Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diselamatkan 1.000 Orang dari Gua Banjir 2018 Remaja Thailand Meninggal Mendadak di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Februari 2023 20:51 8:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Februari 2023 20:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Duangpetch Promthep, satu dari 12 anak lelaki yang diselamatkan dari gua banjir di Thailand pada 2018, ditemukan tidak bernyawa di Inggris.

Remaja 17 tahun itu ditemukan tidak sadarkan diri di asramanya di kota Leicestershire pada hari Ahad dan dilarikan ke rumah sakit, di mana dia menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Selasa (14/2/2023), lapor BBC.

Promthep mendaftar sebagai peserta didik di sebuah sekolah sepakbola di Inggris sejak tahun lalu.

Dia adalah kapten tim sepakbola anak laki-laki Thailand, yang terjebak jauh di dalam gua selama lebih dari dua pekan saat menjelajah di Provinsi Chiang Rai.

Wajahnya yang tersenyum menyeringai kala itu – yang tersorot lampu senter salah satu penyelam asal Inggris, yang dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan Promthep dan 12 temannya serta seorang pelatih mereka setelah rombongan itu terjebak di dalam gua yang dipenuhi air hujan – merupakan salah satu potret paling dikenang dalam peristiwa itu.

Baca Juga

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Tidak diketahui bagaimana remaja itu meninggal, tetapi Kepolisian Leicestershire mengatakan kematiannya tidak dianggap mencurigakan. 

Laporan yang beredar di media Thailand menyebut dia mengalami luka di bagian kepala.

Promthep dibawa ke Kettering General Hospital dengan mobil ambulans pada hari Ahad petang, kata seorang jubir Midlands Ambulance Service. helikopter ambulans juga didatangkan ke lokasi ketika itu.

Agustus 2022, Promthep yang dikenal temannya dengan panggilan Dom mengumumkan lewat akun Instagram bahwa dirinya mendapatkan beasiswa di Brooke House College Football Academy di daerah Market Harborough, Inggris. Dia menulis bahwa dirinya sangat bahagia karena impiannya terwujud.

Kabar kematiannya muncul setelah ibu Promthep mengabarkan kuil Wat Doi Wao di kampung halamannya di Chiang Rai. Promthep dan kawan-kawan sering berada di sana.

Tak lama kemudian, teman-temannya mengirimkan pesan belasungkawa lewat media sosial.

“Kamu menyuruhku untuk menunggu dan melihatmu bermain untuk tim nasional, aku selalu yakin kamu akan melakukannya,” tulis Prachak Sutham, salah satu bocah lelaki yang diselamatkan bersama Promthep pada 2018.

Duta Besar Inggris untuk Thailand Mark Gooding juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-temannya.

Promthep belajar di Vachiralai Bee School di Chiang Mai sebelum dia berangkat ke Inggris. Sebagai seorang penggemar berat sepakbola, dia merupakan salah satu anggota tim sepakbola remaja di kota itu. Unggahannya di Instagram kerap diselipkan dengan tagar #footballismylife.

Salah satu unggahan terakhirnya di bulan Januari menunjukkan sketsa “perlengkapan sepak bola tim impiannya” – jersey, celana pendek, kaus kaki, dan sepatu dengan garis-garis biru dan merah muda.

Penyelamatan dramatis 2018

Setelah berlatih sepakbola pada 23 Juni 2018, anggota tim sepakbola Wild Boars (Moo Pa dalam bahasa Thailand) berlomba-lomba naik sepeda menuju gua Luang. Tempat itu merupakan salah satu tempat favorit mereka untuk rekreasi.

Malang, saat menjelajah di dalam gua hujan badai mengguyur daerah itu dan airnya merembes membanjiri relung-relung gua. Mereka terperangkap di dalamnya bersama seorang pelatih.

Mereka terkurung selama sembilan hari dalam kegelapan dan tanpa makanan, sementara di luar upaya penyelamatan sangat serius dilakukan bahkan melibatkan hingga sekitar 1.000 orang dengan berbagai peran dan tugas, sebelum akhirnya mereka ditemukan oleh para penyelam.

Promthep berusia 13 tahun saat terjebak di dalam gua. Teman-temannya berusia 11 hingga 16 tahun kala itu, sementara pelatih mereka Ekkaphon Kanthawong berusia 25 tahun.

Anak-anak itu menggunakan batu untuk membuat lubang guna menyelamatkan diri. Pelatihnya, yang pernah menjalani hidup sebagai biksu, mengajarkan anak-anak itu teknik meditasi untuk membantu mereka tetap tenang, tidak panik dan bernafas menggunakan udara seminimal mungkin.

Para penyelam mengirimkan mereka makanan dan surat dari keluarga sambil menunggu rencana dan upaya evakuasi dilakukan.

Mereka akhirnya dikeluarkan dari gua banjir itu setelah dibuat pingsan dengan narkotika ketamine, agar tubuh mereka mudah di bawa oleh para penyelam melintasi ruang-ruang gua yang dipenuhi air.

Penyelamatan tersebut menjadi berita utama di seluruh dunia. Berbagai film serta buku kemudian dibuat untuk menceritakan kembali kisah luar biasa itu, termasuk miniseri enam episode yang dirilis Netflix tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headline
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suara Keras dan Bangunan Bergoyang Hantui Warga Kerman Iran
Tulisan selanjutnya Panja DPR dan Pemerintah Sepakati Biaya Perjalanan Haji Rp 49, 8 Juta dari Total Rp 90.Juta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

17 Oktober 2026 21:46
Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

17 Oktober 2026 10:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?