Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Terungkap! Ternyata PM India ‘Bertanggung Jawab Langsung’ dalam Pembantaian Muslim Gujarat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 Januari 2023 20:24 8:24 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 19 Januari 2023 17:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Penyelidikan BBC telah mengungkap laporan rahasia pemerintah Inggris yang menemukan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi “secara langsung bertanggung jawab” atas pembantaian Muslim di Gujarat, India, pada 2002.

Video investigasi BBC, berjudul India: The Modi Question, ditayangkan di BBC2 Selasa (17/01) malam. Video tersebut melaporkan bahwa temuannya adalah laporan hasil penyelidikan tim yang dikirimkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, Jack Straw.

Sekitar 2.000 orang (sebagian besar Muslim) di Gujarat dibantai pada Februari/Maret 2022 usai penganut Hindu menuduh Muslim membakar kereta api, menewaskan 60 peziarah Hindu. Penyebab kebakaran tragedi kereta api masih menjadi perdebatan.

Laporan pemerintah resmi Inggris menyimpulkan 3 hal terkait pembantaian Gujarat;

  1. Terjadi “pemerkosaan meluas dan sistematis terhadap perempuan Muslim” dalam kekerasan dan pembantaian Gujarat.
  2. Kekerasan terjadi “bermotif politik”.
  3. Kekerasan itu bertujuan untuk “membersihkan Muslim dari wilayah Hindu”.

Seorang mantan diplomat senior Inggris mengatakan kepada BBC: “Setidaknya 2.000 orang terbunuh selama kekerasan, sebagian besar adalah Muslim. Kami menggambarkannya sebagai pogrom, upaya yang disengaja dan didorong oleh politik yang menargetkan komunitas Muslim.
Kekerasan tersebut secara luas dilaporkan telah diorganisir oleh kelompok nasionalis Hindu ekstremis – VHP – yang memiliki hubungan dengan RSS (kelompok nasionalis Hindu ekstrem di mana Modi menjadi anggotanya).

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Vishva Hindu Parishad (disingkat VHP) dan sekutunya, menurut laporan itu, tidak dapat menimbulkan begitu banyak kerusakan tanpa “iklim impunitas” yang diciptakan oleh pemerintah negara bagian, dan Narendra Modi (kala itu adalah Ketua Menteri Gujarat) “bertanggung jawab langsung.”

Laporan juga mengutip sumber yang dapat dipercaya bahwa Modi bertemu dengan polisi senior dan memerintahkan mereka untuk tidak ikut campur dalam kerusuhan. Meski begitu, polisi membantah pertemuan dengan Modi.

Tahun lalu Mahkamah Agung India menguatkan putusan yang membebaskan Modi dari keterlibatannya dalam pembantaian Gujarat tahun 2002.

Modi selalu membantah tuduhan tidak berbuat banyak untuk menghentikan kerusuhan anti-Muslim.

Kekerasan tersebut awalnya diselidiki oleh Polisi Gujarat dan kemudian oleh Tim Investigasi Khusus (SIT) yang ditunjuk oleh Mahkamah Agung pada tahun 2008.

Pada 2012, penyelidik menyerahkan laporan mereka, dengan mengatakan tidak ada bukti yang ditemukan terhadap Modi sehubungan dengan kerusuhan tersebut. Laporan mereka mengatakan “tidak ada bukti yang dapat dituntut” terhadap para pejabat.*


Zaman Revolusi Media | Media lemah, da’wah lemah, ummat ikut lemah. Media kuat, da’wah kuat dan ummat ikut kuat
Langkah Nyata | Waqafkan sebagian harta kita untuk media, demi menjernihkan akal dan hati manusia
Yuk Ikut.. Waqaf Dakwah Media
Rekening Waqaf Media Hidayatullah:
BCA 128072.0000 Yayasan Baitul Maal Hidayatullah
BSI (Kode 451) 717.8181.879 Dompet Dakwah Media

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GujaratHeadlinemuslim IndiaNarendra ModiPerdana Menteri India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Psikologi Unpad: 20-27% Mahasiswa Skripsi Mengalami Perasaan Kesepian
Tulisan selanjutnya Sewot Cak Nun Kritik Presiden, Guntur Romli Juga Pernah Sebut Anies “Firaun”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?