Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jenderal Dagalo: Para Pemimpin Militer Sudan Betah di Kursi Kekuasaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Maret 2023 09:37 9:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Maret 2023 09:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Jenderal Mohammed Hamdan Dagalo, seorang komandan pasukan paramiliter Sudan, mengkritik para pemimpin militer negara itu yang betah duduk di kursi kekuasaan dan menyeru kepada mereka agar mundur dan menyerahkan pemerintahan ke tangan sipil.

Jenderal Dagalo, komandan Sudan’s Rapid Support Forces, mengatakan bahwa perselisihannya dengan para pemimpin militer lain, yang mencuat ke publik beberapa pekan terakhir, berpusat pada isu pengalihan kekuasaan ke tangan sipil.

“Kami menentang siapa pun yang ingin menjadi diktator,” katanya kepada pasukan RSF di sebuah pangkalan militer di ibu kota Khartoum, hari Selasa (7/3/2023), seperti dikutip Associated Press.

Sudan terjerumus ke dalam kekacauan setelah militer melakukan kudeta menyingkirkan pemerintahan dukungan negara-negara Barat pada Oktober 2021. menghentikan transisi jangka pendek menuju demokrasi setelah hampir tiga dekade masa pemerintahan otokratis di bawah Presiden Omar al-Bashir. Kudeta itu terjadi lebih dari dua tahun setelah demonstrasi rakyat memaksa Omar a-Bashir turun dari kursi kepresidenan pada April 2019. Di bawah banyak tekanan, para jenderal dan kelompok pro-demokrasi mencapai kesepakatan awal pada bulan Desember untuk pembentukan pemerintahan sipil. Kelompok-kelompok lain, termasuk para pemberontak, menolak kesepakatan itu.

Sampai saat ini perundingan-perundingan untuk mewujudkan pemerintahan sipil masih terus dilakukan.

Baca Juga

senjata israel
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Perselisihan Dagalo dan tokoh-tokoh militer yang lain memanas beberapa pekan terakhir. Komandan RSF itu, yang mendapatkan dukungan dari Uni Emirat Arab, semakin gencar melancarkan kritik terhadap para pemimpin militer, sebagian karena masalah pengalihan kekuasaan ke tangan sipil dan sebagian lagi perihal peleburan pasukan yang dipimpinnya ke dalam militer Sudan sebagaimana yang tercantum dalam kesepakatan di awal Framework Agreement.

Perselisihan itu dikhawatirkan akan menimbulkan bentrokan bersenjata antara militer dan pasukan paramiliter RSF, yang terkenal dengan kampanye bumi hangus dalam konflik di Darfur.

Namun, Dagalo menampik adanya masalah di antara mereka.

“Tidak ada masalah antara militer dan Rapid Support (Forces),” katanya kepada pasukan RSF yang menyambut pernyataannya itu dengan bersorak sorai. “Kami ingin mencapai transisi demokrasi yang sesungguhnya. Kami ingin negara ini bangkit.”

Dagalo tidak memberikan bukti-bukti bahwa para pemimpin militer enggan menyerahkan kekuasaan ke tangan sipil. Namun, komentarnya hari Selasa itu kelihan menyinggung Jenderal Abdel-Fattah Burhan, pemimpin dewan kedaulatan yang memegang kekuasaan pemerintahan Sudan saat ini.

Burhan dan Dagalo – yang juga menjabat wakil ketua dewan kedaulatan – keduanya memimpin kudeta 2021. Sepertinya, Dagalo ingin menegaskan peran pentingnya dalam mewujudkan transisi kekuasaan ke tangan sipil, dengan menyebut kudeta yang terjadi merupakan sebuah “kesalahan”.

Dalam pidatonya hari kemarin, Dagalo mengatakan bahwa negara-negara asing termasuk kerajaan-kerajaan di kawasan Teluk yang kaya dan pemerintah negara-negara Eropa telah menjadikan pemulihan transisi demokrasi sebagai syarat untuk penggelontoran kembali bantuan finansial ke Sudan.

Banyak pemerintah asing dan lembaga internasional berhenti memberikan bantuan kepada Sudan setelah kudeta terjadi dan menekan Burhan dan Dagalo untuk rela melepaskan cengkraman mereka atas kekuasaan dan pemerintahan Sudan.

“Semua pihak yang kami minta untuk memberikan dukungan kepada Sudan, mengatakan kepada kami: [bantuan akan diberikan] setelah pembentukan pemerintahan sipil,” kata Dagalo.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kudetaMohammed Hamdan DagaloSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Gelar Sidang Awal Ramadhan 1444H pada 22 Maret 2023
Tulisan selanjutnya Emir Qatar Menunjuk PM Baru di Tengah Kekayaan Berlimpah  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

20 Juli 2026 05:00
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?