit berada di antara dua jalan.

Sedangkan penulis kitab Al Ansab, As Sam’ani memiliki beberapa guru periwayatan dalam Hadits yang mana mereka berprofesi sebagai penjahit pakaian, diantaranya adalah Abu Abdillah Al Husain bin Ali bin Ahmad Al Khayyath.

Ada pula, ulama shalih yang berprofesi sebagai panjahit, yakni Abu Bisyr Abdullah bin Ahmad penduduk An Naisabur, yang mana ia seorang yang doanya dikabulkan, sehingga orang-orang datang ke tokonya, untuk meminta doa. Ia tidak makan kecuali dengan hasil jerih payahnya sendiri. (Al Ansab, 2/426)

Para Ulama Pedagang Mutiara

As Sam’ani menyatakan,”Al Lu’lu’i adalah penisbatan sekelompok orang yang mana mereka menjual mutiara.” Diantara para ulama yang menisbatkan diri kepada profesi itu adalah Abu Sa’id Abdurrahman bin Mahdi Al Lu’lu`i, seorang tabi’in yang termasuk dalam golongan hufadz Al Hadits, namun ia banyak meriwayatkan dari Syu’bah, Ats Tsauri dan Malik. (Al Ansab, 5/145)

Para Ulama Penyepuh Emas

Adz Dzahabi, adalah penisbatan kepada emas, yakni pemurniannya dan pembersihan dari campuran-campurannya, sebagian dari mereka membuat perhiasan dari emas. Yang menisbatkan diri dengan profesi ini adalah Ustman bin Muhammad Adz Dzahabi yang menyampaikan Hadits baik di Mesir maupun di Syam. (Al Ansab, 3/17)

Ulama Pedagang Gula

As Sukkari adalah penisbatan terhadap profesi pedagang gula atau pembuatnya atau tengkulaknya. Para ulama yang menisbatkan diri kepada profesi ini adalah Bisyr bin Muhammad As Sukkari penduduk Marwa, yang meriwayatkan Hadits Ibnu Mubarak (Al Ansab, 3/266)

Ulama Pedagang Pakan

At Tabban, merupakan penisbatan kepada profesi sebagai penjual tabn (pakan ternak). Ulama yang menisbatkan diri dengan profesi ini adalah Abu Al Abbas At Tabban, yang merupakan ulama rujukan penduduk An Naisabur. (Al Ansab, 1/448)

Periwayat Hadits Penjual Ikan

Ada pula para ulama yang berprofesi sebagai penjual ikan, diantara mereka adalah Abu Hammad Sa’id bin Rasyid As Sammak penduduk Bashrah, yang meriwayatkan Hadits dari Atha’ dan Az Zuhri. (Al Ansab, 3/289)

Ulama Penjual Tepung

Banyak juga para ulama yang menisbatkan diri kepada profesi sebagai penjual tepung atau pembuatnya yang biasa disebut ad daqqaq atau ad daqiqi. Diantara mereka adalah Abu Qasim Isa bin Ibrahim Isa Ad Daqqaq, dimana Khatib Al Baghdadi menyatakan,”Ia adalah penjual tepung.” (Al Ansab, 2/485)

Jika demikian, maka dalam perjalanan perdaban Islam ada masa dimana banyak penduduk yang mana disamping mereka berakitivitas dalam profesi, namun mereka juga para ulama. Saat itu pasar-pasar, toko-toko terdapat banyak orang-orang berilmu. Tentu, dampak dari adanya aktivitas perekonomian yang dilakukan oleh orang-orang berilmu berbeda dengan dengan dampak dari aktivitas perekonomian yang dilakukan mereka yang tidak berilmu.

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes RI Perkuat Kerja Sama Bilateral dengan Pakistan
Tulisan selanjutnya Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?