Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 Juli 2020 05:34 5:34 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 Juli 2020 05:34
Bagikan
Masjid Haqia Sophia - Istanbul
Bagikan

Oleh: Fahmi Salim

 

Hidayatullah.com | ALHAMDULILLAH, tidak ada kata yang pantas terucap kecuali segala puji bagi Alloh dan rasa syukur mendengar berita gembira, Haqia Sophia (Ayasofya) kembali berfungsi menjadi masjid agung terhitung sejak 11 Juli 2020.

Selamat bagi masyarakat Turki, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan, setelah menanti sekian lama untuk mewujudkan wasiat dari Sultan Muhammad Al Fatih.

Masjid Agung Ayasofya adalah wakaf dari sang penakluk Konstantinopel, yang disebutkan oleh Rasululloh ﷺ, sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang dipimpinnya, sebaik-baiknya pasukan.  Kebahagian bukan hanya untuk rakyat Turki, juga kaum muslimin di seluruh dunia, terutama umat Islam di Indonesia.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Ayasofya adalah saksi sejarah tentang sebuah kejayaan Islam, jejak puncak mercusuar Islam di Eropa Timur, bahkan cahayanya menembus ke seluruh penjuru dunia kala itu, sebagaimana Masjid Cordova yang berada di Andalusia, atau Spanyol yang juga puncak mercusuar Islam di Barat.

Sejak tahun 1934, Ayasofya tak lagi berfungsi sebagai masjid setelah Presiden Kemal Attaturk kala itu mengeluarkan dekrit mengubah Ayasofya dari masjid menjadi museum. Sebagai bukti keberhasilan proyek sekularisasi di Turki.

Namun, rakyat Turki tetap merindukan kejayaan Islam kembali tegak. Setelah 86 tahun berlalu,  cita cita itu terwujud dengan mengembalikan ikon kejayaan masa lalu itu, dan InsyaaAllah kejayaan Islam itu akan kita raih bersama.

Kami dukung pernyataan Presiden Erdogan bahwa Ayasofya adalah kedaulatan Turki. Tidak boleh negara lain ikut campur sebagaimana keinginan UNESCO untuk mempertahankan Ayasofya sebagai museum hanya alasan sebagai salah satu situs warisan dunia.

Mengembalikan fungsi Ayasofya dari museum menjadi masjid adalah keputusan pengadilan bukan keputusan otoriter sang penguasa, apalagi umat Islam sudah menanti lama. Tahun 2012, mereka menuntut untuk kembali bersujud di masjid yang merupakan wakaf Sultan Al Fatih Maka, siapa pun yang mengubahnya akan mendapat laknat dari Alloh dan Rasul-NYA,  Begitulan dokumen wakaf yang ditulis Al Fatih.

Kaum muslimin di Turki menyadari kekeliruan sejarah negerinya, apalagi dipertegas dalam firman Alloh Ta’ala:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS: al Baqarah 114)

Ayasofya begitu terkenal dengan kubahnya yang besar dan tinggi. Ukuran diameter 32 meter, dengan ketinggian 55,2 meter dari dasar. Interiornya dihiasi mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam warna-warni dan dindingnya dihiasi ukiran.

Saat Konstantinopel ditaklukkan Sultan Mehmed II atau kita kenal Muhammad Al Fatih pada 29 Mei 1453. Sultan turun dari kudanya dan bersujud syukur pada Allah, lalu  memerintahkan agar Ayasofya yang awalnya gereja Kristen Ortodoks  diubah menjadi Masjid Agung.

Saat ini, kita pun akan merasakan kembali momen-momen indah itu, in syaaAlloh tanggal 24 Juli 2020, akan dibuka pertama untuk shalat Jum’at berjamaah. Beribadah di masjid Ayasofya yang telah menjadi WAKAF umat Islam selama 567 tahun ini, semoga menjadi penyemangat untuk meraih kembali kejayaan Islam.

Tak berlebihan jika dalam pidato sambutan atas keputusan pengadilan tinggi Turki, Erdogan menyebut “kemerdekaan Aya Sofya” akan menjadi titik tolak runtuhnya belenggu tirani aneksasi Masjid Al-Aqsha di kota Al-Quds, ia akan merdeka kembali ke pangkuan umat Islam seutuhnya.*

Founder Al-Fahmu Institute & Dewan Pakar JATTI (Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AyasofyaHaqia SophiaKonstantinopelMasjid Haqia SophiaMuhammad al FatihTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 13 Profesi Ulama, dari Tukang Sandal hingga Pemburu
Tulisan selanjutnya Amitabh Bachchan dan Putranya Terjangkit Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?