Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diprotes Masyakat Pasukan Prancis Angkat Ransel dari Burkina Faso

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Januari 2023 07:48 7:48 am
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Januari 2023 09:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Luar Negeri Prancis, hari Rabu (25/1/2023), mengkonfirmasi bahwa pasukan Prancis akan angkat ransel meninggalkan Burkina Faso dalam waktu sebulan menyusul permintaan dari pemerintah negara di Afrika Barat tersebut.

Burkina Faso mengakhiri kesepakatan militer yang memungkinkan pasukan Prancis untuk memerangi kelompok-kelompok bersenjata Muslim di wilayahnya.

“Hari Selasa, 24 Januari, kami menerima secara resmi kecaman publik yang disampaikan oleh pemerintah Burkina, berkenaan dengan kesepakatan 2018 tentang status kehadiran pasukan Prancis di negara ini,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis, seperti dilansir DW.

Menurut ketentuan yang tercantum dalam kesepakatan, terminasi akan berlaku satu bulan setelah penerimaan pemberitahuan tertulis. Kami akan menghormati kesepakatan ini dengan memenuhi permintaan ini,” imbuhnya.

Kantor berita Prancis AFP melaporkan bahwa pasukan Prancis akan meninggalkan Burkina Faso pada akhir Februari, tetapi perlengkapan mereka akan diambil kemudian pada akhir April.

Baca Juga

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Sekitar 400 anggota pasukan khusus Prancis dikerahkan di Burkina Faso dalam misi yang diberi nama “Operation Sabre“, yang diformalkan pada 2018.

Beberapa waktu belakangan, kemarahan masyarakat akan keberadaan pasukan Prancis semakin menguat di sejumlah negara Afrika Barat seperti Burkina Faso dan di tetangga Mali. Tentara bekas negara penjajah itu dianggap tidak mampu menghadapi kelompok-kelompok bersenjata yang banyak menimbulkan gangguan keamanan.

Prancis tahun lalu menarik pasukannya dari negara itu setelah junta di Bamako membuat kesepakatan dengan perusahaan tentara bayaran Rusia Wagner Group untuk menyokong pasukannya dalam menghadapi kelompok-kelompok bersenjata.

Pemerintah Burkina Faso memastikan Prancis bahwa pihaknya tidak akan berpaling kepada Wagner.

Namun, kabarnya perwakilan dari perusahaan jasa keamanan itu sudah datang mengunjungi pemerintah Burkina.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Burkina Fasokelompok bersenjatamaliPrancistentara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sabaa Thnaibat, Wanita Yordania Pertama Menerbangkan Jet Tempur F-16
Tulisan selanjutnya Pengajian ISAD Bahas Politik  yang Bersyariat di Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?