Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Infeksi Covid-19 Naik, Tunisia Pecat Menteri Kesehatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juli 2021 10:21 10:21 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juli 2021 10:21
Bagikan
Covid 19
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Tunisia Hichem Mechichi Hari Selasa (20/7/2021) memecat menteri kesehatan, Kanta kantor perdana menteri, sementara kasus infeksi coronavirus terus naik sehingga membebani sistem kesehatan Tunisia.

Laporan AFP menyebutkan bahwa Faouzi Mehdi dipecat beberapa hari setelah jubir kementrian mengatakan situasi kesehatan luar biasa di mana pandemi menyebabkan kematian lebih dari 17.000 orang dalam populasi sekitar 12 juta jiwa.

Presiden Kais Saied mengumumkan pemecatan Mehdi dalam sebuah pernyataan singkat tanpa memberikan alasan keputusan itu.

Kabarnya Menteri Sosial Mohamed Trabelsi untuk sementara juga akan mengurus masalah kesehatan.

Mehdi menginisiasi pembukaan tempat-tempat vaksinasi sementara bagi warga berusia 18 tahun ke atas pada hari Selasa dan Rabu dalam rangka Idul Adha. Akan tetapi, terjadi bencana akibat massa yang berdesakan di sebagian dari 29 pusat vaksinasi, di mana vaksin yang tersedia habis dalam waktu singkat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian mengumumkan program itu akan dilanjutkan dalam beberapa hari, tetapi kemudian pada hari Rabu dibatalkan dan suntikan vaksin dibatasi hanya untuk mereka yang berusia lebih dari 40 tahun guna menghindari kerumunan dan kekacauan.

Rumah sakit negara itu menghadapi kekurangan oksigen, nakes dan tempat tidur ICU, sehingga mendorong negara-negara dari negara-negara Teluk dan bahkan Mauritania – negara miskin yang kekurangan uang – bergegas mengirim bantuan medis ke bekas negara jajahan Prancis itu.

Laman Facebook kementerian mengatakan rumah sakit lapangan yang didirikan beberapa bulan lalu sudah tidak lagi mencukupi.

Hari Minggu, Tunisia melaporkan 117 kematian akibat Covid-19 dan 2.520 kasus baru, sehingga total kasus yang tercatat menjadi lebih dari setengah juta.

Di beberapa rumah sakit, mayat-mayat korban coronavirus dibiarkan terbaring di kamar bersebelahan dengan pasien lain hingga 24 jam lamanya, karena tidak ada cukup staf untuk memindahkan mereka ke kamar mayat yang juga sudah penuh sesak.

Sejak 20 Juni, pihak berwenang memberlakukan lockdown di enam wilayah dan lockdown parsial di ibukota.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19tunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meksiko Temukan Obat Covid-19 Palsu Dijual via Internet ke Rumah Sakit
Tulisan selanjutnya Kemenag: Sejak Pandemi Covid-19 Masyarakat Indonesia Jadi Lebih Religius

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?