Hidayatullah.com– Sejumlah kantor berita telah mempublikasi berita dan rekaman video ‘pembantaian massal’ yang dilakukan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF/QSD), dengan dukungan dan bantuan dari koalisi-koalisi mereka terhadap warga sipil wanita dan anak-anak di daerah Baghouz/Baghuz.
Majelis Islam Suriah menyatakan, ini tragedi memilukan, menyayat hati nurani siapapun yang masih memiliki sedikit saja rasa kemanusiaan atau kepedulian pada Hak Asasi Manusia.
Karena itu, Majelis Islam Suriah menyampaikan sejumlah penegasannya.
“Pertama, Majelis Islam Suriah mengutuk keras pembantaian biadab yang menewaskan warga sipil yang tidak bersalah, dan menyeru agar pembantaian ini segera dihentikan,” dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Sabtu (23/03/2019).
Kedua, sebutnya, penanggulangan dan pemberantasan terorisme tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melakukan pembantaian dan pembunuhan terhadap warga sipil.
“Kami masih meyakini bahwa negara-negara ini, yang mengklaim memerangi terorisme, pada hakikatnya merekalah yang menciptakannya atau paling tidak berkontribusi dengan cara-cara tertentu.”
Ketiga, tambahnya, kejahatan yang dilakukan secara terus-menerus oleh SDF/QSD akan menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk pada struktur masyarakat Suriah.
“Dan dampak buruknya akan tetap ada di dalam ingatan masyarakat kita selama beberapa dekade kedepan, dan mereka akan tetap menjadi catatan hitam dalam sejarah penjahat ini.”
“Sebagai penutup, kami memohon kasih sayang Allah kepada rakyat Suriah; para wanita, anak-anak, dan lansia. Semoga mereka senantiasa berada dalam pertolongan Allah di tengah ujian yang sedang mereka hadapi, dan semoga Allah membalas makar orang-orang dzalim itu,” pungkasnya.*